Cerahnya Pagi
Angin menerpa kencang, dingin menembus ke tubuh, meski tubuh terbalut jaket tebal. Semakin cepat kendaraan ini dipacu, dinginpun semakin menusuk, menghujam hingga terasa ke sendi dan tulang. Pagi yang gelap dan dingin.
Setelah dua jam perjalanan, sampai di depan gerbang SMPN 2 Cipanas. Seorang petugas berlari, tuk menghampiri. Mengucap salam lalu membuka pintu dengan mendorongnya. Saya pun menjawab salam, lalu pintu terbuka. Saya menarik gas, mengarahkan kendaraan menuju tempat parkir yang disediakan.
Saya orang pertama yang datang, peserta MGMP lain belum nampak hadir. Berbincang sebentar diruang wakasek yang juga pengurus MGMP, menceritakan perjalanan, kabar, dan persiapan pelaksanaan yang nanti akan dilaksanakan sambil menunggu anggota lain yang belum nampak hadir. Membicarakan kegiatan yang akan berlangsung, agar acara berjalan dengan lancar.
Setelah selesai berbincang, saya menuju ruang yang akan digunakan pertemuan. Ruang masih sepi, tetapi perangkat yang akan digunakan kegiatan ini sudah terpasang, siap digunakan. Proyektor, dan sound system sudah on.
Tak lama, satu-persatu peserta datang. Tiap yang datang disambut dengan salam. Menyilahkan untuk duduk, Mengisi kursi kosong yang disediakan. Waktu menujukan pukul 09.00. Menurut undangan, acara sudah siap dimulai.
Sebagian besar peserta sudah hadir, waktu mengharuskan kami segera memulai musyawarah ini. Acarapun dimulai, MC membuka acara dengan mengucap basmallah, kemudian disusul dengan sambutan-sambutan.
Saya diberi kesempatan untuk menyampaikan sambutan, sebagai ketua MGMP. Sambutan yang tak panjang, sekedar mengucapkan rasa syukur kepada Allah, juga mengucap terimakasih kepada bapak kepala sekolah inti yang bersedia menjadi tuan rumah, dan menyiapkan fasilitas untuk suksesnya acara.
Pagi yang cerah ini, menyelimuti kebahagaian saya dan seluruh peserta lain. Kegiatan yang tertunda lebih dari satu tahun, kini bisa terlaksana kembali. Berbagi ilmu ditengah pandemi, kembali bisa dilakukan, ditengah turunnya jumlah penderita yang tertular.
Jabatan adalah amanah, dalam ajaran agama, jabatan tak boleh diminta, tetapi jika dipercayai memegangnya, tak boleh ditolak. Meski tanggung jawab dan resikonya besar, diamanahi jabatan itu mengasyikan. Kita bisa menuangkan fikiran, berstrategi, dan bekerjasama dengan anggota lain, untuk mencapai tujuan bersama.
Sambutan tatap muka pertama sebagai ketua adalah pengalaman berharga. Saya menyampaikan dengan hati-hati. Menggunakan diksi yang tepat, agar dapat dicerna dengan baik. Agar pesan yang dimaksud samapi dengan baik.
Selesai pembukaan, masuk sesi materi. Saya diminta menyampaikan materi tentang literasi. Literasi sedang digalakan oleh kementrian yang mengurusi hal ikhwal pendidikan. Literasi digadang-gadang dapat meningkatkan kemampuan, dan pengetahuan peserta didik. Sehingga kegiatan literasi harus terus didorong oleh sekolah.
Banyak hal yang didapat dari membaca. Pengetahuan, dan keterampilan bisa didapat dari kegiatan itu. Semakin banyak membaca, maka akan semakin banyak hal yang akan kita dapatkan.
Setelah dua jam perjalanan, sampai di depan gerbang SMPN 2 Cipanas. Seorang petugas berlari, tuk menghampiri. Mengucap salam lalu membuka pintu dengan mendorongnya. Saya pun menjawab salam, lalu pintu terbuka. Saya menarik gas, mengarahkan kendaraan menuju tempat parkir yang disediakan.
Saya orang pertama yang datang, peserta MGMP lain belum nampak hadir. Berbincang sebentar diruang wakasek yang juga pengurus MGMP, menceritakan perjalanan, kabar, dan persiapan pelaksanaan yang nanti akan dilaksanakan sambil menunggu anggota lain yang belum nampak hadir. Membicarakan kegiatan yang akan berlangsung, agar acara berjalan dengan lancar.
Setelah selesai berbincang, saya menuju ruang yang akan digunakan pertemuan. Ruang masih sepi, tetapi perangkat yang akan digunakan kegiatan ini sudah terpasang, siap digunakan. Proyektor, dan sound system sudah on.
Tak lama, satu-persatu peserta datang. Tiap yang datang disambut dengan salam. Menyilahkan untuk duduk, Mengisi kursi kosong yang disediakan. Waktu menujukan pukul 09.00. Menurut undangan, acara sudah siap dimulai.
Sebagian besar peserta sudah hadir, waktu mengharuskan kami segera memulai musyawarah ini. Acarapun dimulai, MC membuka acara dengan mengucap basmallah, kemudian disusul dengan sambutan-sambutan.
Saya diberi kesempatan untuk menyampaikan sambutan, sebagai ketua MGMP. Sambutan yang tak panjang, sekedar mengucapkan rasa syukur kepada Allah, juga mengucap terimakasih kepada bapak kepala sekolah inti yang bersedia menjadi tuan rumah, dan menyiapkan fasilitas untuk suksesnya acara.
Pagi yang cerah ini, menyelimuti kebahagaian saya dan seluruh peserta lain. Kegiatan yang tertunda lebih dari satu tahun, kini bisa terlaksana kembali. Berbagi ilmu ditengah pandemi, kembali bisa dilakukan, ditengah turunnya jumlah penderita yang tertular.
Jabatan adalah amanah, dalam ajaran agama, jabatan tak boleh diminta, tetapi jika dipercayai memegangnya, tak boleh ditolak. Meski tanggung jawab dan resikonya besar, diamanahi jabatan itu mengasyikan. Kita bisa menuangkan fikiran, berstrategi, dan bekerjasama dengan anggota lain, untuk mencapai tujuan bersama.
Sambutan tatap muka pertama sebagai ketua adalah pengalaman berharga. Saya menyampaikan dengan hati-hati. Menggunakan diksi yang tepat, agar dapat dicerna dengan baik. Agar pesan yang dimaksud samapi dengan baik.
Selesai pembukaan, masuk sesi materi. Saya diminta menyampaikan materi tentang literasi. Literasi sedang digalakan oleh kementrian yang mengurusi hal ikhwal pendidikan. Literasi digadang-gadang dapat meningkatkan kemampuan, dan pengetahuan peserta didik. Sehingga kegiatan literasi harus terus didorong oleh sekolah.
Banyak hal yang didapat dari membaca. Pengetahuan, dan keterampilan bisa didapat dari kegiatan itu. Semakin banyak membaca, maka akan semakin banyak hal yang akan kita dapatkan.
Komentar
Posting Komentar