Guru Penggerak
Pagi itu, menerima informasi tentang akan datangnya serombongan guru hebat. Rombongan berjumlah 6 orang guru penggerak dari keluarga Ihin.
Sayapun menyiapkan tempat untuk tamu yang akan datang. Karpet digelar, ditengah ruang guru. Gelas dan air minum dipastikan siap. Termos berisi air panas plus kopi sachetan juga siap disediakan. Penyambutan tamu siap digelar.
Jam 09.40 tamu datang, rombongan dengan 4 sepeda motor, dan 6 orang penumpang. Terlihat lelah sekali setelah menerobos medan berat. Meski demikian, pakaian mereka yang gagah, menutup sedikit rasa lelehnya.
Kami menyambut dan mempersilahkan masuk. Kemudian meminta seluruh rombongan untuk duduk di karpet hijau yang sejak pagi hari sudah digelar.
Air jernih dari mata air pegunungan yang terlindungi, saya tuangkan kedalam gelas. Disuguhkan didepan masing-masing tamu untuk mengusir dahaga. Air putih yang diteguk, membuat konsentrasi tamu kembali fokus. Saya mengucapkan selamat datang, sekaligus mengembalikan konsentrasi para tamu, setelah melewati jalan yang memicu adrenalin.
Tegukan air pegunungan, membuat konsentrasi guru penggerak kembali kesedia kala. Perbincangan dimulai, diawali dengan topik ringan. Ucapan terimakasih kami sampaikan atas kunjungan ini. Para tamupun menyampaikan terimakaih pula atas sambutannya.
Tamu yang datang, membawa buah tangan. Beberapa makanan kota yang dibeli dari mini market dikeluarkan dari kantung warna cream. Ada wafer nissin, roti sobek coklat, dan buah anggur. Selain itu bakso mentah juga dibawa. Tata laksana yang biasa membantu disekolah kami, diminta untuk memanaskan bakso itu. Tak lama masak, bakso kami nikmati bersama.
Kunjungan itu tidak formal, hanya menyerap informasi. Informasi diserap lewat kuisioner yang diisi oleh saya, dan teman guru lain dari sekolah kami. Disela kegiatan itu, kami berdiakusi. Tema yang diangkat tentang masa depan pendidikan di tanah air, diskusi berakhir ketika hidangan makan siang, siap disantap.
Sebelum kembali pulang, ada sesi poto. Saya dipaksa pak Ihin selaku ketua rombongan untuk berfoto.
Jayalah guru penggerak
Penggerak pendidikan Indonesia.
Sayapun menyiapkan tempat untuk tamu yang akan datang. Karpet digelar, ditengah ruang guru. Gelas dan air minum dipastikan siap. Termos berisi air panas plus kopi sachetan juga siap disediakan. Penyambutan tamu siap digelar.
Jam 09.40 tamu datang, rombongan dengan 4 sepeda motor, dan 6 orang penumpang. Terlihat lelah sekali setelah menerobos medan berat. Meski demikian, pakaian mereka yang gagah, menutup sedikit rasa lelehnya.
Kami menyambut dan mempersilahkan masuk. Kemudian meminta seluruh rombongan untuk duduk di karpet hijau yang sejak pagi hari sudah digelar.
Air jernih dari mata air pegunungan yang terlindungi, saya tuangkan kedalam gelas. Disuguhkan didepan masing-masing tamu untuk mengusir dahaga. Air putih yang diteguk, membuat konsentrasi tamu kembali fokus. Saya mengucapkan selamat datang, sekaligus mengembalikan konsentrasi para tamu, setelah melewati jalan yang memicu adrenalin.
Tegukan air pegunungan, membuat konsentrasi guru penggerak kembali kesedia kala. Perbincangan dimulai, diawali dengan topik ringan. Ucapan terimakasih kami sampaikan atas kunjungan ini. Para tamupun menyampaikan terimakaih pula atas sambutannya.
Tamu yang datang, membawa buah tangan. Beberapa makanan kota yang dibeli dari mini market dikeluarkan dari kantung warna cream. Ada wafer nissin, roti sobek coklat, dan buah anggur. Selain itu bakso mentah juga dibawa. Tata laksana yang biasa membantu disekolah kami, diminta untuk memanaskan bakso itu. Tak lama masak, bakso kami nikmati bersama.
Kunjungan itu tidak formal, hanya menyerap informasi. Informasi diserap lewat kuisioner yang diisi oleh saya, dan teman guru lain dari sekolah kami. Disela kegiatan itu, kami berdiakusi. Tema yang diangkat tentang masa depan pendidikan di tanah air, diskusi berakhir ketika hidangan makan siang, siap disantap.
Sebelum kembali pulang, ada sesi poto. Saya dipaksa pak Ihin selaku ketua rombongan untuk berfoto.
Jayalah guru penggerak
Penggerak pendidikan Indonesia.
Komentar
Posting Komentar