Ahad Pagi
Setelah shalat berjamaah, DKM mengadakan kuliah subuh. Tak lama, hanya sekitar 20-30 menit saja. Materi kali ini berjudul "masjid sebagai majlis ilmu". Sekitar 25 orang jamaah yang hadir, Jamaah terlihat antusias mengikutinya. Tiap pasang mata, memperhatikan dengan seksama, tiap pasang telinga detil mendengar kalimat-kalimat penuh makna dari ustadz Sepuh yang juga ketua DKM. Tak ada aktifitas lain, selain fokus mengikuti kajian pagi ini. Semua khusu dengan harapan bisa faham, dan Allah ridho atas apa yang dikerjakan di pagi itu.
Suguhan teh hangat, menyegarkan. Disajikan sebelum jamaah pulang. Kajian selesai, jamaahpun menuju kerumah masing-masing menikmati libur akhir pekaan. Sebagian dari mereka melakukan aktifitas pagi di hari Ahad yang cerah. Bersepedah, joging, membersihkan halaman, dan sekedar duduk menikmati kopi pagi, sambil bincang dengan tetangga sisi rumah.
Saya memilih joging, sambil menghirup menikmati udara segar. Dengan setelan sepatu berkausbkaki, training, dan kaos katun yang menyerap keringat. Sejak kemarin joging hari ini sudah d rencanakan.
Berjalan menyusuri jalan beton kampung. Hingga nenyebrangi desa tetangga. Terus berjalan melewati perkampungan padat, namanya kampung Sawah Murti, kampung dengan rumah berhimpitan. Setelah itu masuk ke kampung lain, Iwul nama kampung tersebut. Iwul adalah kampung penghasil tahu. Banyak pengrajin tahu disana. Rasa tahu yang khas dengan pewarna kunyit alami. Meski demikian, beberapa pengrajin menggunakan pewarna kimia. Alasan lebih mudah dan hemat, menggunakan pewarna kimia.
Setelah dua puluh menit menjelajahi kampung Iwul, kami masuk ke daerah Sentiong, wilayah bekas perkebunan tanaman karet. Bekas perkebunan karet itu, sekarang menjadi kebun singkong. Masyarakat sekitar yang menggarap lahan, dan menanami dengan tanaman singkong. Selain ditanami singkong, sebagian lahan dibangun pesantren. Nurul Iman nama pesantren itu. Pesantren khusus duafa, gratis tak perlu membayar. Makan 3 kali sehari diberikan cuma-cuma. Kebutuhan santri di buat sendiri oleh pondok.
Perjalanan dilanjukan, sebentar lagi kembali masuk ke wilayah kampung dimana saya tinggal. Perjalanan mengasyikan pagi ini. Olahraga tubuh supaya sehat, dan olahraga hati agar selalu riang. Semoga Ahad di pekan yang akan datang, bisa jogging lagi..
Suguhan teh hangat, menyegarkan. Disajikan sebelum jamaah pulang. Kajian selesai, jamaahpun menuju kerumah masing-masing menikmati libur akhir pekaan. Sebagian dari mereka melakukan aktifitas pagi di hari Ahad yang cerah. Bersepedah, joging, membersihkan halaman, dan sekedar duduk menikmati kopi pagi, sambil bincang dengan tetangga sisi rumah.
Saya memilih joging, sambil menghirup menikmati udara segar. Dengan setelan sepatu berkausbkaki, training, dan kaos katun yang menyerap keringat. Sejak kemarin joging hari ini sudah d rencanakan.
Berjalan menyusuri jalan beton kampung. Hingga nenyebrangi desa tetangga. Terus berjalan melewati perkampungan padat, namanya kampung Sawah Murti, kampung dengan rumah berhimpitan. Setelah itu masuk ke kampung lain, Iwul nama kampung tersebut. Iwul adalah kampung penghasil tahu. Banyak pengrajin tahu disana. Rasa tahu yang khas dengan pewarna kunyit alami. Meski demikian, beberapa pengrajin menggunakan pewarna kimia. Alasan lebih mudah dan hemat, menggunakan pewarna kimia.
Setelah dua puluh menit menjelajahi kampung Iwul, kami masuk ke daerah Sentiong, wilayah bekas perkebunan tanaman karet. Bekas perkebunan karet itu, sekarang menjadi kebun singkong. Masyarakat sekitar yang menggarap lahan, dan menanami dengan tanaman singkong. Selain ditanami singkong, sebagian lahan dibangun pesantren. Nurul Iman nama pesantren itu. Pesantren khusus duafa, gratis tak perlu membayar. Makan 3 kali sehari diberikan cuma-cuma. Kebutuhan santri di buat sendiri oleh pondok.
Perjalanan dilanjukan, sebentar lagi kembali masuk ke wilayah kampung dimana saya tinggal. Perjalanan mengasyikan pagi ini. Olahraga tubuh supaya sehat, dan olahraga hati agar selalu riang. Semoga Ahad di pekan yang akan datang, bisa jogging lagi..
Manfaat dan inspiratif banget tulisannya Pak.
BalasHapusSyahdu bacanya
BalasHapusInspiratif sekali
BalasHapusShiip Mak nyusss
BalasHapusTulisan yg menginspirasi
BalasHapusTerbayang suananya, jadi penasaran ingin berkunjung ke Kp. IwulðŸ¤
BalasHapusterimakasih sudah mau berkunjung
BalasHapus