Dari Resume Menjadi Buku Dipertemuan Ke 10
Resume menjadi buku? Apakah bisa?.
Malam ini kita mendapat jawaban, bagaimana membuat resume menjadi buku. Tak ada yang tak mungkin jika berusaha, termasuk ketika seseorang penulus pemula seperti saya ingin menulis sebuah buku.
Malam ini, Om Jay, mendatangkan mentor hebat, alumni belajar menulis gel. 12 yang sukses. Bu Aam Nurhasanah, S.Pd. dari Lebak Banten. Pa Bams, yang ditugaskan mengawal bu Aam. Pa Bams, moderator handal mengatur jalannya acara, agar acara lebih asyik dan menarik.
Sejak Om Jay menyampaiakan, koki yang meramu dan menyajikan menu belajar menulis malam ini saya antusias sekali, tak sabar rasanya menunggu waktu datangnya pembelajaran malam ini.
Pak Bams, membuka acara, memperkenalkan narasumber, tak lama mempersilahkannya. Langsung setelah Pak Bams mempersilahkan, bu Aam tancap gas, dengan semangat menggelora yang sudah ciri khasnya, dia keluarkan jurus-jurus pamungkas meramu resume menjadi tulisan.
7 teknik menulis resume jadi buku
1. Mengumpulkan resume dalam file word. Saat posting, upayakan postingan juga disimpan dalam file word. Ini memudahkan peserta dalam melihat dan memastokan file dalam keadaan aman, dan mudah di liaht tuk dibaca ulang.
2. Menentukan tema. Tulisan yang sudah terkumpul, mesti sudah ada tujuan dalam kepala akan di buat seperti apa tulisan ini. Akan dibuat untuk siapa, dan segmen mana? Ini semua mengharuskan kita menentukan tema.
3. Membuat TOC (TABLE OF CONTENT)/ Daftar isi. Dari tulisan yang ada, kita bisa menentukan langkah selanjutnya, yaitu dengan menentukan daftar isi. Daftar isi yang dapat memandu penilis, untuk menentukan urutan resume yang akan dikembangkan menjadi sebuah tulisan secara berurutan.
4. Mulai mengembangkan TOC. Mengembangkan TOC, harus dengan data resume yang cukup dan komperhensip. Resume itu adalah catatan penting dari materi yang dipaparkan, tetapi bukan berarti, boleh seadanya. Resume harus memenuhi standar materi, harus mencakup semua, meski hanya point-pointnya saja. Agar memudahkan penilis, jika dibuat menjafi buku.
5. Review, revisi, dan edit naskah. Tulisan yang sudah disusun perlu dibaca kembali, karena, khawatir ada kesalahan dalam penulusannya, bisa saja tulidan itu terjadi dalam ejaannya, diksi, atau juga hubungan antar kalimat. Hal ini penting, karena mengedit tulisan dengan baik dan hati-hati menentukan kualitas buku juga penulisnya.
6. Lengkapi Sinopsis buku. Sinopsis penting, niasa disimpan pada sampul belakang, atau halaman akhir. Sinopsis yang baik adalah yang mampu merekam isi buku lewat kalimat ringkas. Pembaca mampu mengetahii isi dan kualitas buku dari sinopsis yang dibaca. Sehingga fungsi sinopsis dalam buku, sangat membantu pembaca memutuskan untuk membeli atau tidak membeli buku tersebut.
7. Kirim ke Penerbit. Buku yang sudah melewati proses diatas, tinggal dikirim ke penerbit. Usaha membuat buku resume dengan sebaik mungkin sudah dilakukan, saatnya berdoa pada Nya, agar buku diterima penerbit, dan cepat di cetak.
Narasumber hebat, beberapa karyanyà sudah beredar, bisa langsung dipesan. Belajar menulis yang beliau ikuti, telah membuahkan hasil.Ini buku yang on proses, siap terbit di penerbit mayor. Sukses bu Aam.
Mantap,
BalasHapussemoga kita bisa mengikuti jejak kesuksesan Om Jay, Bu Aam, dan yang lainnya
Mantap bu....singkat, padat, dan jelas
BalasHapusTerimakasih sudah berkunjung bapak dan ibu
BalasHapusSingkat, padat, dan jelas..tetap semangat bu...
BalasHapusTerimakasih, sudah berkunjung..
Hapusbagus resumenya dibubuhi bahasa khas sendiri terus semangat menulis
BalasHapusTulisan yang singkat, namun padat berisi. keren. semangat berkarya, semangat menginspirasi
BalasHapusWah keren ini...👍
BalasHapusMantap..keren..semangat.
BalasHapusMantap. Semangat terus yah.
BalasHapus