Di Pertemuan ke 7 Bersama Bu Nora
Tak terasa, sudah dipertemuan ke 7 malam ini. Belajar menulis gel. 17, bersama om Jay. Senang sekali masih punya kesempatan mengikuti kegiatan ini, terlebih ketika melihat poster yang dikirim lewat WAG, aura poto didalam poster itu, tegas terlihat sebagai seorang yang punya talenta kuat. Bu Noralia Purwa Yunita, M.Pd. namanya, beliai penulis hebat, yang produktif, yang dengan kepiawaiannya menulis, sehingga pada malam ini, ia bisa menjadi narasumber. Sudah 8 buku ditelurkan dari hasil goresan tangannya. Ini membuktikan kemampuannya dalam merangaki kata tak diragukan lagi.
Tak kalah heboh, malam ini memang penuh kejutan, sang moderator sukses Aam Nurhasanah diterjunkan oleh Om Jay untuk memandu acara. Sama seperti bu Nora, bu Aam juga seorang penulis sukses. Goresan tangan lentiknya sudah menghasilan karya hebat.
Om Jay memulai acara, tak lama menyampaiannya, hanya beberapa kalimat saja, ia menyerahkan acara kepada moderator. Bu Aam sang moderator ulung, langsung dapat mandat untuk memegang kendali acara. Tak lama berbasa basi, Bu Aam langsung meminta bu Nora Purwa Yunita, M.Pd. berbagi ilmu. Bu Nora pun dipersilahkan mengisi acara malam ini.
Langsung menggebrak, Bu Nora menampilkan poto-poto. Poto buku hasil karyanya, total ada 8 judul buku, terdiri dari buku antologi, dan buku solo. Semua bukunya menarik, cover dan judulnya bikin hati penasaran. Menunjukan hasil karya, dengan harapan peserta termotivasi dengan pencapaian bu Nora, yang akhirnya punya semangat menulis, dan menghasilkan karya.
Bu Nora terus bercerita dan menjelaskan cara menilis yang baik dan benar. Menulis dengan cara yang pernah beliau lakukan hingga menghasilkan buku yang menarik. itu dilakukan agar virus menulis ini jadi menyebar, menjangkiti semua peserta di Belajar Menulis Gelombang 17.
Tak lama kemudian buu Mora memberkan tips dalam menulis jitu. Jurus menulis agar pembaca terhipnotis menikmati diksi yang dipilih. Bu nora menjelaskan
Pertama,
Mengikuti program menulis antologi atau kolaborasi?
Beliau menjelaskan jika bapak ibu belum pede untuk menulis solo, bapak ibu dapat mengikuti beberapa program menulis antologi ataupun kolaborasi dengan beberapa penulis.
"Hal ini pula yang saya lakukan", ujarnya, karena memang dengan menulis antologi, selain dapat belajar dari karya penulis lain, kita juga tidak dituntut menulis terlalu banyak bab untuk dijadikan buku.
Kedua,
Menulis setiap hari di blog. Blog adalah media berguna bagi penulis pemula,
Cara ini adalah yang bu Nora lakukan ketika menjadi peserta di gelombang 8, beda dengan kegiatan yang sekarang kita lakukan. waktu itu materi diberikan setiap malam, dan setelah materi selalu ada resume. Resume itu ditulis satu persatu di blog pribadinya, hasilnya, jadilah 1 buku berjudul Jurus Jitu Menulis dan Berprestasi. Buku yang merupakan kumpulan resume dari pelatihan bersama Om Jay
Ketiga,
Menulis di media sosial
Peserta belajar menulis pastilah suka membuat status di Facebook atau instagram. Gunajan media sosial sebagai media belajar menulis. Lalu arahkan hobi menulis ini untuk menghasilkan suatu karya yang lebih berarti. Misal cerita motivasi, pengalaman pribadi ataupun cerpen, tulis secara dengan konsisten, jika sudah banyak, tinggal jadikan buku deh.
Keempat.
Menulis buku harian
Catatan harian ternyata dapat berbuah menjadi sebuah buku lho. Cerita pribadi kita, saat kita sedang sedih, bahagia, atau apapun, kita dapat menuangkan rasa itu di buku harian kita. Tinggal nanti ubah cerita ini ke dalam karya fiksi atau pengalaman pribadi, untuk dijadikan buku.
Kelima
Ajak siswa untuk menulis
Bapak ibu disini sebagian besar berprofesi sebagai guru. Ajaklah siswa bapak ibu untuk ikut berkarya.
Caranya, karya dapat dibuat berupa tugas siswa, misal siswa diberikan tugas untuk menulis puisi, cerpen, atau pantun. Dengan tema tertentu. Lalu bukukan karya tersebut, pasti mereka senang
Atau juga ajaklah siswa tergabung dalam grup menulis, caranya dengan membuat WA grup menulis dengan siswa, sebarkan info ini ke wali kelas masing-masing,.siswa yang tertarik dapat langsung masuk ke grup tersebut. Tentukan tema penulisan, berikan arahan, tinggal buat karya bersama.
Kelima tips diatas akan bisa menjadikan kita penulis hebat. Tentunya semua tips tersebut harus dilakukan dengan sungguh-sungguh.
Bu Nora melanjutkan dengan penjelasan yang diawali dengan pertanyaan.
"Lalu,, seperti apa sih cara penulisan buku itu??"
Pertanyaan yang akan beliau jawab sendiri.
Menurut bu Nora, ada tahapan dalam menulis hingga menjadi buku, yaitu
1. Tema
Tentukan tema buku yang akan ditulis
2. Outline / TOC/ Daftar isi
Dalam penulisan buku, pembuatan TOC / outline/ daftar isi merupakan langkah kedua setelah penentuan tema.
Mengapa demikian?
Karena ada beberapa alasan penting dalam pembuatan daftar isi yaitu :
1.daftar isi merupakan kerangka pikiran kita dalam menuangkan setiap ide dalam buku yg akan kita tulis
2. Membantu menjabarkan tiap bab dan sub bab dalam buku
3. Kita dapat mengetahui awal dan akhir dari buku kita melalui daftar isi ini.
4. Membantu kita dalam mencari referensi / pustaka yang kita butuhkan.
5. Agar tulisan dalam buku kita lebih terfokus dan tidak sampai keluar bahasan / topik
6. Dan yang paling penting, adanya daftar isi ini akan membantu kita untuk menjadwalkan kapan buku kita harus selesai. Dengan kata lain target waktu selesainya buku.
Misal jika kita memiliki 5 bab dalam daftar isi, kita mungkin dapat menargetkan kelima bab ini harus selesai dalam 5 bulan. Berarti 1 bab HARUS selesai dalam 1 bulan.
Dengan cara ini, maka buku kita akan cepat selesai karena kita sudah memiliki target penyelesaian.
Lalu BAGAIMANA cara membuat daftar isi?
1. Untuk naskah non fiksi
Ikuti pedoman 2W+ 1H
Bab awal merupakan bab yang menjawab why, artinya mengapa. Dalam hal ini BAB awal dapat berupa
MENGAPA .....
PENTINGNYA ....
ALASAN.....
2. bab selanjutnya menjawab WHAT (apa)
Artinya bab tersebut menjelaskan pengertian, jenis, atau mungkin ciri khusus dari apa yang akan kita tulis di buku kita
Sebagai contoh
MENGENAL MEDIA ....
APA ITU MEDIA ....
SPESIFIKASI MEDIA ...
3. bab berikutnya yang biasanya merupakan bab akhir, biasanya menjawab HOW (bagaimana). Nah, untu menjawab HOW ini, dapat dibuat lebih dari 1 bab karena How meliputi tahap pembuatan, pelaksanaan, penerapan, hasil dan kelebihan serta kekurangan.
Misal :
PENERAPAN MODEL ....
IMPLEMENTASI ..
PERANCANGAN....
HUBUNGAN MODEL ....
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN MODEL ....
Sedangkan untuk menyusun naskah fiksi seperti novel, cara membuat daftar isinya adalah sebagai berikut, :
1. Tentukan prolog
Biasanya pengenalan tokoh, setting cerita, awal cerita. Biasanya di prolog ini belum ada konflik, alur juga belum terlalu terlihat karena masih merupakan bagian awal dari cerita
2. Tentukan konflik cerita, biasanya di bab2 pertengahan sudah mulai muncul apa yang menjadikan konflik atau permasalahan dari cerita itu. Ini merupakan bab inti karena di dalamnya ada hikmah yang dapat diambil dari pembaca
3. Tentukan klimaks dari konflik. Ini biasanya masih ada di bab pertengahan yang merupakan puncak dari konflik yang terjadi.
4. Tentukan solusi dari konflik yang ada
Ini merupakan bagian bab sebelum akhir bab.
Biasanya penulis menyajikan solusi permasalahan dari konflik yang terjadi, jalan keluar, adanya hikmah dan pesan kepada pembaca
5. Tentukan epilog yang merupakan akhir dari cerita dan tentunya merupakan bab penutup dari cerita di naskah fiksi
Akhir cerita boleh happy ending atau sad ending tergantung dari si penulis.
Bu Nora masih tetap enerjik menerangkan.
"Setelah bapak ibu membuat daftar isi baik untuk naskah fiksi atau non fiksi, kembangkan tulisan dari daftar isi tersebut". Tuliskan sesuai dengan apa yang bapak ibu rancang dalam daftar isi. Bu Nora terus menjelaskan.
Hal ini memudahjan jika di tengah jalan, akan ada tambahan daftar isi, hal ini tentunya tidak masalah yang terpenting, tambahan itu tidak keluar dari tema yang telah ditentukan.
Dalam menulis harus juga mempeehatikan beberapa point, diantaranya:
1. Menentukan tema cerita. Karena tema sangat menentukan kuwalitas dari sebuah tulisan.
2. Sebelum masuk langkah ketiga, setelah kita mempunyai TOC / outline tadi, cari REFERENSI untuk mendukung penulisan buku. Baik buku fiksi atau non fiksi, wajib ada referensi. Beda memang, tapi ini sangat berguna
3. Jadwal
Jadwal kita tentukan berdasarkan outline yang kita buat, misal kita ingin 1 bulan selesai sementara kita memiliki 5 bab di outline kita, tinggal dibagi saja waktu 1 bulan itu dengan 5 bab. Itu adalah waktu kita menyelesaikan buku 5 Bab dalam 1 bulan.
4. Tulis
Setelah outline oke, jadwal fix, referensi siap, tinggal tulis deh sesuai dengan outline yang kita buat.
5. Revisi
Nah, ini nih yang biasanya waktunya paling lama. Setelah semua tulisan selesai hingga bab akhir, lakukan revisi.
Revisi dapat dilakukan dengan swaedit atau dengan bantuan. Jika dengan bantuan, Caranya dengan meminta beberapa teman membaca naskah yang disusun, ini sangat berguna untuk menemukan kesalahan dalam penulisan buku saya. Baik dalam hal EYD, struktur kalimat atau pemilihan kosa kata. Dengan demikian, hasil buku kita akan lebih renyah ketima dibaca
6. Terakhir penerbit.
Setelah semua beres, naskah lengkap sudah editing, pelengkap naskah sudah oke,tinggal deh masukkan ke penerbit. Boleh penerbit mayor atau indie. Pasti ada plus minusnya
Materi selesai, peserta diperkenankan menyampaikan pertanyaan. Peserta yang juga calon penulis hebatpun berebutan untuk melempar pertanyaan. Beberapa pertanyaannya yaitu.
"Assalamualaikum,
Saya Ati Rohaeti dari Bandung
Luar biasa Karya Ibu Nora sangat menginspirasi".
"Trik Ibu Nora akan saya coba. Penjelasan ini membuat saya optimis tuk bisa menghasilkan minimal dalam waktu yang dekat ini saya bisa membuat satu buku. Meskipun hanya kumpulan resume" pertanyaan dilanjutkan
"Semakin lengkap saja ilmu yang di dapat selain paparan ibu nara sumber, juga pertanyaan teman-teman yang digali dari para peserta." Bu Ati meneruskan kalimat pertanyaannya.
"Paparan Ibu sangat jelas.
Hanya satu pertanyaan saya. Motivasi seperti apa sehingga Ibu Nora bisa menghasilkan 8 karya dalam waktu yang relatif singkat."
Pertanyaan bu Ati langsung dijawab. Adapun
Jawaban bu Nora adalah sebagai berikut.
"Terimakasih Bu Rohaeti yang super hebat
Tetap semangat berkarya Bu,
satu motivasi saya Bu, karena ingin berbagi dan bermanfaat untuk sesama. Bukan untuk naik pangkat, karena saya belum ada golongan.
Sangat senang jika banyak yang baca karya saya.itu adalah kepuasan tersendiri seorang penulis.
Semua pertanyaan dijawab tuntas, bu Nora nampak senang bisa berbagi. Peserta pun bahagia, permasalahan dalam menulis yang dihadapi bisa dapat jalan keluar.
Ada awalan, ada akhiran, juga dalam pertemuan ini. Bu Nora menutup dengan undian buku, tiga orang penanya beruntung diundi dan mendapat buku karyanya. Meski tak semua mendapatkan buku, tetapi ada hadiah yang bisa diterima semua peserta, yaitu untaian kata yang indah. Bu Nora mengakhiri acara denagan kalimat.
"Buatlah karya yang dikenang sepanjang masa agar kehidupan menjadi lebih bermakna dan bermanfaat untuk sesama."
Super lengkap dengan bumbu yang mantul. Jempol deh... Sukses terus n salam literasi
BalasHapusAlhamdulillah, sudah pertemuan ke 7 ya Pak... Sukses selalu untuk kita semua. Salam sehat dari Sidoarjo bapak 🙏
BalasHapusMantap, lengkap sekali resumenya Pak.👍
BalasHapusSalam literasi.
Super duper keren masbro
BalasHapusLengkap dan runut. Sedikit masukan. Rata teks dan typo. Lakukan swaedit ya
BalasHapusTerimakasih komen dan masikannya..
BalasHapusMantuL, lengkap dan sempurna. Lanjutkan 🙏👍
BalasHapusLengkap binggit bagus lanjut terus maju pantang menyerah
BalasHapus