Menerbitkan buku, pertemuan ke 11

Menerbitkan buku, dambaan setiap penulis. Termasuk calon penulis pemula seperti saya. Dulu menulis, dan menerbitkan buku hanya orang tertentu saja. Orang dengan kualitas tulisan sempurna. Dengan tema yang menarik, dan diprediksi akan laris dipasaran. Sekarang tidak, siapapun bisa yang penting ada niat dan keinginan. 

Sekarang, era informasi dan keterbukaan. Persaingan antar individu semakin ketat. Dalam dunia tulisan dan penerbitan mengalami hal yang sama. Menerbitkan buku semakin mudah, ini dampak persaningan yang memicu kretifitas. 

Dalam kesempatan ini, pa Brian Prasetiawan memberikan tips mudah menerbitkan buku. Menurut  beliau dari pengalaman gelombang sebelum, banyak peserta yang sudah mencapai 20 resume, tapi masih kurang Percaya diri dan terlihat bingung untuk lanjut menerbitkan buku. Ini adalah masalah, ketika naskah dikirim ke penerbit mayor, lama dan seleksi yang ketat dari penerbit bisa jadi ganjalan. 

Penerbit indie adalah solusi terbaik untuk bisa membuat karya tulisan bagi para pemula. Tapi memang kalau di penerbit indie, kita perlu mengeluarkan biaya untuk mendapat fasilitas pra cetak penerbitan.

Pa Brian sendiri sebenarnya sudah punya keinginan menulis buku pada tahun 2014. Tapi ketika itu, beliau belum tau harus kemana untuk menerbitkan tulisannya agar menjadi buku.

Pada Awal 2019 beliau mulai bangkit lagi karena tidak sengaja menemukan hashtag di Instagram tentang penerbit Indie. 

"Mata saya terbuka bahwa menerbitkan buku sekarang lebih mudah dan banyak pilihan penerbit indie" tulisnya dalam salah satu teks yang disampaikan dalam WAG belajar menulis malam ini. 

Beliau semangat menyelesaikan naskahnya.  Naskah tutorial blog pun dirombaknya, agar mudah difahami ketika sudah menjadi buku panduan blog khusus guru. Buku tutorial blog secara umum sudah banyak. Tapi buku blog yang khusus untuk guru masih bisa dihitung jari. 

Usaha dan kerjakerasnya berbuah manis, beliau berhasil merampungkan naskah buku tutorial blog khusus guru. Hingga pada Oktober 2020 beliau dapat mengirim naskah buku pertamanya ke salah satu penerbit Indie.

Bagi para pemula, ada beberapa pilihan penerbit yang dapat membantu hasrat anda untuk menerbitkan buku, yaitu;
1. Kamila Press milik Cak Imin
2. Penerbit rekanan saya (Pak Brian)
3. YPTD
4. Penerbit rekanan Bu Kanjeng

Tiap penerbit memiliki aturan yang berbeda-beda. Maka sebaiknnya yang penulis lakukan lakukan adalah memahami betul ketentuan tiap penerbit, selanjutnya, memilih yang cocok dengan keinginan penulis. Mengapa demikian?, Karena keempat penerbit itu, memiliki penawaran dan ketentuan yang berbeda-beda.

Gemala penerbit indie rekanan pa Brian memberikan kemudahan. Ini dapat dilihat dari poster diatas. 

Diposter ada keterangan bahwa 300,000 itu untuk maksimal 130 halaman A5. Jika lebih dari itu akan kena biaya tambahan
Yang tidak kalah penting adalah jangan memberi target kapan buku harus selesai terbit. Karena naskah harus mengantri untuk diproses. Proses penerbitan paling cepat 1 bulan.

Jangan lupa naskah buku  juga disertai kelengkapan naskah yaitu:
cover ( judul buku dan nama penulis saja), 
Prakata, 
daftar isi (tanpa nomor halaman), 
profil penulis, 
sinopsis (3 paragraf. Masing-masing paragraf 3 kalimat)
Prakata wajib ada dan ditulis oleh penulis sendiri. Kata Pengantar ditulis oleh orang lain dan tidak wajib ada. Biasanya peserta belajar menulis minta kata pengantar ke Om Jay.

Fasilitas editing tak diberikan. Maka berikut ada beberapa tips dalam mengedit sendiri  naskah:

- Penulisan kata jangan disingkat-singkat (yg, tdk, blm)
- Jangan sampai ada tulisan yang salah ketik (Typo)
- Satu Paragraf jangan berisi terlalu banyak kalimat
- Mulailah membiasakan membuat kalimat yang pendek-pendek. Kalimat panjang cenderung akan membingungkan.
- Setiap bab baru selalu dimulai di halaman baru. Jangan digabung dengan bab sebelumnya

Kesempatan menerbitkan buku, sudah terbuka bagi siapapun. Dan kita salah satunya. Menggunakan kesempatan sebaik-baiknya adalah pilihan ternaik yang harus dicoba. 

Tetap semangat penulis pemula..


Komentar

  1. Tetap semangat,
    Terus menulis 💪☺

    BalasHapus
  2. Tulisan yang jelas, enak dibacanya.
    semangat berkarya, semangat menginspirasi.

    BalasHapus
  3. Mantap pak...tetap semangat membuat resume utk dijadikan buku

    BalasHapus
  4. Terimakasih bapak dan ibu.. udah berkunjung..

    BalasHapus
  5. Sip pak Dadang tulisannya sudah sesuai arahan Kak Brian satu paragraph tidak terlalu banyak kalimat

    BalasHapus
  6. Mantul dan tetap semangat menulis

    BalasHapus
  7. https://hernisbanah.blogspot.com/2021/01/pusing-menerbitkan-buku-ayo-kejar.html
    Monggo singgah diblog saya dan ditunggu kritikannya

    BalasHapus
  8. Semangat literasi, kobarkan lah selalu. Tulisan yang keren..

    BalasHapus
  9. Menerbitkan buku bagi seorang penulis adalah pilihan, mau memilih penerbit indie adalah cara saya belajar menerbitkan buku solo, setelah tahu caranya, maka saya akan tahu perbedaannya dgn penerbit mayor. Hidup adalah pilihan. Saya memilih menerbitkan di penerbit indie karena memenuhi tantangan memasarkan buku sendiri dengan cara-cara baru. Pasar buku sekarang lesu karena minat org beli buku tak sebanyak dulu.

    BalasHapus
  10. Waah karen. Resumenya makin lengkap dan sempurna. Banyak variasinya makin kerasan yg baca. Good job!

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ke Leuwidamar

Mengapa Harus Berbuat Baik

Bandel dan Cita-cita