Mental Hebat Seorang Penulis (Pertemuan ke 9)

Malam dingin, tak seperti biasa, hujan yang sore tadi deras membasahai bumi, membuat tubuh ini harus mengenakan jacket. Yah Januari yang identik dengan dingin dan hujan. 

Malam ini, Jumat 22 Januari 2021, memasuki pertemuan ke 9, dalam kegiatan Belajar Menulis gelombang 17. Tak sabar menunggu, pemateri keren, dan moderator handal yang sudah disiapkan Om Jay, menggebrak dingun dan heningnya suasana. untuk menambah energi menulis peserta yang hebat-hebat malam ini.

Tepat pukul 19.00 pa Cipto bersiap, membuka acara, menyapa kami para peserta. Memperkenalkan pemateri hebat malam ini, ya, beliau adalah Ditta Widya Utami. Dari Subang Jawa Barat. 
Materi yang dibawakan kali ini berjudul
"MENTAL SEORANG PENULIS"
Seorang penulis haruslah memiliki sikap unggul, diantaranya adalah. 
1. Siap Konsisten

Teruslah menulis setiap hari dan buktikan apa yang terjadi.". 
Ungkapan yang menjadi trade merk milik om Jay, ini 

Satu kutipan di atas sebetulnya sudah cukup menjadi bekal untuk kita sebagai penulis pemula.

Jika kita sudah berniat untuk meningkatkan kemampuan menulis, maka kita harus ingat bahwa menulis adalah sebuah kata kerja. Artinya, harus ada tindakan nyata, bukan sekedar teori. 

Belajar dari Soe Hoek Gie. Dari buku catatan yang ditulis setiap ada kesempatan, kemudian lahirlah sebuah buku yang hingga hari ini bisa dikenang.  Atau seperti RA Kartini paglawan yang bercita-cita meninggikan derajat perempuan Indonesia, dari surat-surat yang dikirim ke sahabatnya di negeri Belanda, dikumpulakn dan akhirnya  lahir sebuah buku dengan judul Habis Gelap Terbitlah terang. 

Bu Dita melanjutkan dengan menjelaskan bahwa Semua orang mungkin bisa menulis. Tapi, untuk jadi penulis andal, butuh mental kuat agar bisa konsisten menulis. Kalimat pejuh makna dan motivasi buat peserta agar lebih rajin berlatih.

Salah satu tips agar bisa memiliki mental untuk konsisten adalah dengan mengenali diri sendiri. Sehingga tantangan apa pun yang menghadang, kita akan tau apa yang harus kita lakukan.

*MENTAL SEORANG PENULIS*
2. Siap Dikritik

Penulis pemula harus mau mendapat masukan. saat kita memutuskan untuk memublikasikan hasil tulisan kita di blog/buku/media sosial/media massa, dsb, maka penting kita sadari bahwa tulisan kita telah menjadi "milik publik".

Dengan demikian, kita harus menyiapkan mental untuk menerima masukan dari publik. Tak hanya bersiap untuk komentar baik, kita pun harus bersiap bila ternyata ada yang mengkritik dengan cukup tajam atas tulisan kita.

Harus kita sadari, Dengan adanya masukan/kritik dari berbagai pihak, kita bisa mengetahui kekurangan dalam tulisan kita. Bukan hanya dari kacamata sendiri, tapi juga dari kacamata pembaca. Pembaca biasanya lebih objektif.

Dengan adanya masukan/kritik dari berbagai pihak, kita bisa mengetahui kekurangan dalam tulisan kita. Bukan hanya dari kacamata sendiri, tapi juga dari kacamata pembaca.

MENTAL SEORANG PENULIS
3. Siap Belajar

Jika sudah senang dan konsisten menulis, sudah bisa menerima saran maupun kritik, maka sungguh kita memiliki mental untuk belajar bertumbuh.

Ada dua cara yang dapat ditempuh :
a. Melakukan riset
Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas tulisan adalah dengan melakukan riset. Bisa dengan berkunjung ke perpustakaan, berkunjung ke toko buku untuk mengamati buku-buku best seller, melacak apa yang sedang menjadi trend di sosial media maupun dengan google traffic. Riset penting, karena perkembangan dan peristiwa sangat dinamis, penulis harus update. Jadi terdepan dalam infrmasi. 

b. Tambah Bacaan
Saat ini, dimana literasi begitu digaungkan, maka kita harus menyiapkan mental untuk siap menjadi orang yang literat. Salah satunya dengan meningkatkan daya baca.

MENTAL SEORANG PENULIS
4. Siap Ditolak

Mental berikutnya yang perlu kita sadari adalah siap ditolak oleh media maupun penerbit. 

Saat naskah kita ditolak, coba lagi dan lagi. Atau cari alternatif lain. Misal dengan menerbitkan sendiri atau dipublish di berbagai media sosial.

JK Rowling pernah ditolak belasan penerbit. Dewi "Dee" Lestari sang penulis Supernova pun pernah merasakan ditolak penerbit. Bahkan sekelas novelis horor Stephen King pun pernah ditolak.

Penolakan yang dialami penulis hebat waktu itu, mungkin dialami oleh kita. Ditolak akan lebih memacu kita untuk berkarya. Dicibir justru kita jadikan viamin dalam menulis. 

MENTAL SEORANG PENULIS
5. Siap Menjadi "Unik"

Mental yang perlu kita tanamkan untuk menjadi penulis adalah _just be yourself_. Jadilah diri sendiri. Jadilah unik. Jangn meniru habis dari orang lain. Cukup sekedarnya, modifikasi, dan ciptakan yang baru.

Maksudnya dalam menulis nggak perlu terlalu ikut-ikutan seperti orang kebanyakan. Tulis saja apa yang paling kita sukai. Yang paling sesuai dengan diri kita.

Omjay misalnya selalu unik dengan tulisan setiap harinya. Mr. Bams unik dengan kalimat-kalimat positifnya. Dan Bu Kanjeng yang unik dengan gaya bahasanya yang begitu hidup. Mari belajar dari mereka, konsultasikan, jadilah penulis yang berbeda dari yang lain. 

Tengok blog atau buku Raditya Dika, isinya pasti humor. Jika membaca buku-buku Justin Gaarder (penulis Dunia Sophie), jangan heran jika terselip unsur filsafat. Karena basicnya beliau memang pernah jadi guru filsafat sebelum menjadi penulis.

Setelah 5 poin yang disampaikan, Bu Dita mencukupkan materinya. Kemudian memberikan kesempatan bertanya kepada peserta, termasuk saya, saya dapat pertanyaan no. Urut 9. Isi pertanyaan saya adalah.. 

P9
Assalamualikum. 
Saya Dadang Huzazi dari Lebak Banten.

Dalam menjalani aktifitas, kadang rasa bosan datang. Termasuk ketika menulis. 

Menulis yang saya lakukan harus dalam keadan mood baik. Sementara kadang ketika  sibuk dengan pekerjaan, tak ada mood, ide menulis tak kunjung datang.  
Ketika kondisi spt ini, berarti mental menulis seseorang ngedrop. 

Pertanyaan 
bagaimana menjaga mental/mood menulis, agar selalu hadir. 

Pertanyaan ini langsung di jawab bu Dita.

Wa 'alaikum salam
Terima kasih, Pak Dadang

Hihi, dulu saat saya masih jadi murid di gelombang ke-7, untuk melatih konsistensi menulis setiap hari dari peserta, Omjay selalu memberi tantangan.

Beliau mengirim berbagai gambar. Setiap hari. Setiap hari.

Ada gambar gorengan, ada gambar kurma, ada gambar kucing, ada kue kacang, dsb. Lalu kami, peserta diminta membuat tulisan walau hanya 3 alinea.

Materi malam ini luar biasa, dorongan saya untuk terus konsisten menulis semakin kuat. 
Terimakasih Om Jay, terimakasih bu Ditta Widya Utami, tak lupa Pa Cip, moderator handal. 
Wassalam...






Komentar

  1. wow, mantap tulisannya, saran sedikit pak, mungkin bisa lebih dirapikan sedikit supaya lebih dan lebih mantap. semangat berkarya, semangat menginspirasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepakat dengan Pak Miftah. Resume ini sudah baik. Sudah dibumbui dengan informasi tambahan dan gaya bahasa sendiri. Tinggal memperbaiki beberapa kata saja yang terkadang masih salah tulis (misalnya infrmsi). Semangattt Pak! Terima kasih sudah berkenan membuat resumenya 🙏🏻

      Hapus
  2. Keren, gercep juga. Iyh Sy juga mengalami kadang ketika di word sudah rapih betul dilihat dr berbagai segi namun ketika pas di blog format tulisan yg tadinya rapih malah jd tak keruan. Tp tetap smngat pa 👍🙏

    BalasHapus
  3. Sdh bagus, terus semangat pak Dadang 👍

    BalasHapus
  4. TOP deh.. pak..semangat menulis dan menginspirasi

    BalasHapus
  5. Klik rata kanan kiri di setingan paragrafnya pak. Semangat terus

    BalasHapus
  6. mantaap ini p dadang semakin oke tulisannya..........

    BalasHapus
  7. Jangan lupa singgah juga diblog saya
    https://hernisbanah.blogspot.com/2021/01/semakin-tinggi-semakin-berisi.html

    BalasHapus
  8. Tulisannya keren, salam Litersi dari saya, 😄👍

    BalasHapus
  9. Lengkap sampai ke pertanyaannya ya Pak 🙏

    BalasHapus
  10. Terima kasih sudah membuat resumenya dengan baik. Semoga kleak menjelma menjadi buku

    BalasHapus
  11. Bagus pak...tinggal memperbaiki typonya lagi pak...tetap semangat

    BalasHapus
  12. Lanjut terus pak, semakin banyak berlatih menulis, akan semakin bagus tulisannya

    BalasHapus
  13. Cakep pak tulisannya ....silahkan main ke blog saya ...trims

    https://suryanietin.blogspot.com/2021/01/mental-seorang-penulis.html

    BalasHapus
  14. Semangat pak Dadang tulisannya cakeep dg gaya bahasa sendiri Ok punya pak

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ke Leuwidamar

Mengapa Harus Berbuat Baik

Bandel dan Cita-cita