Menulis Cepat di pertemuan ke 4
Pertemuan ke 4 bersama ibu Eva Hariyati. Tak banyak materi yang disampaikan, tetapi peserta diminta membuat kalimat pada aplikasi Jamboard. Aplikasi untuk membuat kata, merangkainya, hingga menjadi kalimat motivasi. Sungguh luar biasa. Saya tak bisa menyelesaikan tugas itu, karena sinyal yang tak bersahabat, dan tak mengunakan laptop. Maklum saya berada d pedalaman Banten, dihutan belantara taman Nasiinal Gunung Halimun Salak. Beberapa peserta bisa masuk ke aplikasi jamboard, dan mampu membuat kalimat motivasi.
Selain itu, peserta diminta membuka blog beliau. Disana bu Eva menceritakan proses menulis cepat yang dilakukan. Bermula dari keikut sertaannya dalam program ini, program menilis yang dikomandani Om Jay guru blogger Indonesia. Bu Eva peserta pelatihan menilis pada gelombang 7. Sekitar bulan Maret 2020, bertepatan dengan merebaknya penularan virus corona.
Keinginannya untuk jadi penulis hebat sangat kuat. Ini dibuktikan ketika seorang narasumber menantang beliau menulis buku dalam tempo 7 hari. Prof. Ricardus Eko Indrajit, nama narasumber ketika itu. Dalam sesi akhir dipenyampaiannya, prof. Eko biasa disapa, menantang peserta untuk ikut gabung menulis buku. Awalnya bu Eva ragu, merasa hal itu tak mungkin bisa dilakukan. Tetapi lagi-lagi om Jay, memberi suport dengan memberi tema-tema sederhana tetapi bisa dijadikan tulisan menarik. Bu Eva menerima tantangan itu.
Bu Eva bingung, meski tantangan Prof. Eko sudah diterima. Belum ada satu pun dalam bayangannya muncul tema yang bisa dikembangkan. Tetapi tak berapa lama, beliau menemukan ide, ide itu adalah Kelas Maya. Dari sana ia mulai membuat peta konsep.
Bersama Akbar Zaenudin, bu Eva menemukan ide dan mulai dengan membuat mainmap. ketika sesi belajar menulis dia dapatkan ide itu. Pa Akbar ini seorang penulis buku yang berjudul Man Jadda wa jadda, yang menginspirasi.
Pertarungan pun dimulai. Setelah membuat mainmap, lalu diserahkan ke Prof. Eko, Alhamdulullah diterima. Pada hari kedua, disusul dengan keberhasilan menyerahkan out line, (daftar isi), juga diterima.
Pertarungan sesungguhnya terjadi setelah hari ke 3. Seluruh kekuatan, tenaga, konsentrasi, dan logistik dipersiapkan. Fokus dan pantang menyerah, keinginan menghasilkan karya yang begitu kuat. Menghasilakan karya dengan cepat, tapi punya kualitas. Bukan instan, asal-asalan dan akhirnya tak berkualitas.
Bu Eva bisa menyelesaikan tepat waktu. Menulis buku dalam tempo 1 pekan saja. Pelajaran buat kita semua, tak ada yang tak mungkin jika mau barusaha. Bu Eva sudah membuktikan bahwa jadi penulis bisa, jika kita bekerja keras. Ayo semangat..
Cakep banget tulisannya👍❤️
BalasHapusTerimakasih bu Fit..😊
HapusMantaap...salam literasi dr Bekasi
BalasHapusTetap semangat pak...walaupun jaringan jelek...dg kemauan yg keras insyaallah ada jalan..
BalasHapusMantap. Meskipun berkendala dengan jaringan tetapi semangatnya luar biasa.
BalasHapuswow, menulis dengan style sendiri. patut dicontoh. semangat berkarya semangat menginspirasi pak
BalasHapusKeren pak Dadang tulisannya dan tetap semangat
BalasHapusMohon kunjungi blog saya
https://hernisbanah.blogspot.com/2021/01/bisakah-diriku-menulis-secepat-kilat.html
Mantab Pak...selalu menginspirasi
BalasHapus