sepuluh
Sepuluh
Kami semangat mendidik para penerus bangsa. Kami para CPNS yang sudah berjanji siap ditempatkan dimana saja, harus sungguh-sungguh dalam mengemban tugas ini. Kami adalah pasukan sebagai garda terdepan. Mendidik generasi yang terhalang infra struktur untuk bisa maju.
Ketika kami bertugas, datang berdelapann. Sebelumnya sudah ada seorang CPNS yang lebih dahulu satu tahun bertugas. Namanya Sunaryo, pria kelahiran Demak Jawa Tengah. Tubuhnya tingga besar, dan berkulit hitam ia sudah lama tinggal ditanah lebak, hingga logat Jawanya nyaris tak terdengar. Tinggal di Lebak karena, selepas kuliah ia mempersunting gadis pujaannya yang asli Lebak.
Sunaryo adalah guru dengan multi talent. Selain ia mampu mengajar, ia juga pandai bertani. Bawang polybag berhasil ia budidayakan di sekitar halaman rumahnya. Selain bawang, ia juga mampu mengawinkan pohon durian beda variasi, hingga menjadi varietas unggul yang cepat berbuah. Kemapuannya dalam bertanam, karena ia dilahirkan dari keluarga petani, dan punya latar belakang pendididikan dibidang pertanuan.
Selain itu, kemapuan lain pa Naryo ini adalah berkesenian. Ia dan keluarga punya grup seni tradisiinal. Seluruh personil grup itu adalah keluarga besar dari istrinya. Baik yang memainkan alat musik, sebagai sinden, dan juga penari. Dalam beberapa kesempatan, ia tampil sebagai lengser. Lengser adalah penari yang biasa tampil dalam acara penyambutan tamu penting atau pasangan pengantin.
Kehebatan beliau lainya adalah memili ki sifat hamble, mudah bergaul, dan berjiwa sosial tinggi. Ia banyak sekali memiliki sahabat dan teman. Dimanapun ia berada, pasti ada orang yang mengenalnya. Ia mudah sekali menolong orang. Itu yang menyebabkan banyak orang yang dekat dengannya.
Dalam beberapa kesempatan, saya berkunjung kerumahnya. Bukan hanya sekedar bertamu, saya juga sering menginap dikediamannya. Banyak kisah yang diceritakan oleh mas Sunaryo sebelum ia terdampar ditanah Jawara ini. Obrolan lebih bebas topik jika disuasana santai, jika disekolah tak bisa, karena suasana dinas yang dosibukan dengan aktifitas pejerjaan.
Saya dan mas Sunaryo, banyak sekali punya perbedaan. Kelebihan dia adalah jekurangan saya. Sementara sedikit kelebihan yang saya punya, dimiliki juga oleh beliau. Jika mas Sunaryo multi talent, maka saya minim talent. Hal ini tak membuat saya merasa serba kekurangan kompetensi. Saya banyak belajar dari kondisi ini. Kondisi dimana saya harus terus menggali bakat dan kemapuan yang mungkin bisa dimunculkan.
Meskipun badannya besar, untuk ukuran fisik ia bisa mengimbangi teman lain yang lebih langsing dan lebih muda. Ketika kami bersama berenang dikolam pemandian air panas Tirta Lebak di Cipanas. Ketika sesi mandi bersama itu, kami mengadakan lomba, sekedar ingin tahu kemapuan berenang masing-masing guru. Saya tidak ikut, jika saya ikutpun, sudah tau hasilnya seperti apa. Perlombaan dimulai, para peserta berdiri disisi kolam. Siap-siap untuk lompat kedalam kolam air panas yang berair hangat. Ketika aba-aba hitungan dimulai, peserta bersiap. Pada hitungan ke 3 peserta lompat kedalam kolam. Karena tak biasa dengan olahraga ini, maka model lompatan dan masuk kedalam air kolam sama sekali tak terlihat indah. Ombak yang dihasilkan dari masuknya tubuh mereka kedalam kolam menghasilkan tsunami, gelombang tinggi yang membuat pengunjung lain terganggu. Mas Sunaryo memimpin didepan, yang lain tertinggal, berhenti, lalu menyerah ditengah kolam.
Jiwa sosial pa Sunaryo melebihi personil lain disekolah ini. Berbagi dan membantu sesama tak bisa ditandingi dengan siapapun di sekolah ini. Ini adalah kelebuhan yang ada padanya.
Kami semangat mendidik para penerus bangsa. Kami para CPNS yang sudah berjanji siap ditempatkan dimana saja, harus sungguh-sungguh dalam mengemban tugas ini. Kami adalah pasukan sebagai garda terdepan. Mendidik generasi yang terhalang infra struktur untuk bisa maju.
Ketika kami bertugas, datang berdelapann. Sebelumnya sudah ada seorang CPNS yang lebih dahulu satu tahun bertugas. Namanya Sunaryo, pria kelahiran Demak Jawa Tengah. Tubuhnya tingga besar, dan berkulit hitam ia sudah lama tinggal ditanah lebak, hingga logat Jawanya nyaris tak terdengar. Tinggal di Lebak karena, selepas kuliah ia mempersunting gadis pujaannya yang asli Lebak.
Sunaryo adalah guru dengan multi talent. Selain ia mampu mengajar, ia juga pandai bertani. Bawang polybag berhasil ia budidayakan di sekitar halaman rumahnya. Selain bawang, ia juga mampu mengawinkan pohon durian beda variasi, hingga menjadi varietas unggul yang cepat berbuah. Kemapuannya dalam bertanam, karena ia dilahirkan dari keluarga petani, dan punya latar belakang pendididikan dibidang pertanuan.
Selain itu, kemapuan lain pa Naryo ini adalah berkesenian. Ia dan keluarga punya grup seni tradisiinal. Seluruh personil grup itu adalah keluarga besar dari istrinya. Baik yang memainkan alat musik, sebagai sinden, dan juga penari. Dalam beberapa kesempatan, ia tampil sebagai lengser. Lengser adalah penari yang biasa tampil dalam acara penyambutan tamu penting atau pasangan pengantin.
Kehebatan beliau lainya adalah memili ki sifat hamble, mudah bergaul, dan berjiwa sosial tinggi. Ia banyak sekali memiliki sahabat dan teman. Dimanapun ia berada, pasti ada orang yang mengenalnya. Ia mudah sekali menolong orang. Itu yang menyebabkan banyak orang yang dekat dengannya.
Dalam beberapa kesempatan, saya berkunjung kerumahnya. Bukan hanya sekedar bertamu, saya juga sering menginap dikediamannya. Banyak kisah yang diceritakan oleh mas Sunaryo sebelum ia terdampar ditanah Jawara ini. Obrolan lebih bebas topik jika disuasana santai, jika disekolah tak bisa, karena suasana dinas yang dosibukan dengan aktifitas pejerjaan.
Saya dan mas Sunaryo, banyak sekali punya perbedaan. Kelebihan dia adalah jekurangan saya. Sementara sedikit kelebihan yang saya punya, dimiliki juga oleh beliau. Jika mas Sunaryo multi talent, maka saya minim talent. Hal ini tak membuat saya merasa serba kekurangan kompetensi. Saya banyak belajar dari kondisi ini. Kondisi dimana saya harus terus menggali bakat dan kemapuan yang mungkin bisa dimunculkan.
Meskipun badannya besar, untuk ukuran fisik ia bisa mengimbangi teman lain yang lebih langsing dan lebih muda. Ketika kami bersama berenang dikolam pemandian air panas Tirta Lebak di Cipanas. Ketika sesi mandi bersama itu, kami mengadakan lomba, sekedar ingin tahu kemapuan berenang masing-masing guru. Saya tidak ikut, jika saya ikutpun, sudah tau hasilnya seperti apa. Perlombaan dimulai, para peserta berdiri disisi kolam. Siap-siap untuk lompat kedalam kolam air panas yang berair hangat. Ketika aba-aba hitungan dimulai, peserta bersiap. Pada hitungan ke 3 peserta lompat kedalam kolam. Karena tak biasa dengan olahraga ini, maka model lompatan dan masuk kedalam air kolam sama sekali tak terlihat indah. Ombak yang dihasilkan dari masuknya tubuh mereka kedalam kolam menghasilkan tsunami, gelombang tinggi yang membuat pengunjung lain terganggu. Mas Sunaryo memimpin didepan, yang lain tertinggal, berhenti, lalu menyerah ditengah kolam.
Jiwa sosial pa Sunaryo melebihi personil lain disekolah ini. Berbagi dan membantu sesama tak bisa ditandingi dengan siapapun di sekolah ini. Ini adalah kelebuhan yang ada padanya.
Komentar
Posting Komentar