Menyambut Pagi
Ahad pagi yang cerah, biasanya awal Januari hujan tak henti-henti, kadang bisa sepanjang hari, bahkan hingga larut malam. Tetapi tidak untuk hari ini, surya berani menampakan wajah cerahnya, tak sembunyi lagi dibalik awan pekat di pagi ini.
Terbangun sejak pukul 04.00. Kokok ayam jantan memanggil membangunkan tidur lelapku. Tak lama terdengar suara adzan berkumandang, bersiap, wudhu, dan bergegas ke mesjid. Menyusuri jalan sepi, dipagi buta, tak ada aktifitas warga, hanya jumpa beberapa tetangga yang juga hendak ke masjid tuk subuh berjamaah.
Mengisi shaft terdepan, berdiri dan takbiratul ikhram menunaikan sunat yang nilainya lebih baik dari dunia dan seisinya. Ikhtiar mencari ridho Nya, agar mampu menggapai kebahagian dunia akhirat.
Iqomah berkumandang, jamaah berdiri, meluruskan barisan juga merapatkannya, agar syaithon tak masuk disela jamaah. Serentak bertakbiratul ihram, sesaat setelah imam bertakbiratul ikhram. Lantunan surat Al Fatihah lalu Arrohman merdu terdengar pada rokaat pertama, dan Al Bayinah d rokaat ke dua. Tak ada suara, sunyi hanya lantunan ayat suci, hingga khidmat dan khusu sangat terasa.
Berakhir dengan salam, doa-doa jamaah pun dipanjatkan. Lirih alunan terdengar lembut momohon dengan penuh harap terkabul harapan dan keinginan yang ada. Satu persaru jamaah keluar meninggalkan ruang utama masjid, menuju rumah masing-masing menyambut hari dengan aktifitas pagi.
Training dan kaos berbahan cotton dikenakan, begitupun dengan sepatu plus kaus kaki. Kaus warna abu, warna yang sama juga dengan training, kaus kaki hitam dan sepatu putih. Hari ini saya akan olahraga, jalan sehat mengelilingi kampung, memilih trek yang biasa dilalui, seperti di hari Ahad pekan lalu.
Beberapa teman ikut jalan bersama, menikmati suasan pagi nan cerah, udara terasa segar, nafaspun lega. Bersyukur, pagi ini tetapa diberi kesehatan, keberkahan dan lindungan Nya.
Komentar
Posting Komentar