pertemuan ke 8. Tips menulis dan menerbitkan buku ke penerbit.
"Pada malam ini sy akan berbagi pengalaman / sharing selama mengikuti kegiatan belajar menulis bersama PGRI dan Om Jay. Tentang menulis dan menerbitka buku ke penerbit." Saya masih diperjalanan, ketika pa Mukminin membuka acara belajar menulis gelombang 17 malam ini.
Zoom meeting yang diselenggarakan Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten, mengharuskan saya stay di sekolah hingga sore. Meski kegiatan ini bisa dilakukan from home, tapi saya tak memilih itu.
Jarak sekolah dan rumah yang jauh, hingga saya tak mengikuti kegiatan belajar menulis dari awal. Saya masih duduk manis di atas jok supra x 125, ketika Om Jay meminta pa Cip sebagai moderator, menggantikan om Bams.
Sempat menyalakan lampu sen, menepi lalu berhenti sejenak, dan mesin tetap menyala, karena tak akan lama sekedar memantau percakapan WAG belajar menulis. Tak lama, kembali tancap gas, sedikit ngebut, menerobos padatnya lalulintas dijalan penyangga kota metropolitan.
Jam 19.30 tepat, sudah sampai d depan rumah, mesin kendaraan dimatikan, motor tetap berdiri dengan standar sebagai sandaran. Putri kecil berlari dari dalam, setelah yakin ayahnya yang datang. "Bawa apa yah" ujarnya biasa ketika ayahnya pulang. Dia tersenyum ketika saya tunjukan kantung makanan kesukaannya, ayam goreng kendor (Kentucky dorong) ayam tepung kesukaan yang dibeli dari pedagang di mulut gank menuju rumah. Senang sekali, dibelikan makanan kesukaannya.
Setelah meneguk air minum yang disediakan istri, duduk dimeja makan, dan saya baru bisa mengikuti kegiatan belajar menulis. Lelah tak jadi penghalang, tetap semangat, karena ingin segera menerbitkan buku. Buku hasil belajar bersama om Jay, dengan mentor-mentor hebat.
Saya tertuju pada materi, tulisan itu adalah;
Dalam menerbitkan buku-buku tersebut bagi penulis pemula diperlukan :
1. Diperlukan sebuah keberanian dan tekad yg kuat untuk mempublikasikan tulisan dg harapan berbagi pengalaman. Tanpa niat yang kuat maka tidak akan terbit buku kita. Karena menulis itu bukan karena bakat tetapi karena niat kuat untuk menulis dan terus menulis dan terus berlatih.
2. Kita harus berpola pikir bahwa menulis itu mudah. Jangan berkata menulis itu sulit. Dengan berkata menulis itu mudah maka otomatis pikiran dan hati kita diberi kemudahan. Kalau dibalik menulis itu sulit maka terhentilah pikiran dan hati kita untuk menulis bahkan akan mengalami kebuntuan. Karena terpola. Percayalah ucapan adalah doa.
Kemudian disusul dengan penjelasan selanjutnya
3. Kenali pasion Anda ( potensi Anda) apakah suka menulis buku bisnis, agama, pendidikan, fiksi ( cerpen, novel, roman, IT, motifasi dll. Dengan mengenali potensi Anda maka akan mempermudah Anda untuk menulis.
Selanjutnya.
4. Banyak membaca.
Untuk menjadi penulis buku bisa diperoleh melalui pengalaman dan pengetahuan dengan banyak membaca buku wawasan kita akan bertambah dan bisa kita tulis menjadi buku yg menarik
Menjadi penulis harus segara action, adapun langkah-langkajnya adalah
Yang nantinya kita jadikan buku.
Karena kita sibuk dengan banyak pekerjaan maka kita harus pandai membagi waktu. Ketika ada peristiwa atau kejadian yg perlu kita lakukan:
Pertama
Tulislah, segera ambil hp kita ambil gambar, tulis di hp pokok-pokok nya yaitu 5W + 1H, atau tulis di buku catatan / kertas atau langsung bicara dg direkam di hp.
Kedua
Tentukan waktu yg tepat untuk menulis. Setiap orang tidak
Sama, ada yg sempat habis sholat subuh, ada yg sebelum tidur. Terserah kita masing-masing. Kembangakan pokok-pokok tulisan menjadi tulisan yang baik, enak dibaca dengan kalimat pendek, sederhana yang mudah dipahami dan gunakan istilah umum.
Ketiga
Tampilkan tulisan Anda dg ciri khas gaya sendiri ( trade Mark), Krn setiap orang punya style.
Keempat
Jangan membatasi jumlah halaman, mengalir saja, tulislah sebanyak-banyaknya. Jangan menulis sambil mengedit. Tulis saja sampai selesai baru kita edit Sampai benar-benar bagus sesuai dg EYD / EBBI.
Kelima
Mempelajari bagaimana buku itu diterbitkan.
a. Bagaimana membuat cover buku,
b. Bagaiman Judul yg menarik perhatian pembaca
c. Apa saja yg harus dikirim ke penerbit dari naskah / tulisan kita menjadi buku
Keenam
Siapkan kata pengantar, lalu buat Daftar Pustaka, siapkan Biodata penulis, jangan lupa sinopsis untuk cover buku bagian belakang berisi, inti dari isi buku kita, kelebihan buku kita dan untuk promosi)
Semua jadikan 1 file kirim ke ke penerbit melalui email dan lewat WA.
Sebagai tabahan pa Mukminin juga menambahkan dengan hal berkaitan dengan penerbitan, yaitu;
Ayo Melek Penerbit Buku
( Penerbit Mayor dan Penerbit Indie )
Oleh = Mukminin
Bapak ibu sekalian yg hebat, penerbit buku ada macam. Pertama penerbit Mayor dan kedua penerbit Indhie. Apa perbedaanya? mari kita ikuti uraian berikut ini :
1. Jumlah Cetakan di penerbit mayor.
# Penerbit mayor mencetak bukunya secara masal. Biasanya cetakan pertama sekitar 3000 eksemplar atau minimal 1000 eksemplar untuk dijual di toko-toko buku.
#Penerbit indie : hanya mencetak buku apabila ada yang memesan atau cetak berkala yang dikenal dengan POD ( Print on Demand) yang umumnya didistribusikan melalui media online Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, WA grup dll.
2. Pemilihan Naskah yang Diterbitkan
# Penerbit mayor :
Naskah harus melewati beberapa tahap prosedur sebelum menerbitkan sebuah naskah. Tentu saja, menyambung dari poin yang pertama, penerbit mayor mencetak bukunya secara masal 1000 - 3000 eksemplar. Mereka ekstra hati-hati dalam memilih naskah yang akan mereka terbitkan dan tidak akan berani mengambil resiko untuk menerbitkan setiap naskah yang mereka terima. Penerbit mayor memiliki syarat yang semakin ketat, harus mengikuti selera pasar, dan tingginya tingkat penolakan.
# Penerbit indie :
Tidak menolak naskah. Selama naskah tersebut sebuah karya yang layak diterbitkan; tidak melanggar undang-undang hak cipta karya sendiri, tidak plagiat, serta tidak menyinggung unsur SARA dan pornografi, naskah tersebut pasti kami terbitkan. Kami adalah alternatif baru bagi para penulis untuk membukukan tulisannya.
3. Profesionalitas
# Penerbit mayor :
Penerbit mayor tentu saja profesional dengan banyaknya dukungan SDM di perusahaan besar mereka.
# Penerbit indie : kami pun profesional, tapi sering disalah artikan. Banyak sekali anggapan menerbitkan buku di penerbit indie asal-asalan, asal cetak-jadi-jual. Sebagai penulis, harus jeli memilih siapa yang akan jadi penerbit Bapak Ibu dan Saudara-saudara. Jangan tergoda dengan paket penerbitan murah, tapi kualitas masih belum jelas. Mutu dan manajemen pemasaran buku bisa menjadi ukuran penilaian awal sebuah penerbitan. Kadang murah Cover kurang bagus, kertas dalam coklat kasar bukan bookpaper ( kertas coklat halus). Kami jaga mutu Cover bagus cerah mengkilat isi buku kertas cokal halus awet ( bookpapar).
4. Waktu Penerbitan
# Penerbit mayor :
Pada umumnya sebuah naskah diterima atau tidaknya akan dikonfirmasi dalam tempo 1-3 bulan. Jika naskah diterima, ada giliran atau waktu terbit yang bisa cepat, tapi ada juga yang sampai bertahun-tahun. Karena penerbit mayor adalah sebuah penerbit besar, banyak sekali alur kerja yang harus mereka lalui. Bersyukur kalau buku bisa cepat didistribusikan di semua toko buku. Namun, jika dalam waktu yang ditentukan penjualan buku tidak sesuai target, maka buku akan dilepas oleh distributor dan ditarik kembali oleh penerbit.
# Penerbit indie :
Tentu berbeda kami akan segera memproses naskah yang kami terima dengan cepat. Dalam hitungan minggu bukumu sudah bisa terbit. Karena memang, kami tidak fokus pada selera pasar yang banyak menuntut ini dan itu. Kami menerbitkan karya yang penulisnya yakin karya tersebut adalah karya terbaiknya dan layak diterbitkan sehingga kami tidak memiliki pertimbangan rumit dalam menerbitkan buku.
5. Royalti
# Penerbit mayor :
kebanyakan penerbit mayor mematok royalti penulis maksimal 10% dari total penjualan. Biasanya dikirim kepada penulis setelah mencapai angka tertentu atau setelah 3-6 bulan penjualan buku.
# Penerbit indie :
umumnya 15-20% dari harga buku. Dipasarkan dan dijual penulis lewat fb, Instagram, wa grup, Twitter, status, dll
6. Biaya penerbitan
# Penerbit mayor :
Biaya penerbitan gratis. Itulah sebabnya mereka tidak bisa langsung menerbitkan buku begitu saja sekalipun buku tersebut dinilai bagus oleh mereka. Seperti yang sudah disebut di atas, penerbit mayor memiliki pertimbangan dan tuntutan yang banyak untuk menerbitkan sebuah buku karena jika buku tersebut tidak laku terjual, kerugian hanya ada di pihak penerbit.
# Penerbit indie :
Berbayar sesuai dengan aturan masing-masing penerbit. Antara penerbit satu dengan yang lain berbeda. Karena pelayanan dan mutu buku yg diterbitkan tidak sama.
Materi menarik, hingga lelahpun tak dihiraukan. Semoga resume ini bisa dibaca dengan baik dan bermanfaat. Salam literasi.
Mantul pak Dadangπ
BalasHapusSuper mantap pak, ditengah kesibukan yg padat dan melelahkan, masih mampu menulis panjang lebar n berbobot. Sukses terus pak. Salam literasi
BalasHapusTetap semangat pak
BalasHapusMantap pakπ
BalasHapusTulisan yang menarik pak.rapi..lengkap
BalasHapusMantab lanjut
BalasHapusoke mantap.. lanjutkan... mari saling mengunjungi.
BalasHapushttps://amiriqra1976.blogspot.com/2021/01/tips-panjang-umur-dengan-menulis.html
https://amiriqra1976.blogspot.com/2021/01/tips-panjang-umur-dengan-menulis.html
BalasHapusMantap
BalasHapusaamiin ya robbal alamiin, terima kasih sudah menuliskan resumenya dengan baik
BalasHapuswuiih, keren tu;isannya pak. semangat berkarya, semangat menginspirasi
BalasHapusNah mantaaap nih mulai berkembang tulisannya... Sedep baca nya. Ayo semangatbterus biar semakin renyah
BalasHapusUdah cakep deh. Lengkap dan sempurna tulisannya. Lanjutkan ππ
BalasHapusUdah cakep deh. Lengkap dan sempurna tulisannya. Lanjutkan ππ
BalasHapusMantap resumenya lengkap Pak Dadang. Saran sedikit, bust rata kiri kanan tulisannya agar tampak lebih rapi.
BalasHapus