Menggiatkan Literasi Pertemuan ke 15

Bambang Purwanto, S.Kom. seorang penggiat literasi sukses. Beliau tinggal di Kab. Bandung Jawa Barat. Sepertinya beliau sudah tak bisa dipisahkan lagi dengan dunia literasi. 

Perhatian Mr. Bam's terhadap dunia literasi begitu besar. Merelakan untuk membagi rumahnya menjadi taman baca dan tempat tinggal tidak lah mudah. Tempat tinggal yang harusnya sebagai area privasi, berpadu dengan TBM yang bisa dimasuki siapa saja. Berbagi  demi kecintaannya terhadap literasi. 

Mengelola Taman Baca, adalah materi yang akan disampaikan Pak Bams. Pertemuan ke 15 yang mengasyikan, terlebih Mas Cipto yang memandunya. Ya, mas Cipto sang moderator on-line yang piawai. 

Pa Bambang mulai bercerita awal pendirian taman bacanya. "Niat awal mendirikan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) karena saya senang dengan anak-anak. Kebiasaan sebagai pendongeng yang dimulai tahun 2004." Tulis Mr Bams.

Pak Bams, melanjutkan ceritanya.

"Senang bila anak-anak membaca. Bahagia bila melihat anak-anak rajin membaca." Hobby Mr. Bams yang sangat bermanfaat bagi orang lain. 

Meski Rumah kecilnya yang hanya type 21 tak menyurutkan untuk mendirikan TBM. Rumah yang ditempati dari tahun 2007, mulai digunakan untuk TBM pada tahun 2011. Tepatnya 5 Oktober 2011. 

Saat tahun 2011, Salwa puteri semata wayang Mr Bams, baru berusia 8 tahun. Setiap malam beliau menyiapkan buku cerita anak sebanyak 20. Majalah bobo 20 dan koran yang hari kemarin.

Taman Baca, TBM pa Bambang awalnya  dinamai nama TBM Ayah Salwa. Nama Ayah Salwa diambil dari nama pendongeng dari Bambang Purwanto yang sudah ada sejak 2004.

Buku, majalah dan koran yang setiap malam disiapkan dan disimpan di rak plastik  3 trap. Rak diletakan di teras halaman. Rumah kecil yang tak berpagar, meski rumah ditinggalkan, anak-anak bisa membaca buku yang sudah disiapkan pada rak teras rumah.

Modal buku saat berdirinya TBM ini, hanya sekitar 200 eksampler,  Buku-buku tersebut  berasal dari koleksi pribadi Mr. Bams sendiri. Sungguh luar biasa, usaha keras Mr. Bams tuk mendirikan taman baca.

ini adalah kondisi masa awal pendirian TBM.

Bila datang hari Ahad, Mr. Bams mengeluarkan meja. Buku-buku dari rumahnya dipajang di atas meja. Jika sudah demikian, Anak-anak asik mampir ke rumah untuk melihat-lihat sampai membaca buku.

Saat membuat tempat duduk menggunakan bambu , orang mengira Mas Bams akan berjualan. Ada juga yang mengira akan mendirikan pos ronda. Wah macem-macem perkiraan orang-orang sekitar Mas Bams.

Nah, ini sudah mulai ramai suasananya. Tempat duduk bambu sudah berganti menjadi tembok. Ya anak-anak lebih nyaman.

Oh...ya ada yang lupa. Rumah yang ditempati Mr Bams,  sejak tahun 2007. Kemudian tahun 2011 bergabung dengan taman baca, di tahun 2012 Mr Bams, mendapatkan kejutan bisa membeli rumah yang hanya berbeda 3 rumah setelah rumahnya.

Bila menggunakan mesin pencari google dengan kata kunci TBM AS Lebakwangi, maka akan muncul banyak informasi tentang taman baca yang Mr. Bams kelola.

Tahun 2021 nanti di tanggal 5 Oktober, usia TBM AS Lebakwangi genap 10 tahun. 

Agar lebih maju lagi, TBM AS Lebakwangi bergabung dengan Forum TBM yang ada dari tingkat Kab/Kota, Provinsi dan Nasional.
Selain anak-anak yang dekat dengan rumah, Mr. Bams, kami sering kedatangan anak-anak dari sekolah. Mereka jalan kaki menuju perumahan Lebakwangi Asri tempat TBM beroperasi.

Apa saja kegiatan yang ada di TBM? Ada beberapa kegiatan yang rutin dilaksanakan TBM Lebakwangi, diantaranya adalah,
1. Baca buku
2. Pinjam buku
3. Mendongeng
4. Belajar menulis (TK/SD)
5. Belajar baca
6. Mewarnai
7. Menggambar
8. Menulis Puisi
9. Komputer
10. Internet
11. Main catur
12. Puzle
13. Pelatihan
14. Menulis resume
dll.

Dalam kesempatan malam ini pak Bam juga membagi pengetahuan ketika kita hendak mendirikan taman baca. 

Adapun perizinan yang harus dipenuhi ketika membuat TBM adalah

1. Awalnya saya hanya membuat izin tetangga.
2. Surat domisili dari Desa
3. Akte Pendirian dari Notaris
4. Ijin Operasional dari Dinas Pendidikan Kab Bandung.

Taman baca pa Bambang dokelola dengan baik. Hingga kebermanfaatannya juga benar-benar dirasakan olah warga sekitar. Dari sana lah taman baca yang dikomandoi pak Bam mendapat penghargaan dari Pemda Kab. Bandung. Beberapa ada Dari  dinstansi lain.

Beberpa penghargaan diarih, salah satunya diberikan oleh Bipati Bandung, Dadang Naser
Sabilulungan a ward. 
Salwa dan bapak bupati, dalam acara penerimaan pengargaan. 

Pak Bams meyudahi materi, dilnjutkan dengan tanya jawab. Saya diberikan kesempatan bertanya. Tetapi pertanyaan yang saya ajukan, sama dengan pertanyaan sebelumnya, hingga jawabanpun disamakan. Meski kecewa, tapi sudah lah, masih bisa Wapri dengan beliau di lain kesempatan. 

Literasi, meningkatkan kemampuan anak untuk berkembang.





Komentar

  1. Bagus pak tulisannya..mudah utk dipahami

    BalasHapus
  2. Terimakasih atas kunjungannya. Maaf, jika masih ada kekurangan dalam tulisan saya

    BalasHapus
  3. pak dadang good job...Mumtaz (Istimewa)...semangat hingga buku terbit

    BalasHapus
  4. Tulisan yang lengkap, enak dibacanya pak.
    Semangat berkarya, semangat menginspirasi

    BalasHapus
  5. Mantap dan semakin keren. Semoga tetap menginspirasi.. Lanjtukan!

    BalasHapus
  6. Menarik cara Pak Dadang menulis resume, saya seperti diceritakan ulang tiap peristiwa didalamnya

    BalasHapus
  7. Mantap Pak Dadang. Sangat menginspirasi.
    Salam Literasi.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ke Leuwidamar

Mengapa Harus Berbuat Baik

Bandel dan Cita-cita