Menulis Buku Yang Diterima Penerbit Mayor. Pertemuan ke 18
Tak bisa membayangkan betapa bahagianya, ketika ada kabar, bahwa buku yang saya tulis, diterima dipenerbit mayor. Buku saya akan terbit, dipajang, berjajar rapih di rak buku toko besar. Didisplay dekat pintu masuk, agar orang yang datang melihatnya, lalu merogoh koceknya untuk membawa pulang. Terlebih, jika buku itu nanti, ada tulisan 2 kata yang menggambarkan kesuksesanseorang penulis, best saller. Pasti bahagia sekali hati ini.
Pertemuan ke 18 belajar menulis gelombang 17 bersama Om Jay. Malam ini, saya membuat secangkir kopi, dengan harapan lebih fokus mengikuti kegiatan belajar menulis, belajar bersama narsum hebat dari kota gudeg Jogjakarta, Pak Joko Irawan Mumpuni namanya. Mr. Bams, disodorkan tugas sebagai moderator.
Kopi panas nan pahit sudah tersedia di meja. Sesekali saya seruput sambil duduk santai d sopa ruang tengah. Memndengar voice note yang di kirim ke grup WAG, ditemani secangkir kopi pahit. Long week and, sepesial, sambil mencari ilmu dan mencari inspirasi dirumah.
"Materi malam ini berjudul Menulis buku yang diterima Penerbit". Mr. Bams yang menyampaikan itu diawal, setelah membuka acara. Tak lama pa Joko masuk kelas, langsung mengirim pesan.
"Malam ini saya kan mengajar dengan metode presentasi kombinasi dengan pesan suara; jadi setiap Slide yang saya upload akan saya jelaskan lewat pesan suara. Kenapa. Biar kalimat saya nggak dicopy paste di blog" pa Joko menyampaikan pesan.
Beberap slide sudah dikirim, dilanjutkan dengan pesan suara. Pesan suara untuk menjelaskan gambar yang dikirim.
ini adalah gambar pertama yang disampaikan. Gambar ini harus dijawab, jika peserta ada diposisi mana. Posisi 1 di bagian bawah, atau dipuncak yang palung tinggi. Diharapkan peserta pada ketika selesai mengikuti acara pelatihan ini ada diposisi yes, I did it.
Gambar ke 2.
Gambar kiriman pa Joko yang ke 2 menjelaskan posisi penerbit diantara stake holdernya. Disana ada yang menyandarkan gidup pada dunia penerbitan. Ada penilis, pabrik kertas, distributor, karyawan, dan masih banyak lagi. Maka itu, jika kita peserta mampu menulis dan menerbitkan bukunya, berarti kita sudah membantu banyak orang.
jika gambar kedua begitu rumit, pada dasarnya ekosistem penerbitan sangat sederhan, hanya terdiri dari 4 bagian. Yaitu, peberbit, penyalur, pembaca, dan penulis. Jika buku yang diterbitkan, berapa penghasilan yang diterima penulis?. Penulis akan dapat 10% dari penjualan yang dihasilkan toko.
hambatan dunia menulis adalah rendahnya minat baca, menulis, dan mengapresiasi sebuah karya. Indonesia negara yang indeks literasinya rendah. Bahkan di ASEAN saja, Indonesia berada diperingkat ke 3 dari bawah. Begitu rendahnya minat baca di Indonesia ini.
gambar selanjutnya menjelaskan rantai penerbitan buku, dari penulis, hingga pembaca. Naskah yang dikirim penulis, akan diterima oleh Peberbit, jika diprediksi bisa diterima oleh pasar. Tiap tahun, ada ratusan naskah yang diterima penerbit, tetapi yang diproses hanya puluhan saja.
Proses panjang sebuah buku hingga sampai kepada pembaca haruslah diapresiasi. Mengapresiasi dengan cara tak membeli buku bajakan. Karena jika buku laku, maka buku bajakan akan bermunculan.
Memilih penerbit haruslah penerbit yang bersekala nasional, yang mempunyai jaringan luas se Indonesia. Jika buku terdistribusikan dengan merata dari Sabang sampai Merouke, maka penikmat karya kita akan semakin banyak.
Pilihlah penerbit yang bisa dipercaya, karena jika karya kita di diterbitkan oleh penerbit yang tidak tansparan, maka penulis akan dirugikan.
Kemudian, sekarang ini banyak sekali broker naskah, naskah dibeli dengan harga murah, kemudian dijual atau diterbitkan menggunakan nama orang lain. Hati-hati dengan modus ini, banyak orang mengaku penerbit, ternyata hanya broker naskah saja.
Pramudia Ananta Tur, penulis sukses, sering keluar masuk penjara karena tulisannya. Meski demikian, beliau masih terus dikenang, hinggga kini. Karyanya masih bisa dinikmati, meski beliau sudah tiada. Semoga ini menjadikan kita termotivasi.
jika kita menulis, maka banyak keuntungan yang akan didapat. Diantara yang akan didapatkan adalah; peningkatan finansial, karir, kepuasan, dan teputasi. Ini minimal yang akan didapatkan seorang jika menulis. Maka teruslah menulis, berlatih hingga menghasilkan sebuah karya.
Dalam menerbitkan buku, penulis haruslah fokus pada tema, karena hanya itu yang bisa diandalkan oleh penulis pemula. Tema yang menarik, lalu di selimuti dengan kata, dan kalimat yang indah maka, akan disukai pembaca, dan akhirnya akan laku di pasaran.
Trend. Haruslah diperhatikan. Karena trend akan dapat mendongkrak penjualan. Tren itu membuat orang penasaran, juga ingin tahu. Jika buku tak sesuai dengan trendnya, maka buku tidak akan laku dipasaran.
Inilah pentingnya menulis, pesan Al Ghazali harus kita perhatikan.
Semoga kita jadi penulis hebat.
Mantep menulis resume dengan lengkap. Diselipkan tulisan tambahan dengan suasana saat menulis.
BalasHapusKereen tulisannya..
BalasHapusLuar biasa. Lengkap dan sempurna resumenya. Good job.
BalasHapusMantap Pak Dadang resumenya lengkap dan sistematis. Semoga kita sama2 sukses menerbitkn buku ya?
BalasHapusjadiiin buku ya sahabat.. jossss
BalasHapusSiap segera.
HapusTulisannya enak dibaca, menggunakan bahasa yang sesuai dengan hati penulis dan mampu membawa pembaca seakan-akan ikut didalamnya.
BalasHapusLuar biasa Mantap
Suka gaya bertutur Pak Dadang dalam tulisannya. Mantap
BalasHapusMantap resumenya...
BalasHapusResume yg informatif..
BalasHapusmantap...lanjutken
BalasHapusKeren ...., tulisan yang indah dan selalu menginspirasi.
BalasHapusSalam literasi.