Menulis lalu Memasarkan (pertemuan 16)

Malam ke 16, dalam Pelatihan Belajar Menulis. Kali ini bersama Pa Agustinus Subardana. Seorang eksekutif pemasaran di penerbit Andi Jogjakarta.

Terlihat cool foto dalam famplet, enerjik, profesional dan pekerja keras. Pemasaran adalah penghubung antra prudusen dan konsumen. Sehingga terlihat good looking sebuah keharusan. 

Omjay, sudah merubah setelan sejak jam 19.00. Beberapa pesan juga langsung disampaikan. Siapa narasumber dan apa aktifitasnya sudah juga tak luput di infokan pada seluruh peserta. 

Saya sedang bertamu, pada salah satu tokoh masyarakat Kp. Cigaclung ketika acara dimulai. Sempat lupa jika Senin malam ini ada pelatihan menulis. 

Malam itu, selepas Shalat magrib berjamaah, saya diundang sang tokoh, H. Rosid namanya. Beliau baru saja menikahkan putra keduanya. Saya diminta berkunjung kerumahnya, untuk ikut mencicipi makanan yang diantar oleh besannya dari Serang Banten.

Makan malam selesai, lalu berbincang, sekedar berbagi pengalaman. Pak H. Rosid banyak bercerita tentang lika-liku perjalanan hidupnya. Saya hanya menyimak, sesekali mengkonfirmasi kembali apa yang ucapkan dan ceritakan. 

Terlalu asik berbincang, akhirnya tersadar, jika malam ini ada pelatihan menulis. Saya menyudahi perbincangan ketika jam menunjukan pukul 19.38. Pamit mohon izin untuk kembali ke rumah dinas dekat sekolah. 

Saya buka smartphon, untuk mulai belajar, pemateri sudah masuk kelas. Bu Aam sebagai moderator yang mempersilahknnya. Ucapan salam langsung dilontarkan pemateri. 

Pemateri agak telat masuk kelas, itu informasi yang saya terima dari moderator, ada ganghuan sinyal. Alhamdulillah, pada pukul 19.41 WIB, pa Agus muncul membuka materi yang akan disampaikan.

Materi dimulai, sebagai pembuka, Pa Agus, biasa disapa, menjelaskan kilas balik tentang pemasaran buku dimasa pandemi. Kemudian juga disampaikan bahwa pasar buku global tumbuh dimasa pandemi. Pertumbuhannya signifikan, bagai mana dengan Indonesia?. Tulisnya pada paragraf ke 3 (tiga)?

Pa Agus pun menyampaikan data. Beliau menjelaskan bahwa ditengah melesunya bisnis di berbagai industri akibat pandemi Covid-19, industri penerbitan buku justru bertumbuh. Ini merujuk laporan Nielsen Book Scan ICM, penjulan buku di global hingga akhir pekan di bulan Juli 2020 (YTD) mengalami pertumbuhan cukup signifikan. Kemudian, pa Agus melanjutkan menjelaskan, bahwa genre buku yang mengalami kenaikan adalah genre “Food & Drink” yang pertumbuhannya mencapai 33% atau menjadi 2,8 juta Euro. Selanjutnya, pada genre Fiksi tumbuh 9% (menjadi 7,1 juta Euro), genre Leisure & Lifestyle tumbuh 37% (menjadi 1,4 juta Euro), genre Personal Development tumbuh 11% (menjadi 2,2 juta Euro), dan genre Children & Young Adult Non-Fiction tumbuh 15% (menjadi 1,5 juta Euro).
Lantas, bagaimana dengan Indonesia?

Pa Agus mengakhiri penjelasannya dengan pertanyaan. Beliau melanjutkan pemaparannya, membandingkan penjualan buku global dengan penjualan buku di Indonesia. 

Pa Agus mengutip ungkapan Ketua Umum Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) Rosidayati Rozalina, seperti yang kita kutip dari situs resmi www.ikapi.org. info yang didapatkan bahwa industri penerbitan nasional terdampak cukup keras dalam terpaan pandemi. Lantaran, tutupnya toko-toko buku, sekolah-sekolah, dan pengadaan buku oleh dinas/perpustakaan.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan Ikapi, sebanyak 58,2% penerbit mengeluhkan penjualan yang turun lebih dari 50%. Separuh penerbit juga menyebutkan merosotnya produktivitas karyawan secara tajam dalam kondisi work from home (WFH) saat ini. Bahkan, sebanyak 60,2% penerbit menyatakan bahwa mereka hanya sanggup menggaji karyawan selama tiga bulan dan hanya 5% yang menyatakan sanggup bertahan sampai satu tahun.

Pa Agus melanjutkan pemaparannya, "Kendati demikian, tidak semua penerbitan buku mengalami penurunan penjualan. Ada sejumlah penerbitan buku di Indonesia justru mengalami pertumbuhan yang signifikan selama pandemi di 2020. Alhamdulilah puji syukur , kami Penerbit Andi Offset masih bisa bertahan dan bertumbuh. Dan th 2021 ini Kami Penerbit Andi akan membuka cabang representative... (Stokis)  sebanyak 120 titik di kota & kabupaten di indonesia"

Fenomena menarik di industri penerbitan buku pada masa pendemi adalah bertumbuhnya penjualan di kanal online. Penjualan online meningkat. Ini terjadi karena tutupnya toko, dan pembatasan akibat pandemi. 

Penjelasan pun dilanjutkan. Pak Agus menjelaskan bahwa perusahaan dalam rangka mempertahankan industri penerbitan buku,  supaya tetap terus hidup dan dapat mencapai hasil penjualan buku yang maksimal maka kita perlu  strategi pemasaran. Srategi Pemasaran biasanya hampir dipakai oleh semua wirausaha, intreprenur yang menjalankan bisnis.

Strategi pemasaran penjualan buku sangat dipengaruhi oleh banyak aspek dan unik . Kenapa demikian, hal ini dapat dilihat dari jenis – jenis buku yang di terbitkan. Jenis – jenis buku yang di terbitkan tersebut dikelompokkan menjadi beberapa katagori buku. Salah satu contoh Penerbit ANDI Offset menerbitkan buku cukup banyak katagori produk yaitu ada 32 katagori produk buku ( Katagori buku Anak, buku Bisnis, Buku Pertanian, Buku Fiksi - Novel, Buku Pengembangan Diri, Buku Teks , dll ).

Dari jenis – jenis katagori buku tersebut disinilah kita akan melakukan pemetaan berdasarkan segmentasi jenis katagori buku yang diterbitkan . Pada umumnya kegiatan pemasaran buku berkaitan dengan berkoordinasi beberapa kegiatan bisnis .  Sehingga strategi pemasaran pada umumnya di pengaruhi oleh faktor yang meliputi unsur mikro dan makro. Unsur mikro meliputi masyarakat, pemasok, penerbit, dan penulis itu sendiri. Sementara unsur makronya adalah, Hukum, politik, dan budaya masyarakat. 

Saat ini penerbit Andi dalam menjalankan bisnis Penerbitan Buku yang sedang jalankan masuk dalam faktor keduanya yaitu Faktor Mikro dan Makro. Hal ini dikarenakan Penerbit ANDI Offset sudah termasuk Industri Penerbitan buku, dengan usianya sudah mencapai 40 tahun dan telah menerbitkan buku lebih dari 15.000 judul buku yang telah di kelompokkan menjadi 32 katagori (dapat di kunjungi ke website kami : www.andipublisher.com ).

Strategi Pemasaran buku yang telah dipetakan menjadi dua strategi pemasaran yaitu Strategi Pemasaran Buku serangan Udara (on line) dan strategi pemasaran buku serangan Darat ( off line ), dengan berlandaskan pada faktor mikro dan faktor makro tersebut di atas. 

Kita juga terus mengembangkan sistem 
Directselling 
Pemasaran Buku melalui Directselling ini kita petakan berdasarkan jenis katagori buku yang kita terbitkan . Jenis Katagori buku penjualan lewat Directselling ini kita bagi menjadi beberapa target pasar yaitu :
- Buku Pendidikan (Buku mata pelajaran Utama dan buku pendamping untuk jenjang TK, SD, SMP, SMA, SMK).
- Buku Teks Perguruan Tinggi untuk semua mata kualiah
- Buku Referensi untuk jenjang TK, SD, SMP, SMA-SMK , Perguruan Tinggi dan umum
Dengan pemetaan jenis katagori tersebut diatas maka kami sebagai Industri Penerbitan buku melakukan terobosan pemasaran dengan menempatkan tenaga penjual (Sales) .

Pa Agus mengakhiri pemaparan. Bu Aam kembali memegang kendali diskusi. Mempeesilahkan peserta bertanya. Saya langsung mengirim peetanyaan. Pesan saya sampaikan ke no. WA 
pak Agus menyampaikan lewat pesan suara, beliau menjelaskan bahwa di zaman digital, mempromosikan jadi lebih mudah, tinggal sejauh mana kita konsisten dalam memasarkannya. Media yang efektif digunakan untuk memasarkan buku adalah; 
1. Blog pribado
2. Aplikasi good read
3. Fb
4. Komunitas reseller.

Di akhir materi saya ingat, salah satu teori menjual. "Bukan apa yang dijual, tetapi siapa yang menjual". 

Slam bloger Indonesia. 

Komentar

  1. wah makin oke tulisannya......semangat 4 resume lagi dan jadikan sebuah buku

    BalasHapus
  2. mantap pak Dadang, semangat semangat semangat
    makin joss tulisannya
    semangat berkarya, semangat menginspirasi

    BalasHapus
  3. Mantap bin keren tulisan. Enak dibacanya dan menginspirasi. Tetap semangat. Good job.

    BalasHapus
  4. Masyaallah... mantap dan keren selalu Bapak Ketua. Semangat dan karya yang luar biasa. Sangat menginspirasi.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ke Leuwidamar

Mengapa Harus Berbuat Baik

Bandel dan Cita-cita