Motivasi Berprestasi (pertemuan 22)

Dede Suryana, narasumber kita malam ini, seorang guru hebat yang sarat prestasi. Beliau sangat mencintai pekerjaannya, mendidik sudah menjadi bagian hidup. 

Prestasi sebagai guru hebat sudah diraihnya, ini bisa dibaca dari pemaparan yang disampaikan. "Pengalaman Abah mengajar, mengajar di SMP, di SD, dan sekarang Alhamdulillah dipertemukan dengan seorang guru hebat Abah diberi amanah juga mengajar di salah satu perguruan tinggi swasta di Bandung... Dan Abah juga Alhamdulillah diberi kesempatan untuk berbagi dengan guru hebat tahun kemarin menjadi NS untuk Bimtek guru pembimbing khusus bagi guru yg mengajar di sekolah inklusif di Indonesia, suatu kebanggan tersendiri bisa berbagi dengan mereka, dan malam ini suatu kehormatan om Jay memberi kesempatan Abah untuk sedikit barbagi dengan guru hebat disini, semoga sedikitnya menambah motivasi untuk berkarya dan mengupgrade pengetahuan untuk lebih baik lagi, karena *guru zaman NOW, adalah guru yg harus nyaman didalam zona ketidak nyamanan dan guru pembelajar yg tidak berkesudahan* semoga saudara guru hebat menjadi bagian dari guru zaman Now ini"

Abah melanjutkan pemaparannya" Siap... Berbagai komunitas guru nasional Alhamdulillah Abah diajak untuk berbagi, dan kemarin Abah diberi kesempatan untuk berbagi dengan dengan sahabat luar biasa P4TK TK dan PLB Kemdikbud, itulah pertemuan misterius, tapi semua itu bukan Abah hebat, dan bukan pula hasil kerja keras Abah, itu semua Allah SWT, lah yg memudahkan dan melancarkan aktivitas Abah...
Insya allah"

Abah sudah hijrah ke tempat baru. Sebelumnya abah mengajar di sekolah inklusif, sekarang beliau berada ditempat yang baru, tempat yang bisa lebih banyak lagi menebar virus kebaikan kepada sesama. 

S.1 Abah adalah jurusan Pendidikan khusus, atau Pendidikan Luar Biasa(PLB) Abah mengajar anak berkebutuhan khusus (ABK)

"Saudara Abah yg Abah cintai dan banggakan, malam ini mudah mudahan momentum yg baik untuk mengasah kemampuan, dengan kolaborasi seperti ini, akan menambah amunisi untuk terus bergerak dan menggerakkan guru yg lain, tidak sedikit di luaran sana teman" kita asik di zona nyamannya... Nah sekarang bapak dan ibu menjadi duta untuk menggerakkan mereka... Informasi ini jarang, jadi cocok sahabat guru hebat gabung disini" abah berbagi dan menginspiraai kita para guru.

Sudah satu jam Abah berbagi, beliau meminta ibu Aam, modertor untuk memberikan kesempatan pada peserta belajar menulis gel 17, bertanya. Dengan sigap bu Aam menampung pertanyaan. Mempersilahkan peserta bertanya melalui no WA pribadinya. 
Penanya pertama dikirim peserta ke moderator, bu Aam. 
P1
Assalamualaikum
Selamat malam abah Dede dan bu Aam yang luar biasa

Dari Mas Miftah, Demak
Speechless membaca CV abah. Menjadi honorer kurang lebih selama 34 tahun.๐Ÿ˜ข
Apakah tidak terbersit keinginan abah untuk menjadi PNS??
Apakah tidak jenuh menjadi honorer,  melihat keberhasilan rekan yang sudah menjadi PNS?
Bekerja kan tidak semata-semata untuk akhirat, karena manusia normal juga memiliki kebutuhan dan keinginan. Bagaimana ya bah meyakinkan hati kita?

Mohon penjelasan abah๐Ÿ™
Salam honorer Indonesia๐Ÿ’ช

Terimakasih pertanyaan yg luar biasa dari pak Miftah Demak, salam hormat dari Abah, sebagaimana yg bapak sampaikan terimakasih atas apresiasinya.
Kalau kemauan ada manusiawi, tapi bukan tujuan utama Abah, knapa karena hidup dan kehidupan bukan dari status PNS atau Honorer, menurut Abah semua sudah ada suratan tangan, dulu Abah berfikir dengan usia yg sudah tidak muda lagi tidak ada kesempatan untuk menjadi PNS atau sejenisnya, tapi.... Aturan Allah lain, dengan menggerakkan Rahman dan rahimnya, Allah mengutus dan mengetuk para pembuat kebijakan untuk mengadakan seleksi PPPK ini mungkin jawaban yg selama ini yg tidak pernah Abah atau teman" fikirkan. Jadi intinya Abah menikmati proses dan menjalankan tugas sebaik mungkin.  
Kalau menjadi honorer Abah tidak jenuh dan Abah mencintai profesi sebagai *Guru* nya terlepas apa itu PNS atau Honorer... Itu sedikit jawaban yg dapat Abah sampaikan untuk yth. bapak Miftah...
Pertanyaan pertama, sukses dijawab dengan baik.

Masuk ke pertanyaan ke 2,
P2

Assalamualaikum bu Aam dan abah
Perkenalkan saya Maifil Andrean dari Jambi

Sebelumnya saya sngat salut dengan loyalitas abah sebagai seorang guru dan berprestasi.

Yang ingin saya tanyakan dari prestasi yg abah miliki saat ini, apa prestasi yg paling membanggakan bagi abah...boleh cerita sedikit perjalanan meraihnya.

Terima kasih

Bu Aam mempersilahkan Abah menjawab pertanyaan ke 2. 

Abah menjawab pertanyaan ke 2
Waalaikumsalam  bapak Andrean dari Jambi, salam sehat dan tetap semangat...

Prestasi yg Abah sangat banggakan *tat kala bertemu alumni yg sudah berhasil dan mengatakan benar apa yg bapak katakan dulu bapak mengatakan begitu dan saya kadang mengacuhkannya, tetapi setelah saya dewasa benar apa yg bapak katakan dan saya melakukannya Alhamdulillah saya seperti ini* nah itu kejadian yg pernah Abah alami....

Untuk prestasi yg Abah raih Abah syukuri karena itu semua adalah kemudahan dan bonus dari yg Khaliq... 
Perjalan Abah panjang banyak liku liku hidup dalam bekerja di dunia pendidikan, tapi Abah selalu menco untuk tetap fokus pada pekerjaan intinya bagiamana bisa mengakoomodir kebutuhan pendidikan para peserta didik, disamping kegiatan yg laiinya, intinya harus bisa membagi waktu, ada istilah *fardhu tersambung sunat terbawa* itu barangkali sedikit jawaban untuk bapak Adrian dalam buat guru" hebat disana๐Ÿ™๐Ÿ™

Lanjut ke peetanyaan ke 3
P3

Assalamualaikum Abah Dede dan Teh Aam geulis.

Masya Allah Abah Dede, terharu sekaligus malu saya kpd Abah. 
Seorang guru honorer mampu berkarya dan berprestasi luar biasa. 

Sementara saya, Ibu Mujiatun dari Lampung. Seorang guru ASN
sudah 25 th masih sangat miskin akan karya.

Oleh sebab itu, saya mohon pencerahannya. Bagaimana cara menuju puncak tangga GURU BERPRESTASI itu Abah? 

Trimksh๐Ÿ™

Abah menjawab. 

Waalaikumsalam, ibu Mujiatun yg Abah hormati dan Abah banggakan, tidak Bu, mungkin tahun ini kesempatan Abah, dan tahun berikutnya adalah giliran ibu untuk berkarya, tidak ada kata terlambat, Abah yakin ibu akan lebih baik dari Abah, dengan segala keterbatasan Alhamdulillah Abah bisa menyelesaikan pendidika meski berdarah" knapa Abah tempuh, untuk untuk membanggakan diri tapi utu semua Abah merasa kurang dan masih banyak kekurangan, salah satu yg memotivator Abah untuk berkarya dan melanjutkan pendidikan tak lain dan tak bukan  adalah Om Jay, Abah sempat beberapa kali berkesempatan duduk bareng dalam suatu kegiatan dari Kemdikbud, dari sana Abah termotivasi Alhamdulillah selesai atas ijin Allah... 
Ibu hebat masih banyak kesempatan dan ibu bersyukur telah masuk di grup ini, yg selalu membagi ilmunya, banyak narasumber hebat yg didatangkan oleh Om Jay...
Tetap semangat ya Bu...๐Ÿ’ช๐Ÿ’ช๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ˜

Tak teras  masuk pada pertanyaan ke 4
"Kharir dari Kendal mohon izin bertnya. Apa yang membuat Abah semangat mengajar meskipun posisinya hanya sebagai guru honorer. Apa yang membuat Abah akhirnya tergerak hati untuk berprestasi. Kadang lelah juga ya Abah ... menunggu yang misterius itu. heh...he...Mantap. Semangatnya patut diacungi jempol. Terima kasih"

Jawab.
P4

Kharir dari Kendal mohon izin bertnya. Apa yang membuat Abah semangat mengajar meskipun posisinya hanya sebagai guru honorer. Apa yang membuat Abah akhirnya tergerak hati untuk berprestasi. Kadang lelah juga ya Abah ... menunggu yang misterius itu. heh...he...Mantap. Semangatnya patut diacungi jempol. Terima kasih

Selamat malam bapak kharir, yang membuat Abah bisa bertahan untuk terus mengajar, mungkin karena *tuntutan hati* dan dulu Abah bercita" ingin menjadi guru, tapi ga kesampaian pada tahun 1981 Abah sudah ditinggal ayah, maka pada waktu itu Abah pendidikan hanya sampai SMA, tapi pada tahun 1987 Abah ditawari untuk mengajar di SMP oleh guru Abah, karena mungkin pada saat SMP beliau mengetahui kompetensi Abah, 20 tahun ngajar di SMP dgn pendidikan SMA, 2006 hijrah ke Bandung dengan pendidikan SMA mengajar di SD, 2010 ikut seleksi beasiswa S.1, atas doa dari keluarga dan anak" hebat Abah lolos kuliah S.1 di UPI Bandung jalur Beasiswa, 2014 lulus ini perjalanan cukup berat, di usia 40 tahun kuliah S.1 sudah berkeluarga lumayan berat memang biasa kuliah dibiayai oleh pemerintah, untuk operasional berbgai dengan dapur,... Tahun 2016 masuk S.2 lulus tahun 2018 di usia 50 tahun..

Menunggu misterius cukup lumayan semoga saja Abah dan teman guru hebat dipertemukan dengan takdir yg misterius yg lebih baik lagi baik untuk sahabat guru honorer ataupun PNS, pada prinsipnya sama mengabdi kepada murid... 

Tetap semangat...
๐Ÿ’ช๐Ÿ’ช๐Ÿ’ช๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ๐Ÿ˜๐Ÿ™

Saya ikut bertanya, di pertanyaam ke 5. saya kirim pertanyaan lewat bu Aam.

P5

Assalamualikum Abah,
Saya Dadang Huzazi dari Lebak Banten. 

Mohon pencerahan. Saya mengajar di Sekolah terpencil, ketika dulu baru ditemptkan, akses jalan sulit, tanpa listrik dan sinyal. 

Sekarang sinyal dan listrik sudah ada. Tetapi sekarang tantangan lain yang jauh lebih berat. Anak terbiasa menonton tv dan main game, hingga anak sulit konsentrasi dalam belajar. 

Mohon saran dan dorongan agar ttap semangat dalam berbagi ilmu dengan para peserta didik.

Wassalam..๐Ÿ™๐Ÿ™

Waalaikumsalam, pak Dadang...
Luar biasa dulu bapak ditempatkan ditempat yg terpenci dengan kondisi yg mungkin bisa mengancam jiwa bapak pada saat berangkat menjalankan tugas, listrik belum ada, tapi Alhamdulillah anak" bisa tertangani dengan baik karena konsen dan fakus,...
Tantangan sekarang seiring dengan kamjuan teknologi anak" menjadi sebaliknya anak jadi fokus ke game tidak fakus pada pelajaran... Bagaimana untuk mengatasi hal tersebut...
1. Bapak menjalin kolaborasi dengan orangtua libatkan orangtua untuk mengawasi putra putrinya terkait pengguna hp.dan teknologi
2. Minimal 1x dalan satu Minggu ada refleksi untuk mengetahui progres setelah bapak memberikan PR buat ortunya
3. Jalin hubungan emosional baik dengan orangtua atau pun siswa sehingga nantinya  orangtua dan siswa bisa saling mengerti dan akan bijak untuk menggunakan sarana teknologi ini.
4. Jangan pernah menghentikan/ melarang anak untuk mengekplor kemampuan dalam teknologi tapi batasi dan berikan tanggungjawab, sekarang ada istilah PPK (Profil Pelajar Pancasila) yg menitik beratkan kepada karakter *CERDAS BERKARAKTER*

itu barangkali jawaban Abah...
Tetap semangat, banyak jalan menuju Roma...
Banyak akan untuk mempengaruhi anak (itulah seni mengajar seorang guru)...
๐Ÿ’ช๐Ÿ’ช๐Ÿ’ช๐Ÿ˜๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

Pertemuan berakhir, Abah pamit, sebelumnya Abah mengajak kita para guru untuk menjalani profesi dengan sepenuh hati..

Bu Aam, menutup acara. 

Komentar

  1. Ciri khas pak dadang adalah mengorganisir sesi tanya jawab. Karena terkadang informasi penting banyak terdapat disana. Siiippp

    BalasHapus
  2. Betul apa yang disampaikan Bu Atik, Pak Dadang punya ciri khas tersebut.
    Mantap resumenya

    BalasHapus
  3. Pak Dadang emang selalu menyelipkan sesi.tanya jawab bagus pak lanjut menulis

    BalasHapus
  4. Waaaww.. Speechless..
    Lengkap resumenya Pak Ketua sampe dengan tanya jawabnya
    Keren dan Mantap *thumb up*

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ke Leuwidamar

Mengapa Harus Berbuat Baik

Bandel dan Cita-cita