Tempat Pengabdian Yang Sesungguhnya (pertemuan 23)
Pertemuan ke 23, tak terasa, sepertinya baru kemarin mendengar materi pertama yang menarik dari Om Jay. Oh, ... hari ini sudah dipertemuan ke 23. Tak terasa karena menikmati kegitan ini.
Materi malam ini akan ditemani oleh bapak Khamdan Muhaimin, S.Pd. Gr. Dengan judul bahasan Menjadi Guru Berprestasi dan Berdedikasi di Daerah 3T. Tentunya acara ini semakin menarik, karena dipandu oleh Mr. Bams.
Om Jay selalu menyajikan pemateri hebat. Bukan hanya pengetahuan saja yang didapat, tetapi ada yang lebih dahsyat, yaitu inspirasi. Saya, juga mengajar dipedalaman, tepatnya di Kecamatan Sobang, Kab. Lebak. Sekolah tempat saya mengajar berada dikawasan Taman Nasional Gunung Halkmun Salak (TNGHS), berbatasan dengan wilayah suku Baduy. Suku terasing yang menutup diri dari teknologi, dan memilih tradisionalism.
Perjuangan saya tak ada apa-apanya dibanding dengan pa Khamdan. Saya hari ini sudah menikmati listrik, dan sinyal. Meski terbatas. Sementara pa Kahmdan belum ada faslitas itu.
Menarik sekali, apa yang disampaikan beliau, hingga saya semakin mensyukuri, ternyata bukan hanya saya ada dalam posisi itu.
Pak Khamdan masuk kelas, mengucapkan salam, tak lama mengirim cv, yang dikemas dengan file microsoft word. Dari cv itu, menggambarkan ke hebatan beliau sebagai guru yang pekerja keras.
Pa Khamdan membuka kegiatan, mengucapkan salam, dan menyapa peserta.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh, selamat malam, salam sejahtera untuk kita semua. Bapak/Ibu guru hebat yang saya hormati, Pak Bams selaku moderator dan om jay yang saya hormati , semoga malam ini semua dalam keadaan sehat wal afiat. aamiin."
Pa kamdan mempeekenalkan diri
"Perkenalkan nama saya Khamdan Muhaimin, S.Pd, Gr. Saya Bertugas di SMPN 5 Sambi Rampas Kab. Manggarai Timur, Provinsi NTT. Kelahiran saya di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah."
"Bapak/Ibu guru hebat yang saya hormati Malam ini saya akan berbagi pengalaman selama bertugas di daerah terpencil dengan tema menjadi guru berprestasi dan berdedikasi di daerah 3T (Terdepan, terluar dan tertinggal)"
"Sebelum menjadi guru di NTT saya pernah menjadi guru honorer di SMK Muhammadiyah Weleri Kendal dan SMKN 1 Mandiraja Banjarnegara Jawa Tengah."
"mohon bersabar ya Bapak/Ibu sinyal disini kurang bagus karena cuaca jadi terkrim agak lama."
"Bapak/Ibu yang saya hormati, Setelah itu saya mengabdi di daerah 3t (terdepan, terluar dan tertinggal) dari tahun 2015 sampai sekarang kurang lebih selama 6 Tahun. Tentu bapak/ibu sudah bisa membayangkan kondisi daerah terpencil. Saya bercerita sedikit tentang kondisi di tempat saya. Di tempat saya tugas tidak ada Listrik, sinyal susah, air susah, jalan rusak mendaki menurun sedangkan mata pencaharian orang tua berkebun/petani kopi yang hasil panenya satu tahun satu kali, di tempat saya mengabdi kehidupan orang tua siswa adalah golongan ekonomi menengah ke bawah. Desa kami terdiri dari 7 kampung yang lokasinya berjauhan perkampung."
"Menuju ibu kota kab. membutuhkan waktu kurang lebih 4 jam. Jadi kalo mau makan bakso, mie ayam,sate dkk nya ya ke kota dulu heheh… tapi semua itu saya nikmati karena dengan menikmati dan mensyukuri proses kehidupan ini semua terasa ringan.."
"Terus bagaimana bertahan di sana pak? saya dan warga di sana tidak pernah atau jarang sekali membeli sayur ke kota karena kita menanam sendiri untuk dimakan sehari-hari, kalo beli tidak mungkin karena ke pasar saja jauh sekali. Kita tanam labu, daun singkong, kubis, buncis, daun pepaya. Tetapi makanan favorit adalah daun singkong, labu beserta daunya karena tumbuh setiap saat (tidak mengenal musim) sedangkan kubis menunggu musim kemarau. Untuk lauk kita biasanya dengan telur,mie instan, ikan asin, ikan basah kalo musim ikan dan ayam pedaging."
"Bapak/Ibu yang saya hormati adat di daerah 3t sangat kuat, berbagai acara adat masih ada misalkan di daerah kami adalah
1. Irong, tidak boleh berteriak, menyalakan api, ribut, selama 1-2 hari, tujuanya adalah supaya hasil panen melimpah.
2. Acara mbaru dor, adalah masuk rumah baru mereka menggunakan berbagai acara adat.
3. Kepok tuak adalah adat menyambut kedatangan tamu dengan berbicara adat menggunakan tuak, rokok dan ayam kampung. Ungkapan ketulusan orang disini menerima tamu dan kegembiraan menyambut tamu baru.
4. Makan padi baru, acara pesta sekolah dll."
"Dari sinilah saya mulai menulis tepatnya tahun 2016. Menulis tentang berbagai tantangan dan solusi menjadi pendidik di daerah 3t. Pertama kali menulis langsung membawakan saya menjadi finalis (10) besar kegiatan Simposium GTK 2016 di Jakarta yang diselenggarakan oleh Kemdikbud RI."
"Saya menulis karena saya ingin Pendidikan di daerah khusus atau daerah terpencil yang masih serba kekurangan dari berbagai akses dapat diperhatikan oleh pemerintah. Dan saya berharap dengan menulis tentang perjalanan di daerah 3t dapat memotivasi para guru-guru yang berjuang di garis depan daerah terpencil supaya para pendidik semangat berinovasi dan menginspirasi di walaupun di daerah terpencil."
"Di daerah 3t saya mendirikan rumah belajar, rumah belajar berdiri tahun 2016 sampai sekarang. Anak-anak setelah pulang sekolah makan istirahat sebentar kemudian ke kebun untuk ambil kayu bakar dan sayur kemudian pulang makan malam dan tidur karena kelelahan sehingga tidak sempat belajar. Melihat kondisi itu maka saya mendirikan rumah belajar supaya anak semangat belajar dengan menyajikan kegiatan les matematika, membaca buku, menggambar, mewarnai, bulu tangkis , bola voli, puzzle dll. Sedangkan malamnya pukul 19.30 wita anak-anak juga dapat belajar mengoperasikan laptop dan akses internet gratis di rumah belajar. Dan yang membuat saya senang, rumah belajar pernah mendapatkan kiriman buku dari mba Najwa Shihab sebagai duta baca Indonesia. Dan mengunggah kegiatan rumah belajar saya ke instagramnya."
"Selain itu saya juga menjadi relawan di daerah 3t dengan membuat proposal bantuan ke berbagi instansi bagi negeri maupun swasta. Yayasan, kampus, komunitas, media online, perpustaakan daerah, nasional, kita menjalin kerja sama dengan mereka. Kemudian setelah mendapatkan apa yang di dapat saya mewakili donator membagikannya seperti membagikan flashdisk vidio pembelajaran program kirim budi ke sekolah SD, SMP dan SMA, membagikan seragam sekolah, buku bacaan, alat tulis ke sekolah SD, SMP dan SMA di tempat saya mengabdi, membagikan mukena, alquran, iqro, buku, karpet masjid ke umat muslim minoritas di masjid fatahillah. Saya mewakili donator dari jawa juga membuat dua sumber mata air dan 4 bak penampung air untuk warga sekitar yang kekurangan air di daerah 3T."
"Di sekolah saya yang merupakan daerah 3T sinyal susah kadang blank sinyal 3 hari, coba bayangkan 3 hari tanpa HP,oleh karena itu saya menginisiasi sekolah berbasis digital seperti : Computer Based Tes offline dan pemilihan ketua Osis offline merupakan pertama kali dilaksanakan di sekolah kami dan pertama kali juga di kab. Manggarai Timur, cara kerja ini digital akan tetapi tanpa menggunakan sinyal dan kartu perdana, selain itu kami juga membuat kelompok belajar mini di setiap kampung."
"Bapak/Ibu yang saya hormati, Prestasi terakhir kemarin di nobatkan menjadi Guru SMP Inspiratif Tingkat Nasional 2020 yang diselenggarakkan oleh Dirjen GTK Kemdikbud di Hotel Serpong, Tangsel. Semoga berikutnya Bapak/Ibu hebat akan mendapatkan apresiasi ini. aamiin"
"Disini pasti banyak guru-guru hebat yang terus berjuang demi kemajuan Pendidikan, terus berkarya. Salam dari NTT. Terimakasih. Wassalamualaikum Warahmatulllahi Wabarokatuh"
Materi dtutup, peserta di beri kesempatan bertanya.poto-poto bagus ditampilkan pa Khamdan, terlihat beliau menikmati perjalanan hidup, tanpa beban, gembira bersama menghantarkan anak-anak 3T menuju kesuksesan.
Masuk sesi pertanyaan, pertanyaan pertama dikirim Mr. Bams.
Assalamualaikum Pak Khamdan dan Mr. Bams yg saya hormati.
Saya, Ibu Mujiatun dari Lampung sangat kagum menyimak kisah perjuangan Bpk di daerah 3T.
Dalam kondisi serba minim Bpk masih bisa bertahan bahkan berprestasi.
Saya jadi malu ini Pak, berada di daerah yg serba mudah hingga saat ini belum memiliki prestasi apa2.
Dan saya pun jadi penasaran ini Pak. Mohon berikan kami tips, trik, dan kiat apa yg membuat Bpk mampu berinovasi dan berprestasi di tengah keterbatasan tersebut.
Trimksh๐๐
Pak Khamdan menjawab
Wa alaikumsalam wr wb, Terimakasih pertanyaannya ibu mujiatun. Kalo saya biasanya ada persoalan di sekitar kita catat bu kemudian dibaca malamnya sembari mencari solusi dg inovasi2 yang bisa kita lakukan, jika belum ketemu cari sampai ketemu bu, suatu saat dg kesabarn nnti ada solusi bu untuk mengatasinya.. Terimaksih
Pertanyaan selanjutnya
Assalamualikum
Saya Dadang Huzazi dari Lebak Banten.
Bahwa jadi guru adalah pekerjaan mulia Ketika dikerjakan dengan hati. Dari paparan bapak, bapak sudah sampai pada posisi itu.
Apakah motivasi dari apa yang bapak lakukan, hingga bapak bisa sukses seperti sekarang..๐
Wa alaikumsalam wr wb, Terimakasih pak dadang, saya pribadi masih merasa belum melakukan apa2 pak, mungkin ada yg lebih dari saya pak, hanya saja mungkin belum terekspose, mengikuti perlombaan hanya untuk menginspirasi Bapak/Ibu yg lain supaya lebih dari saya..tentang kesuksesan sya hanya bisa melakukan ini..sya belum sukses pak, masih minim prestasi๐ yg penting bekerja dg ikhlas dinikmati dan disyukuri.
Pak Khamdan menutup materinya, kalimat penutup yang beliau sampaikan sangat berkesan.
"Teruslah mengabdi dimanapun Bapak/Ibu berada, ilmu yg kita berikan akan berdampak pada generasi berikutnya, guru tidak hanya mengajar tetapi juga bisa berkontribusi bagi lingkungan sekitar yang membutuhkan, terus menjadi teladan bagi anak didik, terus berkarya, berinovasi dan menginspirasi, selamat mengabdi, semoga sehat selalu dan berusaha memberi manfaat kepada orang lain.Terimaksih pak bams..๐๐ป"
Resume yang luar biasa pak Dadang
BalasHapusmungkin pengalaman pak Dadang bisa ditulis lebih banyak lagi.
semangat berkarya, semangat menginspirasi
Pak Dadang saya bangga turut mengapresiasi berkat mengajar sepenuh hati di berbatasan suku Baduy, semoga dilancarkan dlm segala hal pak sehat selalu,
BalasHapusTerimakasih bu
HapusMantap, Pak Dadang
BalasHapusPengalaman bapak mengajar di dekat perbatasan Baduy juga pasti menarik untuk disimak
semoga pengalaman saya cepat menjadi buku.
Hapus