Guru Berinovasi pertemuan 26

Bersama pak Sigit Suroyon, S.Pd. M.Pd.yang punya pengalaman dan prestasi segudang. Juga dipandu oleh pa Bams, moderator hebat dari Bandung. 

Malam ini, jelang pukul 19.00 
Om Jay, mengubah setelan WA grup Belajar Menulis Gel. 17. Setelan itu menjadikan hanya admin yang bisa menulis pesan. Jika sudah seperti itu, artinya kegiatan belajar menulis siap dimulai. Pertemuan ke 26, yang semakin seru dan mengasyikan. 

Mr. Bams membuka acara, menyampaikan salam lalu memperkenalkan diri. Kemudian, menyampaiakan susunan acara, dan menawarakn no kontaknya untuk dihubungi jika ada peserta yang hendak bertanya. Tak lama berbasa basi, pa Sigit Suryono pun dipersilahkan untuk tampil menyampaikan materinya. 

Pa Sigit tampil, tak lupa mengucapkan salam, dan memperkenalkan diri. Beliau juga menyampaiakan apresiasi kepada peserta yang semuanya adalah guru-guru hebat. Malam yang menyenangkan, masih bisa belajar dengan motivator hebat. 

Diawali dengan mengirim gambar doraemon, film anaak-anak yang sangat terkenal, ada jutaan fans nya di Indonesia. Film yang setiap episodenya selalu ada tema menarik dengan masalah-masalah seru yang dialami para tokohnya. Doraemon hadir sebagai pemberi solusi bagi keadaan yang terjadi. 

Sepertinya pa Sigit coba menggambarkan kami sebagai guru sebagai orang yang dapat menghadirkan solusi terhadap masalah yang ada dalam proses pembelajaran. Masalah dan solusi memang satu palet, sama seperti penyakit dan obat, tetapi kadang kita harus mencari solusi, karena solusi tak hadir dengan sendirinya. Harus ada usaha dan upaya serius untuk menemukannya. 
Pa  Sigit menyampaiakan materi setelah menyampaikan. 
"Setiap permasalah yang muncul akan bisa menjadi triger, pemicu bagi kita semua untuk bisa memecahkannya, salah satunya adalah dengan melakukan inovasi." Keywoord yang disampaikan pa Sigit dalam menyikapi solusi yang ada dalam pembelajaran." Kalimat pertama disampaikan.

Lanjutnya, bahwa setiap orang bisa melakukan inovasi sesuai dengan masalah yang dihadapi. Didalam kehidupan sehari-hari, dalam melalukan sebuah inovasi maka harus ada ilmu dasar yang bisa kita gunakanan. Ilmu dasar adalah ilmu yang kita peroleh sejak kecil sampai dewasa. Setiap permasalah yang muncul/ timbul memungkinkan kita untuk belajar menghadapinya.

Dalam hidup, Persoalan atau permasalah yang ada, bisa dengan cepat diatasi jika kita memiliki ilmunya. sebaliknya jika ilmu kita tidak memungkinkan maka permasalahan atau persoalan yang ada akan lebih susah untuk kita pecahkan. Disanalah perlu ada upaya untuk menyelesaiakan seluruh permasalahan yang ada. Salah satu usaha menyelesaiakan masalah dengan inovasi. 

Untuk menjadi seorang yang inovator kuncinya adalah "Belajar, belajar, dan belajar". Belajar yang dimaksud adalah belajar dengan sistematik, yaitu;

1. Belajar kita dapatkan dari semua yang ada di dunia ini, dari ayah bunda yang menanamkan pendidikan sejak kita kecil, banyak pengalaman berharga pasti akan kita dapatkan dari mereka, dan itu bisa digunakan sebagai modal memecahkan masalah. 
2. Belajar dari teman, masyarakat, dan lingkungan sekitar akan mengajarkan pada kita untuk bisa berbagai dan berkolaborasi dengan saling menghargai semua karya cipta dari mereka akan memunculkan ilmu dan problem solving pada diri kita.
3. Saat sudah mulai sekolah kita akan mendapatkan banyak ilmu dari guru kita, dosen kita, dan tentu sahabat sahabat kita. Mereka tempat kita menggali ilmu, tempat kita berdebat dan berdiskusi dengan berbagai permasalahan, tempat mencurahkan isi hati, dan ilmu kita dalam menghadapi persoalan di ruang kelas, maupun di ruang sosial kemasyarakatan.
4. Dunia kerja dan lingkungan kerja kita akan memunculkan inovasi-inovasi baru bagi diri kita karena permasalahan yang ada. Saat kita berkerja dituntut untuk menyelesaikan berbagai masalah pekerjaan kita, sebagai guru inovasi yang bisa kita munculkan ada di sekitar kita. Ada siswa, ada rekan guru, ada kepala sekolah, ada pengawas, ada dinas pendidikan, ada peraturan pemerintah, ada lomba, ada peningkatan kompetensi kepribadian, ada peningkatan kompetensi sosial, ada kompetensi pedagogik, ada kompetensi profesional yang itu semua adalah ladang inovasi bagi kita.

Masalah-masalah di dunia kerja yang kita hadapi itu adalah tempat kita berinovasi untuk bisa mengatasi masalah, atau untuk meringankan beban kerja, atau bisa untuk memunculkan ide baru agar pekerjaan kita menjadi lebih ringan, lebih bermanfaat, dan juga bisa dirasakan hasilnya oleh semua orang. Jika perasaan itu ada pada diri kita... maka bapak ibu adalah "guru inovator"

Kunci berikutnya untuk menjadi seorang yang inovatif setelah belajar adalah berkolaborasi.

"Kolaborasi" penting sekali untuk mempercepat suatu proses inovasi. Dengan kolaborasi dengan rekan sejawat, guru-guru inovator yang lainnya apalagi dalam kumpulan teman-teman penulis sebuah karya akan bisa diselesaikan dengan lebih cepat daripada diselesaikan sendiri. Dengan kolorasi kita bisa saling mengingatkan, saling membantu dikala ada masalah, saling berbagi ide pemecahan masalah, saling menguatkan di kala susah, dan tentu saling menginspirasi untuk berinovasi.
Kata kunci berikutnya adalah berbagi.
Setelah bapak ibu "belajar", "berkolaborasi" penting sekali untuk bisa saling berbagi. Dengan bisa berbagi ilmu pengetahuan, hasil inovasi yang sudah kita lakukan akan bisa lebih bermanfaat bagi orang lain. Dengan kata lain dengan berbagi dengan orang lain, akan bisa memunculkan produk-produk baru bagi kita semua karena kita akan mendapat masukan dari orang lain yang bisa memperbaiki kualitas dari hasil inovasi yang kita lakukan. Bisa juga ada kritikan yang tentu ini akan memunculkan sebuah masalah yang bisa kita pikirkan untuk menjadi inovasi berikutnya.

Kata kunci berikutnya adalah menginspirasi.

Setelah belajar, berkolaborasi, dan berbagai maka Menginspirasi adalah satu kata multi makna. Jika tataran kita sudah bisa menjadi "menginspirasi" itu artinya adalah kita mendapatkan surga di dunia.

Saya yakin bapak ibu, omjay, dan teman-teman yang hadir dalam kegiatan ini adalah orang-orang inovator yang terus menginspirasi banyak orang.

bapak ibu sudah belajar menulis, sudah berkolaborasi dalam pembelajaran dalam group wa ini, dan telah berbagai tulisan bapak ibu di media blog. itu semua yang dilakukan oleh inovator-inovator di jaman ini. tulisan bapak ibu akan menjadi jejak digital yang bisa dibaca, dipelajari dan diamalkan oleh siswa kita, oleh teman-teman kita, oleh keluarga kita, dan semua orang yang mengakses blog bapak ibu semuanya.

Tebarkan manfaat dari kegiatan ini untuk lingkungan kerja kita dan juga siswa kita. Bapak ibu telah banyak belajar dari orang-orang hebat pengisi kegiatan ini, teman-teman penulis, teman-teman penerbit, dan juga dari guru-guru maupun praktisi. Giliran bapak ibu semua menjadi penerang, pembawa ilmu bagi diri sendiri, keluarga, siswa, teman sejawat dilingkungan masing-masing.

Bertebaranlah bapak ibu menjadi inovator-inovator yang bisa menginspirasi di tempat bapak ibu berada. Karena sesungguhnya semua orang adalah inovator, untuk bisa diakui oleh orang lain bagilah inovasi bapak ibu pada orang lain. dari yang sederhana, sampai yang  komplek, dari hanya bermanfaat bagi diri sendiri biarkan inovasi itu bisa dimanfaatkan oleh orang lain.

Untuk mengakhiri materi saya saya ingin menyampaikan suatu yang sangat penting bagi kita semua

“Barang siapa yang harinya sekarang lebih baik daripada kemarin maka dia termasuk orang yang beruntung. Barang siapa yang harinya sama dengan kemarin maka dia adalah orang yang merugi. Barang siapa yang harinya sekarang lebih jelek daripada harinya kemarin maka dia celaka.” Dan “Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain”.
Kalimat petama : Barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemari maka dia orang yang beruntung dan ini adalah “Inovasi”. Kata kuncinya adalah orang yang lebih baik dari waktu sebelumnya. Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain, (inilah yang disebut dengan “inspirasi”).

Sosok yang inovasi dan inspirasi maka dia senantiasa berpikir dapat bermanfaat bagi orang lain. Dimana inspirasi dan inovasi itu ada irisan artinya bahwa inovasi yang dilakukan itu bermanfaat dan bisa berguna bagi orang lain. yang kedua Guru Inpirasi yang dilakukan harus inovatif agar ada keterbaruan. Dari inovasi dan inspirasi ini muncullah obsesi (mimpi besar) kumpulan mimpi besar yang belum tentu ada hari ini bisa diwujudkan mungkin saat yang akan datang. (Suhendra, M.Ed, Ph.D(UPI))

Inovasi dapat dilakukan, ilmu yang ada, yang didapat dari perjalanan hidup ini sudah cukup untuk melakukan inovasi. 

Materi selesai,  sesi tanya jawab dilakukan. 

Asslamualaikum warohmatullahi wabarokatuh. Saya Dadang, dari Lebak Banten. 

Sebagai guru, saya punya keinginana untuk bisa menginspirasi peserta didik. Tetapi karena saya guru biasa yang miskin prestasi, hingga tak ada yang bisa saya berikan kepada siswa saya. 

Yang bisa saya lakukan untuk siswa saya, hanyalah tampil prima dudepan mereka. Atau saya datang kesekolah dan masuk kekelas tepat waktu. 

Tetapi yang saya lakukan diatas dianggap biasa, dan tak dianggap istimewa. Sementara inspirasi itu dari hal lebih yang istimewa. 

Pertanyaan
Bagaimana saya bisa menginspirasi siswa, dengan  kemampuan yang terbatas ini. 

Pa Sigit menjawab..
Teriakasih paka Dadang apa yang dilakukan oleh bapak adalah hal yang luar biasa, jangan menganggap apa yang kita lakukan dalam pekerjaan sehari-hari hal yang tidak bermakna. Saya masih ingat dengan apa yang saya lakukan saat awal saya kerja. Saya adalah salah satu orang yang hampir DO saat di bangku kuliah orang gagal tanpa prestasi. masuk kuliah S1 1995 selesai 2002 7 tahun sudah diancam oleh Kajur jika tidak selesai maka akan di DO, Wisuda tidak berani dan pernah dikeluarkan dari ruang kuliah karena tertidur. saat kuliah S2 sampai 2005 pun banyak teman yang menganggap saya gagal karena saya dikira oleh mereka masih S1. karena saya tidak bercerita dengan mereka. dan saya merupakan salah satu mahasiswa yang tidur dikampus dari tahun 1997 s.d 2005 sebagai mahasiswa pencinta alam. Teman-teman di kampus baru tau kalau saya ternyata bisa lulus S2 saat wisuda tahun 2006.  Bahkan di kampus sering diejek mahasiswa S1 11 tahun terlalu disenangi dosen. Yang saya lakukan adalah terus belajar, dan membaca bapak. kemudian saat didunia kerja saya melaukan hal-hal yang sederhana dan terus belajar dari para ahli lewat karya mereka.

Tepat pukul 21.05 semua pertanyaan selesai dijawab. Acara selesai..


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ke Leuwidamar

Mengapa Harus Berbuat Baik

Bandel dan Cita-cita