Personal Branding
Sebegitu terkesannya murid terhadap guru kadang bukan profesionalime yang sangat tinggi dari seorang guru. Ada faktor lain yang jadi penyerta hingga hubungan antara guru dan murid itu, menjadi sebuah ikatan cinta.
Ada banyak peristiwa yang terjadi disekolah, kemudian dihadapi dengan bijak oleh seorang guru. Dari sana, siswa bisa melihat kepribadian guru, dan akhirnya suka, kagum, dan mengidolakan guru tersebut.
Natural atau rekayasa (modus), yang dilakukan guru, adalah bentuk membangun kepribadian. Membangun kepribadian itu penting, karena menyangkut karir dan presepsi publik terhadap seseorang, termasuk guru.
Baru saja saya menonton channal youtube Arli Kurnia. Beliau seorang pebisnis yang sukses. Salah satu kesuksesannya karena membangun personal branding. Menurutnya dalam video itu, jika kita mempromosikan prodak, jangan terlalu menekankan pada prodaknya, Tapi lebih kepada mempromosikan orang yang menjualnya. Pemilik prodak yang terkenal, akan mendongkrak penjualan barang yang dipasarkan.
Dalam dunia bisnis, orang akan membeli bukan apa yang dijual, tetapi siapa yang menjual. SPG yang cantik, wangi dan menarik kemungkinan akan lebih bisa mendongkrak omset, dibanding penjual yang SPG nya tidak cantik, tidak wangi dan tidak menarik.
Contoh lain, jika artis papan atas mengenakan prodak tertentu, maka orang akan menganggap prodak yang dikenakan mahal dan berkualitas, meski tak ada jaminan.
Maka, bisa jadi guru yang diidolakan oleh siswanya bukan guru yang sangat profesional. Tetapi, guru yang membangun personal branding.
Ada banyak peristiwa yang terjadi disekolah, kemudian dihadapi dengan bijak oleh seorang guru. Dari sana, siswa bisa melihat kepribadian guru, dan akhirnya suka, kagum, dan mengidolakan guru tersebut.
Natural atau rekayasa (modus), yang dilakukan guru, adalah bentuk membangun kepribadian. Membangun kepribadian itu penting, karena menyangkut karir dan presepsi publik terhadap seseorang, termasuk guru.
Baru saja saya menonton channal youtube Arli Kurnia. Beliau seorang pebisnis yang sukses. Salah satu kesuksesannya karena membangun personal branding. Menurutnya dalam video itu, jika kita mempromosikan prodak, jangan terlalu menekankan pada prodaknya, Tapi lebih kepada mempromosikan orang yang menjualnya. Pemilik prodak yang terkenal, akan mendongkrak penjualan barang yang dipasarkan.
Dalam dunia bisnis, orang akan membeli bukan apa yang dijual, tetapi siapa yang menjual. SPG yang cantik, wangi dan menarik kemungkinan akan lebih bisa mendongkrak omset, dibanding penjual yang SPG nya tidak cantik, tidak wangi dan tidak menarik.
Contoh lain, jika artis papan atas mengenakan prodak tertentu, maka orang akan menganggap prodak yang dikenakan mahal dan berkualitas, meski tak ada jaminan.
Maka, bisa jadi guru yang diidolakan oleh siswanya bukan guru yang sangat profesional. Tetapi, guru yang membangun personal branding.
Komentar
Posting Komentar