ideologi negara
Negeri tanpa ideologi. (Part 1)
Ideologi liberal yang memberikan kebebasan bagi individu untuk melakukan apa saja, selama tak ada orang lain yang dirugikan, boleh dan sah. Di negara liberal orang bebas berbisnis, hingga sekaya mungkin. Saling menjatuhkan dalam bisnis jadi hal biasa. Siapa yang kuat, dia akan berjaya.
Sementara di negara komunis, tak ada kebebasan, semua serba diatur. Tanah yang dimiliki dibatasi, begitupun dengan kendaraan. Hanya golongan tertentu saja yang boleh memiliki kendaraan. Seluruh harta yang dimiliki dibatasi jumlahnya, diatur oleh negara. Siapapun yang berani protes, kelar idup loe....
Tak akan menemukan kenyamanan dan ketenangan hidup dinegara komunis.
Didunia ini ada dua ideologi besar yang membelah, liberal, dan komunis. Dulu, semua negara ditekan untuk memilih salah satu dari dua ideologi itu. Tiap negara, tak boleh netral, harus memilih blok barat yang liberal, atau blok timur yang komunis.
Beberapa negara memilih tak berpihak, mengambil jalan sendiri, sesuai dengan keinginannya. Negara-negara non blok, menamai dirinya dengan sebutan itu. Terkesan tangguh, dan kuat, dengan memilih jalan tengah. Tetapi pada kenyataannya tak kuat melawan godaan dua blok itu. Meski mengaku non blok, beberapa negara terlihat mesra dengan salah satu negara blok.
Meski Indonesia menyatakan tak berpihak pada salah satu blok, tetapi faktanya di zaman Soekarno poros Jakarta- Peking-Moskow itu ada. Atau ketika Soeharto berkuasa, hubungan mesra dengan blok barat juga terjalin. Free Port hadir ditanah Papua karena kemesraan itu.
Tiap rezim yang berkuasa di negara non blok selalu di uji kesetiaannya pada komitmen awal untuk netral. Tetapi godaan itu berat, kepentingan pribadi penguasa kadang jadi rapuhnya komitmen untuk setia pada ideologinya.
Ideologi liberal yang memberikan kebebasan bagi individu untuk melakukan apa saja, selama tak ada orang lain yang dirugikan, boleh dan sah. Di negara liberal orang bebas berbisnis, hingga sekaya mungkin. Saling menjatuhkan dalam bisnis jadi hal biasa. Siapa yang kuat, dia akan berjaya.
Sementara di negara komunis, tak ada kebebasan, semua serba diatur. Tanah yang dimiliki dibatasi, begitupun dengan kendaraan. Hanya golongan tertentu saja yang boleh memiliki kendaraan. Seluruh harta yang dimiliki dibatasi jumlahnya, diatur oleh negara. Siapapun yang berani protes, kelar idup loe....
Tak akan menemukan kenyamanan dan ketenangan hidup dinegara komunis.
Didunia ini ada dua ideologi besar yang membelah, liberal, dan komunis. Dulu, semua negara ditekan untuk memilih salah satu dari dua ideologi itu. Tiap negara, tak boleh netral, harus memilih blok barat yang liberal, atau blok timur yang komunis.
Beberapa negara memilih tak berpihak, mengambil jalan sendiri, sesuai dengan keinginannya. Negara-negara non blok, menamai dirinya dengan sebutan itu. Terkesan tangguh, dan kuat, dengan memilih jalan tengah. Tetapi pada kenyataannya tak kuat melawan godaan dua blok itu. Meski mengaku non blok, beberapa negara terlihat mesra dengan salah satu negara blok.
Meski Indonesia menyatakan tak berpihak pada salah satu blok, tetapi faktanya di zaman Soekarno poros Jakarta- Peking-Moskow itu ada. Atau ketika Soeharto berkuasa, hubungan mesra dengan blok barat juga terjalin. Free Port hadir ditanah Papua karena kemesraan itu.
Tiap rezim yang berkuasa di negara non blok selalu di uji kesetiaannya pada komitmen awal untuk netral. Tetapi godaan itu berat, kepentingan pribadi penguasa kadang jadi rapuhnya komitmen untuk setia pada ideologinya.
Komentar
Posting Komentar