Pembiasaan Membaca
Beberpa hari yang lalu saya mendapat pesan via WA. Pesan dari seorang pegawai yang bekerja di Direktorat Pembinaan SMA Kemdikbud Jakarta. Isi pesannya adalah ia ingin menyumbangkan buku koleksi pribadinya. Sebagian besar buku bertema Agama.
Saya menyambut baik keinginannya. Saya berjanji akan menyalurkan buku itu kepada yang membutuhkan jika bukunya sudah sampai.
Beberapa hari kemudian buku sampai, diantar langsung oleh penyumbang ke rumah saya. Satu kardus penuh, ada puluhan buku didalamnya. Saya buka isi kardus itu satu persatu. Mengecek, dan memilah khawatir ada buku yang kurang pas jika dibaca anak-anak. Memang buku ini akan saya serahkan ke TBM, di pedalaman Banten. Disana sebagian besar pembacanya adalah siswa SD dan SMP.
Minat baca di Indonesia rendah, budaya menonton lebih diminati di negeri ini. Menurut saya, membaca lebih mengasyikan. Karena membaca bisa lebih membuat orang berimajinasi. Selain itu membaca menjadi syarat bagi orang yang suka menulis.
Disela kedatangan penyumbang buku, kami berbincang. Tema perbincangan mengenai minat baca yang rendah dimasyarakat. Ia menceritakan beberapa sahabatnya yang punya passion membaca. Para sahabatnya itu hobi membaca karena letika masih kecil dulu, suka membca komik yang dibelikan oleh orang tuanya.
Membiasakan membaca bagi anak harus diawali sedini mungkin. Mulailah dengan memancing dengan memberi bacaan yang disukai, seperti komik. Komik perpaduan antara gambar dan tulisan, hingga lebih menarik dibaca.
Kebanyakan orangtua tak suka anaknya membaca buku diluar buku pelajaran. Ternyata yang harus dibangun pada anak adalah hobi membacanya saja dulu. Nanti, seiring usia dan kebutuhannya, anak-anak akan membaca buku yang sesuai dengan keperluannya.
Salam literasi.
Saya menyambut baik keinginannya. Saya berjanji akan menyalurkan buku itu kepada yang membutuhkan jika bukunya sudah sampai.
Beberapa hari kemudian buku sampai, diantar langsung oleh penyumbang ke rumah saya. Satu kardus penuh, ada puluhan buku didalamnya. Saya buka isi kardus itu satu persatu. Mengecek, dan memilah khawatir ada buku yang kurang pas jika dibaca anak-anak. Memang buku ini akan saya serahkan ke TBM, di pedalaman Banten. Disana sebagian besar pembacanya adalah siswa SD dan SMP.
Minat baca di Indonesia rendah, budaya menonton lebih diminati di negeri ini. Menurut saya, membaca lebih mengasyikan. Karena membaca bisa lebih membuat orang berimajinasi. Selain itu membaca menjadi syarat bagi orang yang suka menulis.
Disela kedatangan penyumbang buku, kami berbincang. Tema perbincangan mengenai minat baca yang rendah dimasyarakat. Ia menceritakan beberapa sahabatnya yang punya passion membaca. Para sahabatnya itu hobi membaca karena letika masih kecil dulu, suka membca komik yang dibelikan oleh orang tuanya.
Membiasakan membaca bagi anak harus diawali sedini mungkin. Mulailah dengan memancing dengan memberi bacaan yang disukai, seperti komik. Komik perpaduan antara gambar dan tulisan, hingga lebih menarik dibaca.
Kebanyakan orangtua tak suka anaknya membaca buku diluar buku pelajaran. Ternyata yang harus dibangun pada anak adalah hobi membacanya saja dulu. Nanti, seiring usia dan kebutuhannya, anak-anak akan membaca buku yang sesuai dengan keperluannya.
Salam literasi.
Komentar
Posting Komentar