Ramadhan Sebentar lagi
Jelang Ramadhan saya sibuk bersih-bersih rumah. Dengan cangkul dan arit, saya beraksi membabat tumbuhan liar yang tumbuh di pekarangan. Lelah, karena saya tak terbiasa mengerjakan itu hingga sehari penuh. Selain itu, cuaca panas semakin membuat lelah karena cepat kehausan.
Satu hari penuh, tak pegang hp, hingga konsistensi saya menulis hampir lepas. Untunglah jelang tidur kemarin, disempatkan untuk membuat 7 paragraf tulisan.
Pagi tadi saya melanjutkan pekerjaan yang kemarin belum tuntas. Sudut sempit halaman belakang rumah, rumput yang meninggi dan liar juga harus dibersihkan. Tak lama, hanya butuh waktu satu jam saja, rumput liar beres dibabad habis dengan cangkul dan arit.
Selesai itu saya mandi, karena serangga kecil yang hinggap di tubuh ini menimbulkan rasa gatal. Selesai mandi dan berpakaian, saya bergegas menemui teman yang menunggu untuk dibantu menyalurkan hadiah ramadhan, bagi para sahabat dekatnya.
Siang hari, seluruh agenda hari ini selesai, saya bisa beristirahat. Sambil melepas lelah, saya membuka pesan WA, lalu membaca satu persatu pesan yang masuk. Salah satu info yang saya baca di WAG adalah berita berpulangnya pangeran Philps. Sang mentor menulis om Jay yang menyamapikan itu.
Pangeran Philip meninggal dunia diusia 99 tahun. Usia renta yang jarang dimiliki manusia di dunia ini. Ia meninggalkan istrinya ratu Elizabeth yang berusia 94 tahun.
Ratu dan raja di Inggris bisa hidup mewah. Mereka mendapat gaji besar dari negara. Yang asiknya lagi, jadi ratu atau raja disana tak ada usia pensiun. Selama hayat masih dikandung badan, meski sudah renta, gaji dan tunjangan masih diterima penuh.
Ratu Elizabeth adalah kepala negara, bukan sebagai kepala pemerintahan. Posisi ini membuat tangannya bersih dari trik dan siasah berpolitik yang kotor. Dengan demikian ia begitu dicintai rakyatnya.
Kehidupan keluarga istana selalu mencuri perhatian dunia. Ini dampak dari terlalu cintanya rakyat Inggris kepada sang ratu. Kehidupan pribadi putra mahkota, Pangeran Charles juga selalu disorot, sejak pangeran menyunting Lady Diana saya sudah menyaksokan beritanya dari tv. Kala itu tv dirumah hanya memiliki dua warna, hitam dan putih.
Begitupun ketika lahir putra pertama Charles, pangeran William. Ribuan orang berbondong-bondong menuju istana Backingham untuk menyambut lahirnya calon pangeran. Jelang beberapa tahun, Lady Diana melahirkan putra ke dua, Pangeran Harry. Antusias rakyat Inggris masih tetap tinggi, gegap gempita sebagai ungkapan bahagia masih tetap terjadi.
Tak sampai disitu, prahara rumah tangga pangeran Charles juga tak luput dari pemberitaan dunia. Perceraiannya dengan Lady Diana ramai jadi head line surat kabar dunia. Orang ketiga jadi penyebabnya. Camilla Parker sang mantan yang harusnya dilupakan pangeran, malah dikenang dan dibawa dalam kehidupan masa depannya. Akhirnya masalah pun timbul.
Lady Diana tak terima cintanya di bagi dua. Dia memilih pergi meninggalkan istana. Tak lama, seorang lelaki tampan kelahiran Mesir, Dodi al-Fayed mengisi hatinya. Hingga keduanya tewas dalam kecelakaan di terowongan kota Paris, menghindar kejaran paparazzi. Pada tanggal 31 Agustus tahun 1997.
Bagi rakyat Inggris, kehidupan istana selalu menjadi perhatian. Tetapi untuk kita yang diluar Inggris, berita tentang kehidupan keluarga istana tak lagi jadi berita utama. Kehidupan seleb lokal yang penuh sensasi selalu menjadi trending topik, hingga informasi dari luar tak bisa dengan mudah didapat oleh masyarakat kita.
Satu hari penuh, tak pegang hp, hingga konsistensi saya menulis hampir lepas. Untunglah jelang tidur kemarin, disempatkan untuk membuat 7 paragraf tulisan.
Pagi tadi saya melanjutkan pekerjaan yang kemarin belum tuntas. Sudut sempit halaman belakang rumah, rumput yang meninggi dan liar juga harus dibersihkan. Tak lama, hanya butuh waktu satu jam saja, rumput liar beres dibabad habis dengan cangkul dan arit.
Selesai itu saya mandi, karena serangga kecil yang hinggap di tubuh ini menimbulkan rasa gatal. Selesai mandi dan berpakaian, saya bergegas menemui teman yang menunggu untuk dibantu menyalurkan hadiah ramadhan, bagi para sahabat dekatnya.
Siang hari, seluruh agenda hari ini selesai, saya bisa beristirahat. Sambil melepas lelah, saya membuka pesan WA, lalu membaca satu persatu pesan yang masuk. Salah satu info yang saya baca di WAG adalah berita berpulangnya pangeran Philps. Sang mentor menulis om Jay yang menyamapikan itu.
Pangeran Philip meninggal dunia diusia 99 tahun. Usia renta yang jarang dimiliki manusia di dunia ini. Ia meninggalkan istrinya ratu Elizabeth yang berusia 94 tahun.
Ratu dan raja di Inggris bisa hidup mewah. Mereka mendapat gaji besar dari negara. Yang asiknya lagi, jadi ratu atau raja disana tak ada usia pensiun. Selama hayat masih dikandung badan, meski sudah renta, gaji dan tunjangan masih diterima penuh.
Ratu Elizabeth adalah kepala negara, bukan sebagai kepala pemerintahan. Posisi ini membuat tangannya bersih dari trik dan siasah berpolitik yang kotor. Dengan demikian ia begitu dicintai rakyatnya.
Kehidupan keluarga istana selalu mencuri perhatian dunia. Ini dampak dari terlalu cintanya rakyat Inggris kepada sang ratu. Kehidupan pribadi putra mahkota, Pangeran Charles juga selalu disorot, sejak pangeran menyunting Lady Diana saya sudah menyaksokan beritanya dari tv. Kala itu tv dirumah hanya memiliki dua warna, hitam dan putih.
Begitupun ketika lahir putra pertama Charles, pangeran William. Ribuan orang berbondong-bondong menuju istana Backingham untuk menyambut lahirnya calon pangeran. Jelang beberapa tahun, Lady Diana melahirkan putra ke dua, Pangeran Harry. Antusias rakyat Inggris masih tetap tinggi, gegap gempita sebagai ungkapan bahagia masih tetap terjadi.
Tak sampai disitu, prahara rumah tangga pangeran Charles juga tak luput dari pemberitaan dunia. Perceraiannya dengan Lady Diana ramai jadi head line surat kabar dunia. Orang ketiga jadi penyebabnya. Camilla Parker sang mantan yang harusnya dilupakan pangeran, malah dikenang dan dibawa dalam kehidupan masa depannya. Akhirnya masalah pun timbul.
Lady Diana tak terima cintanya di bagi dua. Dia memilih pergi meninggalkan istana. Tak lama, seorang lelaki tampan kelahiran Mesir, Dodi al-Fayed mengisi hatinya. Hingga keduanya tewas dalam kecelakaan di terowongan kota Paris, menghindar kejaran paparazzi. Pada tanggal 31 Agustus tahun 1997.
Bagi rakyat Inggris, kehidupan istana selalu menjadi perhatian. Tetapi untuk kita yang diluar Inggris, berita tentang kehidupan keluarga istana tak lagi jadi berita utama. Kehidupan seleb lokal yang penuh sensasi selalu menjadi trending topik, hingga informasi dari luar tak bisa dengan mudah didapat oleh masyarakat kita.
Komentar
Posting Komentar