Semuanya Mungkin Terjadi
Sudah lebih setahun si sulung belajar di rumah. Pondok tempat ia menimba ilmu memulangkannya di pertengahan Maret 2020. Saat itu awal terjadi wabah pandemi di Indonesia.
Belajar jarak jauh terpaksa jadi pilihan. Model Pembelajaran baru yang sering terkendala, mungkin karena memang belum terbiasa.
Belajar dirumah membuat intensitas komunikasi saya dan sisulung jadi lebih sering. Ketika ia mondok, kami berkomunikasi hanya 1 pekan sekali, itupun hanya by phone saja. Sekarang sekarang saya dan si sulung bisa diskusi kapan saja, karena sayapun lebih sering kerja ber WFH.
Tema obrolan kami membahas apa saja, tergantung mood. Diskusi materi agama yang dipelajari di pondok, sering dibahas. Saya senang sekali jika ia menjelaskan sesuatu hal dari sudut pandang agama, dengan menyertakan dalil naqli. Saya tak pernah mondok. Ilmu agama saya hanya didapat dari sekolah diniyah ketika saya kecil. Jadi jika diskusi tentang agama , saya kalah telak 5 -0.
Jika bosan membahas ilmu agama, saya menarik topik pembicaraan. Tema tentang pengetahua umum, politik dan lingkungan. Atau apa saja yang sedang tranding di media sosial.
Satu tahun lagi si sulung lulus sekolah, rencana akan melanjutkan ke perguruan tinggi sering disampaiakannya. Jurusan yang diminati adalah psikologi. Tapi kadang masih berubah, jurusan lain kadang masih disebutkan juga. Meski prestasi nya biasa saja, tapi keinginannya luar biasa. Semangat belajarnya tinggi, terlebih jika sedang berdiskusi dengan kaka sepupunya yang sudah kuliah.
Kaka sepupu si sulung yang tembus masuk di UGM, UI, UIN dan IPB, selalu menyemangati. "Asal belajar serius, kuliah diperguruan tinggi manapun pasti bisa". Si sulung dimotivasi.
Pada dasarnya semua yang dijalani dalam hidup ini adalah atas ketetapan-Nya. Tetapi ikhtiar atas apa yang kita harapkan merupakan sebuah keharusan. Allah menjanjikan bahwa manusia akan mendapatkan apa yang ia usahakan. Janji lain, Allah memastikan bahwa ada kemudahan dibalik kesulitan yang dirasakan.
Kemungkinan gagal dari apa yang diusahakan pasti ada. Jika itu terjadi, maka ingatlah, bahwa semua itu atas kehendak Allah. Apa yang diterima dari usaha sungguh-sungguh kita adalah yang terbaik menurut Allah. Allah memberikan apa-apa yang kita butuhkan, bukan yang kita inginkan. Bukankah daun kering yang jatuh ke tanah saja atas izin Allah, apalagi nasib kita manusia, makhluk sempurna.
Komentar
Posting Komentar