Lulus
Pengumuman kelulusan siswa telah disampaikan. Orang tua yang menerima langsung surat itu kemarin pagi.
Beberapa siswa juga hadir, karena mengantar bapak atau ibunya ke sekolah mengambil surat keterangan lulus.
Kehadiran orang tua siswa kesekolah membuat hati ini senang, bukan karena mereka membawa buah tangan. Tetapi karena sikap para orang tua yang begitu menghormati kami para guru. Beberapa orang tua siswa, tak segan mencium tangan guru anaknya, padahal usia kami jauh lebih muda. Kami merasa dihargai, keberadaan kami di sana seperti sangat dibutuhkan.
Selain itu, yang unik dari para orangtua siswa itu adalah gaya berpakaiannya. Para ibu itu berpakaian sangat sederhana, baju lusuh, tanpa make-up. Sendal jepit yang kotor dengan debu juga dikenakan. Meski demikian, ada saja 1, atau 2 orang yang berdandan menor. Pakaian rapi plus aksesoris, bros, gelang, dan tas jinjing. Alis hitam yang cetar membahana. Orang tua siswa yang berpenampilan seperti ini biasanya lengoh.
Orang tua laki-laki yang hadir juga unik. Pakaian keseharian dirumah dikenakan untuk datang ke sekolah. Celana selutut, dengan t-shirt lusuh. Ada juga yang mengenakan celana pangsi hitam, sarung di gantungkan dileher seperti sorban. Para bapak ini pun tak kalah dengan para ibu dalam mengenakan aksesoris. Jika aksesoris para ibu adalah bros, gelang, dan tas jinjing, bapak-bapak ini membawa aksesoris berupa golok yang dikenakan pada pinggang. Aksesoris golok tak mungkin dikenakan dikota, dalam acara pengumuman kelulusan.
Acara penyerahan surat kelulusan berlangsung santai. 20 dari 23 orang tua siswa hadir dalam acara ini. Mereka dengan khidmat mendengarkan sambutan kepala sekolah. Dalam kesempatan ini, bapak kepala menyampaikan himbawan agar siswa yang lulus untuk melanjutkan ke jenjang SMA/SMK. Pa kepsek sangat khawatir peristiwa tahun lalu terulang, siswa yang melanjutkan sangat sedikit.
Selesai sambutan kepala sekolah, penyerahan surat kelulusan dilakukan. Pembawa acara mempersilahkan. Selaku PKS Kurikulum, saya diminta untuk menyerahkan surat itu. Senada dengan kepala sekolah, saya juga menyampaikan hal yang sama. Memberi penguatan kepada para orang tua agar mengarahkan anaknya untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Sebuah ayat tentang kelebihan orang beriman dan berilmu saya sampaikan untuk meyakinkan para orang tua yang hadir.
Hanya beberapa menit saya berprolog sebelum memberikan surat kelulusan. Tak lama, saya dibantu beberapa guru menyerahkan surat itu. Setelah selesai, kami berdoa bersama, mengamini untaian kalimat permohonan kepada sang Kholik, agar diberikan kekuatan, kemudahan, dan kesabaran menjalani hidup yang sarat dengan cobaan ini.
Beberapa siswa juga hadir, karena mengantar bapak atau ibunya ke sekolah mengambil surat keterangan lulus.
Kehadiran orang tua siswa kesekolah membuat hati ini senang, bukan karena mereka membawa buah tangan. Tetapi karena sikap para orang tua yang begitu menghormati kami para guru. Beberapa orang tua siswa, tak segan mencium tangan guru anaknya, padahal usia kami jauh lebih muda. Kami merasa dihargai, keberadaan kami di sana seperti sangat dibutuhkan.
Selain itu, yang unik dari para orangtua siswa itu adalah gaya berpakaiannya. Para ibu itu berpakaian sangat sederhana, baju lusuh, tanpa make-up. Sendal jepit yang kotor dengan debu juga dikenakan. Meski demikian, ada saja 1, atau 2 orang yang berdandan menor. Pakaian rapi plus aksesoris, bros, gelang, dan tas jinjing. Alis hitam yang cetar membahana. Orang tua siswa yang berpenampilan seperti ini biasanya lengoh.
Orang tua laki-laki yang hadir juga unik. Pakaian keseharian dirumah dikenakan untuk datang ke sekolah. Celana selutut, dengan t-shirt lusuh. Ada juga yang mengenakan celana pangsi hitam, sarung di gantungkan dileher seperti sorban. Para bapak ini pun tak kalah dengan para ibu dalam mengenakan aksesoris. Jika aksesoris para ibu adalah bros, gelang, dan tas jinjing, bapak-bapak ini membawa aksesoris berupa golok yang dikenakan pada pinggang. Aksesoris golok tak mungkin dikenakan dikota, dalam acara pengumuman kelulusan.
Acara penyerahan surat kelulusan berlangsung santai. 20 dari 23 orang tua siswa hadir dalam acara ini. Mereka dengan khidmat mendengarkan sambutan kepala sekolah. Dalam kesempatan ini, bapak kepala menyampaikan himbawan agar siswa yang lulus untuk melanjutkan ke jenjang SMA/SMK. Pa kepsek sangat khawatir peristiwa tahun lalu terulang, siswa yang melanjutkan sangat sedikit.
Selesai sambutan kepala sekolah, penyerahan surat kelulusan dilakukan. Pembawa acara mempersilahkan. Selaku PKS Kurikulum, saya diminta untuk menyerahkan surat itu. Senada dengan kepala sekolah, saya juga menyampaikan hal yang sama. Memberi penguatan kepada para orang tua agar mengarahkan anaknya untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Sebuah ayat tentang kelebihan orang beriman dan berilmu saya sampaikan untuk meyakinkan para orang tua yang hadir.
Hanya beberapa menit saya berprolog sebelum memberikan surat kelulusan. Tak lama, saya dibantu beberapa guru menyerahkan surat itu. Setelah selesai, kami berdoa bersama, mengamini untaian kalimat permohonan kepada sang Kholik, agar diberikan kekuatan, kemudahan, dan kesabaran menjalani hidup yang sarat dengan cobaan ini.
Mohon komen, jika berkenan
BalasHapusSIPPP
BalasHapus