Pandemi Belum (Juga) Usai

Covid 19 varian delta semakin masif menyerang. Media yang menyajikan berita, selalu menyampaikan informasi korban serangan yang setiap hari terus berjatuhan. Faktor cuaca akhir-akhir ini memperparah kondisi. Orang dengan kondisi tubuh yang kurang vit, akan mudah terserang demam, flu, dan batuk. Jika di swab, bisa jadi positif, meski belum tentu terpapar virus covid 19.

Indikasi banyaknya korban covid 19, terlihat dari kesibukan rumah sakit menangani pasien. Mendirikan tenda belum menuntaskan masalah, banyak pasien ditolak karena kapasitas tenda yang juga terisi penuh, hingga pasien harus mencari rumah sakit lain. Berita seperti ini bisa mengurangi imun.

Tabung oksigen langka, beberapa kasus kewlangkaan karena penimbunan. Tetapi praktek nakal terjadi karena permintaan yang meningkat. Karena langkanya oksigen, lobby dengan Singapura dilakukan agar mau mengimport oksigennya ke tanah air.

Meski pemberitaan dan fakta dilapangan sudah jelas dan nyata adanya wabah covid 19, tetapi masih ada saja yang tak percaya. Banyak yang tak percaya justru dari kalangan terdidik.

Kelompok yang tak percaya, menyebutnya ini konspirasi negeri Tiongkok. Negeri komunis yang kebijakan luar negerinya banyak tak disukai warga negara +62.

Bisa saja wabah ini sebuah konspirasi, atau serangan senjata biologi, tetapi faktanya korban berjatuhan semakin banyak. Jadi harus percaya bahwa covid 19 itu ada dan berbahaya.

Meski demikian, jika kekeuh tak percaya, tak bisa dipaksa tuk percaya. Banyaknya kasus memanfaatkan situasi covid 19 untuk kepentingan pribadi, jadi penyebab ambyarnya kepercayaan publik kepada pejabat berwenang yang bertugas yang menangani covid 19.

Baru saja, kami berbincang ba'da Jumat berjamaah. Dialam obrolan dengan memperhatikan prokes ini, tema covid 19, jadi tema utama. Sub tema konspirasi, dan memanfaatkan covid 19 untuk kepentingan pribadi juga diangkat. Sedih melihat orang baik, bisa menuduh semua pejabat dan nakes yang ditugasi mengurusi wabah berkonspirasi.

Dalam Islam ada konsep tabayun, dan berkhusnudzon. Memang, oknum dalam tiap kondisi selalu ada. Tetapi tak lantas menggenerlisir semua petugas sama. Awalnya sayapun tidak percaya, saya menganggap semua ini rekayasa dan konspirasi belaka. Saya tak percaya satupun orang yang ditugasi menangani covid 19. Tetapi setelah dalam beberapa kesempatan Anies Baswedan terlihat begitu gigih berperang melawan covid, saya yakin covid 19 ancaman nyata adanya. Anies pejabat yang masih saya percaya, ucapan dan tindakannya.

Susu beruang yang bisa meningkatkan imun langka, bilapun ada, harganya setinggi Monas. Begitupun dengan vitacimin, dan Xon C, ikut langka. Xon C adalah tablet hisap yang kandungan vitamin C nya tinggi. Baik sekali untuk meningkatkan imun.

Oh, ya... tiap mengkonsumsi Xon C, saya selalu ingat Elma Theana. Ia bintang iklan tablet hisap ini. Waktu membintangi iklan itu, ia belum berhijab, dan mungkin usianya belasan. 

Komentar

  1. Walaupun mnjadi prokontra, percaya atau tdk dengan Pandemi ini.. semoga kita semua dalam lindungan Allah SWT, semoga keadaan kembali Normal kembali agar kita bisa beribadah, bekerja, bersosial tanpa dibayang bayangi akan Pandemi Covid19 ini, Aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga kita semua selalu dalam lindungannya..

      Hapus
  2. I am always enthusiastic about reading when I see a text written by you. I hope the pandemic will pass soon. 😷😇

    BalasHapus
  3. Ternyata media masa itu unik mau menayangkan sgl seluk beluk covit 19, ada yang percaya ada yang tidak hal ini membuat masyarakat awam bingung sedih karena lihat tayangan media masa yang pro dan kontra dlm hal wabah ini. Kurban jiwa semakin hari semakin meningkat dari kalangan bawah hingga atas. Bagaimana solusi terbaik bagi kita ya pak Dadang?
    Harapannya semoga wabah covit 19 segera sirna di muka bumi .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salah satu solusi kita menjaga kesehatan, mentaatai prokes, dan berdoa kepada Allah SWT.

      Semoga kita dijauhkan dari bahaya covid 19. Aamiin.

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ke Leuwidamar

Mengapa Harus Berbuat Baik

Bandel dan Cita-cita