Berdamailah dengan Smartphone

Zaman yang serba internet, tak bisa dielakan. Segala aktifitas hidup saat ini selalu bersentuhan dengan internet. Profesi apapun menggunakan internet untuk mendukung kelancaran kegiatannya.

Beberapa profesi hanya bisa dilakukan dengan menggunakan jaringan internet.  Pedagang online, ojol, kurir, buzzer dan lain-lain. Hari ini guru dan dosen pun lebih sering mengajar dengan manfaatkan jaringan internet.

Betapa sulit memisahkan internet dengan kehidupan di zaman ini. Semua faham, jika tak bijak menggunakan internet maka celaka siap menghadang. Jika tak bijak menggunakan internet, maka masalah akan datang.

Penggunaan internet pada anak cukup tinggi, ini dikeluhkan oleh banyak orangtua. Penggunaan smartphone pada anak untuk medsos dan, game on-line sudah melampaui batas. Idealnya anak menggunakan smartphone tak lebih dari dua jam saja.

Meski bagaimanapun sifat anak adalah peniru apa yang ditonton, didengar, dan dibaca. Hal ini akan memberikan dampak. Jika yang ditonton buruk, maka ada kemungkinan ia akan menjadi buruk. Jika yang ditonton baik, semoga ia akan menjadi baik.

Banyak hal yang tak disadari oleh kita para orang tua. Kita sering melarang anak, bersmartphone, padahal kita sendiri tak bisa lepas dari menggunakan smartphone. Bisa jadi keranjingannya putra dan putri kita menggunakan smartphone dirumah, dari menyaksikan keseharian kita para orangtua menggunakannya.

Sebiknya kita para orangtua dirumah menciptakan susana bijak dalam bersmartphone. Pastika anak yakin, bahwa orangtuanya menggunakan smartphone untuk kepentingan pekerjaan, dan komunitas positif. Juga pastikan anak yakin orangtuanya tidak menggunakan smartphon untuk hal-hal yang dilarang untuk anak.

Mengarahkan anak dalam bersmartphon bukan hanya dengan mengunakan bahasa verbal. Membuat aturan pembatasan waktu dan jenis konten juga penting.  Trik lain, sesekali orang tua mengajak anak menyaksikan konten secara bersama-sama.

Berdamailah dengan smartphone, jangan diperangi, tapi dimanfaatkan untuk kebaikan masa depan anak-anak kita.

Komentar

  1. Yang menggunakan smartphone anak harus tetap didampingi orangtua ya Pak untuk jaga-jaga

    BalasHapus
  2. Ya, Pak. Smartphone bagaikan mata pisau. Harus dapat dengan bijak menggunakannya. Masalahnya di lapangan, masih ada orang tua yang tidak paham dengan apa yang dilakukan anak dengan smart phonenya. Dalam hal ini, guru lah yang harus mengambil peran.

    BalasHapus
  3. Stuju dg opini Pak Dadang. Bahkan harusnya pemerintah memilter situs game online pada jam belajar, agar anak tdk terganggu konsentrasinya.

    BalasHapus
  4. Bapak dan ibu terimakasih tanggapan juga komennya..

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ke Leuwidamar

Mengapa Harus Berbuat Baik

Bandel dan Cita-cita