HUT Negeriku

Harusnya ada kata yang terangkai indah  diperingatan hari yang bersejarah bagi negeri tercinta ini. Meski malam sudah larut, sulit rasanya menggerakan kedua ibu jari menekan tuts huruf yang ada pada layar smartphone.

Peliknya masalah bangsa, harusnya bisa menyampaikan solusi lewat kata-kata buah dari fikiran. Atau menjelaskan permasalahan, sebagai sebuah renungan untuk bersama kita pecahkan.

Tak memiliki kapasitas untuk menyelesaikan maslah besar, meski tau negeri ini kepayahan menanggung beban itu. Hanya prihatin menyaksikan semua ini. Tak tega menyaksikan perut bumi ini dikeruk tanpa henti. Menyaksikan hutannya dibabad tak tersisa. Udaranya dikotori, tanahnya dicemari, airnya terus disedot, hingga permukaan tanahnya semakin turun. Lautanya dieksploitasi, tak menyisakan untuk generasi nanti.  Seperti bangsa yang tak punya nasionalisme saja. Bangsa yang hanya memikirkan perut dan kesenangan saja.

Kembalilah sadar, bahwa hidup adalah pilihan. Ada resiko yang harus ditanggung, atas pilihan yang diambil. Ada konsekwensi atas kerusakan yang dilakukan.

Sadarlah, bahwa dunia adalah persinggahan, bukan akhir dari tujuan. Fokus atas kesenangan dunia, tak akan menemukan akhir. Terlalu mahal mengorbankan ibu pertiwi hanya untuk kepentingan pribadi. 

Komentar

  1. Sayangnya banyak tertipu ya Pak. Memperkaya diri dengan mencuri yang bukan haknya

    BalasHapus
  2. Semoga mendapatkan hidayah untuk berubah.

    BalasHapus
  3. Semoga dgn slogan Indonesia Tangguh , Indonesia Tumbuh jdi bahan kita untuk bisa merubah kondisi minimal di sekitar kita dulu yg terdekat

    BalasHapus
  4. Tulisan yg singkat namun bermakna. Semoga mereka segera sadar diri dan sadar bangsa

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ke Leuwidamar

Mengapa Harus Berbuat Baik

Bandel dan Cita-cita