Kalahang
Musim durian pun tiba, senang sekali rasanya. Pohon durian milik tetangga sekitar sekolah mulai berbuah. Kebayang bakal banyak siswa yang datang ke sekolah membawa durian masak.
Musim durian kali ini sedikit, pohon yang biasanya berbuah, kali ini tidak. Hingga tak semua siswa membawa durian ke sekolah. Jika panen raya, tiap siswa akan menjinjing durian ke sekolah. Jika seorang siswa membawa 1 buah duruan maka akan terkumpul 85 butir durian grade A. Durian terbaik yang diberikan untuk guru tercinta.
Rasa, bentuk dan ukuran buah durian sangat bervariasi. Masyarakat setempat memberi nama durian-durian itu dengan ciri khasnya. Salah satu yang saya suka adalah duren kalahang. Ciri khas durian ini pada aromanya yang menyengat, berbeda dengan durian yang lain. Meski dagingnya tak terlalu tebal, tetapi rasanya sangat manis. Ciri lain variasi ini adalah memiliki duri yang rapat dan runcing, jadi harus hati-hati bila mengupasnya. Selain kalahang, ada juga kadu rampayak, kadu ini rasanya manis, berdaging tebal. Tetapi ukuran buahnya tidak terlalu besar. Durian kunir juga ada, variasi ini sangat mencololok warnanya, kuning tua. Rasanya manis dan dagingnya tebal, untuk ukuran buahnya sedang saja. Kemudian masih banyak lagi variasi lain dengan rasa, ukuran, dan bentuk khas masing-masing.
Yang mengasyikan ketika musim durian adalah, banyaknya undangan dari para orangtua siswa. Mereka sangat senang jika kami para guru sudi berkunjung. Sebuah kehormatan jika kami mau memenuhi undangan para orang tua siswa. Ketika diundang, pasti ada yang spesial dirumahnya. Durian yang rasa, tekstur, dan ukurannya spesial. Jarang sekali kami abay dari undanan itu. Begitu mendengar ada undangan, langsung cus...
Disela kunjungan memenuhi undangan itu, kami biasa berbincang ringan, temanya sederhana saja, yaitu membahas upaya meningkatkan penghasilan keluarga. Kadang membahas Sikap anaknya dirumah, yang agak sulit untuk belajar. Banyak hal yang dikupas tuntas dalam petemuan informal itu. Meski hanya yang ringan saja.
Durian masak disajikan, satu persatu dikupas lalu dinikmati. Jika ada rasa yang tidak sesuai harapan, maka durian itu langsung di singkirkan dari hadapan kami.
Musim durian kali ini sedikit, pohon yang biasanya berbuah, kali ini tidak. Hingga tak semua siswa membawa durian ke sekolah. Jika panen raya, tiap siswa akan menjinjing durian ke sekolah. Jika seorang siswa membawa 1 buah duruan maka akan terkumpul 85 butir durian grade A. Durian terbaik yang diberikan untuk guru tercinta.
Rasa, bentuk dan ukuran buah durian sangat bervariasi. Masyarakat setempat memberi nama durian-durian itu dengan ciri khasnya. Salah satu yang saya suka adalah duren kalahang. Ciri khas durian ini pada aromanya yang menyengat, berbeda dengan durian yang lain. Meski dagingnya tak terlalu tebal, tetapi rasanya sangat manis. Ciri lain variasi ini adalah memiliki duri yang rapat dan runcing, jadi harus hati-hati bila mengupasnya. Selain kalahang, ada juga kadu rampayak, kadu ini rasanya manis, berdaging tebal. Tetapi ukuran buahnya tidak terlalu besar. Durian kunir juga ada, variasi ini sangat mencololok warnanya, kuning tua. Rasanya manis dan dagingnya tebal, untuk ukuran buahnya sedang saja. Kemudian masih banyak lagi variasi lain dengan rasa, ukuran, dan bentuk khas masing-masing.
Yang mengasyikan ketika musim durian adalah, banyaknya undangan dari para orangtua siswa. Mereka sangat senang jika kami para guru sudi berkunjung. Sebuah kehormatan jika kami mau memenuhi undangan para orang tua siswa. Ketika diundang, pasti ada yang spesial dirumahnya. Durian yang rasa, tekstur, dan ukurannya spesial. Jarang sekali kami abay dari undanan itu. Begitu mendengar ada undangan, langsung cus...
Disela kunjungan memenuhi undangan itu, kami biasa berbincang ringan, temanya sederhana saja, yaitu membahas upaya meningkatkan penghasilan keluarga. Kadang membahas Sikap anaknya dirumah, yang agak sulit untuk belajar. Banyak hal yang dikupas tuntas dalam petemuan informal itu. Meski hanya yang ringan saja.
Durian masak disajikan, satu persatu dikupas lalu dinikmati. Jika ada rasa yang tidak sesuai harapan, maka durian itu langsung di singkirkan dari hadapan kami.
Hadaaaw gak ngajak ngajak nih musim duren
BalasHapusSedapnye … sedapnye … membayangkan aroma dan rasa durian yang aduhai.
BalasHapus