Messi Mutasi
Resmi sudah Messi berganti kostum. Belasan tahun merumput di Camp Nou, dan kini ia harus pergi dari klub yang telah membesarkannya.
Sejak usia belasan, La Pulga sudah bergabung bersama Barca. Jadi pemain baru lalu masuk line up, bukan perkara mudah di tim sebesar Barcelona Fc. Tetapi aksi apik yang selalu disuguhkannya dilapangan hijau, membuat manager tim tak ragu untuk menyandingkan Messi dengan Ronaldinho, atau Samuel Eto'o. Tim sekaya Barcelona Fc. Tak segan membayar pemain dengan harga mahal, hanya untuk duduk manis dibangku cadangan.
Saya mulai sering menyaksikan kepiawaian Messi mengolah si kulit bundar, sejak 2008. Kala itu ia ditugasi menerobos pertahanan lawan bersama David Villa. Memanfaatkan sodoran bola matang dari Andreas Iniesta di lapangan tengah. Kala Messi di jaga ketat, dan kesulitan mencetak gol, ia masih bisa memberi kontribusi bagi timnya dalam benuk asist. Umpan matang yang hanya butuh satu sentuhan bagi kawan satu timnya, agar tercipta gol indah.
Hampir dalam tiap pertandingan, Messi selalu jadi starting eleven. Manager tak berani mencadangkannya, meski pertandingan itu bukan pertandingan penting. Hanya 1 atau 2 kali saja ditiap musim, ia tak ditampilkan. Jika ia tak mainkan, rating pertandingan yang disiarkan langsung stasiun tv, akan turun. Selain itu, bursa taruhan menjadi kacau. Bandar judi di Eropa pusing memprediksi skor pertandingan jika Messi tak dimainkan. Akibatnya bandarpun akan rugi besar.
Selama bergabung bersama Barca, Messi hampir kerap mengharumkan nama klubnya. Ia pemain yang mampu membawa Barca menjuarai Liga Sepanyol sebanyak10 kali, piala Champion 4 kali, dan 6 kali menyabet Copa del Rey. 3 tropi kejuraan antrar klub dunia juga berhasil diraihnya. Belum lagi kejuaraan lain, seperti piala Super Eropa dan Super Sepanyol.
Ratusan gol telah disumbangkan khusus untuk klubnya. Kerjakeras Messi bagi tim, sebanding dengan bayaran yang diterimanya. Trilyunan uang sudah memenuhi pundi-pundinya selama ia merumput di Barcelona Fc.
Meski sebagai pemain hebat, ia tak luput dari gunjingan para pembencinya. Bullyan di medsos selalu diterimanya setiap hari. Ketidak mampuan ia menghadiahi gelar bagi negaranya jadi topik yang selalu digunakan untuk menyerang Messi. Untung lah diakhir masa keemasannya ia masih mampu menghadiahi gelar juara Copa Amerika bagi negara tercintanya, Argentina.
Meski sudah tak lagi jadi penggemar fanatiknya, rasa kagum atas kehebatannya tentu masih ada. Saya masih mengakui ia sebagai pemain hebat. Pemain dengan talenta yang luar biasa. Gaya permainan yang pernah diperagakan dilapangan hijau, masih sering terlintas di pikaran saya. Meski tubuhnya tak setinggi pemain Eropa lain, ia mampu beradu skill dan kecepatan.
Messi sangat mencintai klubnya, totalitas dilapangan adalah pembuktian itu. Ia pindah bukan karena keinginannya. SK Messi yang tak diperpanjang management Barcelona Fc, mengharuskan ia pergi dari Camp Nou, untuk berlabuh di kota Paris. Selama belasan tahun disana tak pernah terlontar dari ucapannya yang menjelaskan ketidaknyamanannya merumput bersama Barca.
Betahnya Messi di Barcelona, hampir sama dengan betahnya saya mengajar di SMP Satap. Meski fasilitas yang diterima jauh berbeda, meski nominal gaji yang diterima antara Messi dan saya seperti bumi dan langit, tetapi setidaknya antara saya dan Messi masih ada kesamaan.
Jika Messi di Barcelona selalu dikelilingi wanita cantik, sayapun sama, di Cigaclung, saya selalu dikelilingi siswi-siswi cantik.
Messi nyaman di Barca, tetapi pada akhirnya ia pun mutasi. Mungkin juga saya.
Wallahu a'lam
Sejak usia belasan, La Pulga sudah bergabung bersama Barca. Jadi pemain baru lalu masuk line up, bukan perkara mudah di tim sebesar Barcelona Fc. Tetapi aksi apik yang selalu disuguhkannya dilapangan hijau, membuat manager tim tak ragu untuk menyandingkan Messi dengan Ronaldinho, atau Samuel Eto'o. Tim sekaya Barcelona Fc. Tak segan membayar pemain dengan harga mahal, hanya untuk duduk manis dibangku cadangan.
Saya mulai sering menyaksikan kepiawaian Messi mengolah si kulit bundar, sejak 2008. Kala itu ia ditugasi menerobos pertahanan lawan bersama David Villa. Memanfaatkan sodoran bola matang dari Andreas Iniesta di lapangan tengah. Kala Messi di jaga ketat, dan kesulitan mencetak gol, ia masih bisa memberi kontribusi bagi timnya dalam benuk asist. Umpan matang yang hanya butuh satu sentuhan bagi kawan satu timnya, agar tercipta gol indah.
Hampir dalam tiap pertandingan, Messi selalu jadi starting eleven. Manager tak berani mencadangkannya, meski pertandingan itu bukan pertandingan penting. Hanya 1 atau 2 kali saja ditiap musim, ia tak ditampilkan. Jika ia tak mainkan, rating pertandingan yang disiarkan langsung stasiun tv, akan turun. Selain itu, bursa taruhan menjadi kacau. Bandar judi di Eropa pusing memprediksi skor pertandingan jika Messi tak dimainkan. Akibatnya bandarpun akan rugi besar.
Selama bergabung bersama Barca, Messi hampir kerap mengharumkan nama klubnya. Ia pemain yang mampu membawa Barca menjuarai Liga Sepanyol sebanyak10 kali, piala Champion 4 kali, dan 6 kali menyabet Copa del Rey. 3 tropi kejuraan antrar klub dunia juga berhasil diraihnya. Belum lagi kejuaraan lain, seperti piala Super Eropa dan Super Sepanyol.
Ratusan gol telah disumbangkan khusus untuk klubnya. Kerjakeras Messi bagi tim, sebanding dengan bayaran yang diterimanya. Trilyunan uang sudah memenuhi pundi-pundinya selama ia merumput di Barcelona Fc.
Meski sebagai pemain hebat, ia tak luput dari gunjingan para pembencinya. Bullyan di medsos selalu diterimanya setiap hari. Ketidak mampuan ia menghadiahi gelar bagi negaranya jadi topik yang selalu digunakan untuk menyerang Messi. Untung lah diakhir masa keemasannya ia masih mampu menghadiahi gelar juara Copa Amerika bagi negara tercintanya, Argentina.
Meski sudah tak lagi jadi penggemar fanatiknya, rasa kagum atas kehebatannya tentu masih ada. Saya masih mengakui ia sebagai pemain hebat. Pemain dengan talenta yang luar biasa. Gaya permainan yang pernah diperagakan dilapangan hijau, masih sering terlintas di pikaran saya. Meski tubuhnya tak setinggi pemain Eropa lain, ia mampu beradu skill dan kecepatan.
Messi sangat mencintai klubnya, totalitas dilapangan adalah pembuktian itu. Ia pindah bukan karena keinginannya. SK Messi yang tak diperpanjang management Barcelona Fc, mengharuskan ia pergi dari Camp Nou, untuk berlabuh di kota Paris. Selama belasan tahun disana tak pernah terlontar dari ucapannya yang menjelaskan ketidaknyamanannya merumput bersama Barca.
Betahnya Messi di Barcelona, hampir sama dengan betahnya saya mengajar di SMP Satap. Meski fasilitas yang diterima jauh berbeda, meski nominal gaji yang diterima antara Messi dan saya seperti bumi dan langit, tetapi setidaknya antara saya dan Messi masih ada kesamaan.
Jika Messi di Barcelona selalu dikelilingi wanita cantik, sayapun sama, di Cigaclung, saya selalu dikelilingi siswi-siswi cantik.
Messi nyaman di Barca, tetapi pada akhirnya ia pun mutasi. Mungkin juga saya.
Wallahu a'lam
Komentar
Posting Komentar