Tak Ada yang Pasti

Dunia itu unik, apa yang dicari dengan sungguh-sungguh akan didapat. Tetapi setelah didapat, kadang tak menemukan kepuasan. Hal lain dari kehidupan dunia adalah, ketidak pastian. Sekolah tinggi, tak ada jaminan pintar cari uang. Cantik, tak dijamin mendapatkan pria tampan sebagai pendamping hidupnya.

Sebaliknya, ada yang sekolah rendah, tapi sukses, banyak uang, harta berlimpah. Tidak tampan, tiba-tiba ada gadis cantik menghampiri lalu jatuh cinta, tak lama naik pelaminan. Itulah dunia, unik.

Hidup didunia ini bukan hanya akan menemukan keberuntungn saja, kadang kemalangan juga datang, bahkan sering menimpa. Sebuah kemalangan karena kecerobohan diri kita, bisa diterima, tetapi kemalangan yang menimpa, akibat membantu orang lain akan sulit diterima. Memberi hutang karena ingin menolong, setelah beberapa lama ditagih, sebab sudah jatuh tempo, eh malah marah-marah.

Lalu harus seperti apa menyikapi keunikan dunia?. Menurut saya, kita hanya bisa berusaha dan melakukan yang terbaik. Target itu penting, fase capaian harus dibuat. Usia berapa harus apa, kapan harus mengapa. Atau apa saja, yang pentinting harus ada target.

Hal lain yang harus diyakini bahwa segala sesuatu ada yang mengatur, ada yang menentukan. Sukses tidaknya, kalah atau menang, sakit, atau sehat sudah ditentukan. Kewajiban kita ikhtiar dalam mencapai kebaikan. Jika kita meyakini itu, maka ketika mendaptakan hal baik yang diharapkan, tidak akan jumawa. Ketika tidakpun, akan menerima dengan ikhlas dan lapang dada.

Sebagai makhluk beriman, kita harus percaya atas kehendak sang Kholik. Kita tak dijamin kaya raya, kita tak dijamin akan hidup bahagia di dunia. Tetapi kita dijanjikan akan mendapatkan kemudahan setelah menghadapi kesulitan.







Komentar

  1. Betul sekali, setelah kesulitan, kemalangan, kepahitan, pasti akan ada kemudahan, kebahagiaan yang manis. Yg penting kita harus memiliki ketahanmalangan dg iklas.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga selalu mendapat kemudahan, disela kesulitan

      Hapus
  2. Hidup ooh hidup, nikmati jalani dan syukuri

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ke Leuwidamar

Mengapa Harus Berbuat Baik

Bandel dan Cita-cita