Beauty and the Beast

Dunia yang melenakan, banyak diantara kita yang baper dengan dunia. Perasaan akan mendapat yang tampan, jika bisa tampil cantik. Atau akan jadi pintar jika belajar disekolah mahal dengan fasilitas lengkap.  Akan bahagia jika tinggal dikota metropolitan dengan segudang fasilitas dan hiburan.

Memang manusia  akan mendapatkan apa yang diusahakan. Tetapi usaha yang dilakukan harus tulus dan lurus. Belajar disekolah mahal, tak akan jadi pintar, jika hanya karena ingin terlihat kereeeen. Pakaian yang mahal akan kelihatan norak, jika tujuan dikenakannya ingin dilihat oleh banyak orang.

Hidup ini tak akan berbanding lurus, jika yang dilakukan tidak sejalan dengan keinginan yang sebenarnya. Sholat yang ria, tak akan bisa menghalangi seorang hamba lepas dari ancaman neraka.

Yang masih saja hangat diberitakan adalah kemenangan Taliban atas Amerika. Diatas kertas, Amerika dengan persenjataan lengkapnya akan mudah menundukan Taliban. Tetapi faktanya tidak, Taliban tak mampu ditundukan, malah Taliban mempermalukan Amerika dikancah pertempuran itu.

Amerika adalah negara dengan kekuatan militer no.1 di dunia. Ribuan pesawat tempur. Ratusan ribu tentara terlatih. Kapal induk ditiap pangkalan militer. Semuanya tak mampu menundukan militansi Taliban.

Motivasi sangat menentukan hasil yang didapat. Taliban berjuang untuk agama dan negaranya, supaya bisa lepas dari cengkraman penjajah. Sementara, Amerika berperang hanya untuk kekuasaan bukan memburu teroris yang sering didengung-dengungkannya. Amerika berperang hanya untuk mengukuhkan hegomoninya atas dunia. Yang sebenarnya label sebagai polisi dunia sudah ia dapatkan.

Jadi jangan terlalu berharap akan mendapat lebih dari mengejar dunia. Perlu mereorientasi hidup. Menjadikan ibadah sebagai dasar melakukan aktifitas dunia, harus di kuatan. Berbisnis karena ibadah, akan membawa manfaat kepada semua fihak. Termasuk keuntungan yang didapat untuk nafkah keluarga. Bekerja yang dilandasi ibadah akan menyenangkan dimata atasan, karena dilakukan dengan giat. Juga supaya gaji yang didapat sebagai gaji yang halal.

Teringat kisah cinta antara si cantik dan si buruk rupa. Serial yang pernah diputar di televisi beberapa tahun silam. Lelaki yang buruk rupa, namun baik hati. Ia tak pernah berfikir akan ada perempuan yang akan jatuh cinta padanya. Ia hanya fokus pada kebaikan. Bersikap, berucap, dan bertindak baik jadi kesehariannya. Seiring waktu berjalan, sikapnya jadi perhatian si cantik. Kebaikannya hingga meluluhkan hati sicantik, dan akhirnya sicantikpun menjatukan pilihan pada pria baik yang buruk rupa itu.

Itulah hidup, penuh kejutan, selalu ada saja hal tak terduga yang akan terjadi. Karena hakekatnya sekenario hidup ini dikendalikan oleh yang Maha Kuasa. Kita hanya boleh fokus pada kebaikan, biarlah takdir yang akan berperan atas apa yang terjadi. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ke Leuwidamar

Mengapa Harus Berbuat Baik

Bandel dan Cita-cita