Talenta
Sejak SD dahulu, ada dua pelajaran yang paling tidak bisa saya ikuti. Yaitu pelajaran menggambar dan bernyanyi. Meski sebetulnya kedua pelajaran itu saya sukai. Waktu masih duduk dibangku SD, saya sering undang seorang teman datang kerumah. Yang saya undang tentu teman yang jago dalam menggambar. Saya sediakan kertas kosong dan pensil, tak lama, dipastikan saya punya gambar Arnold Schwarzenegger, pemeran film Terminator. Atau saya bisa meminta digambarkan tubuh berotot Rambo, tokoh yang diperankan oleh Sylvester Stallone dalam film yang berjudul sama dengan tokohnya, Rambo.
Ali Asman teman SD saya yang jago gambar itu. Dari kepiawaian menggambarnya menghantarkan ia sebagai animator sukses. Mobil, rumah dua lantai, dan sebidang tanah diperoleh dari keterampilannya menggambar dikomputer.
Untuk urusan nyanyi, ada juga teman yang hari ini bekerja sebagai pemusik dangdut. Sejak SD juaranya nyanyi, suaranya merdu, cengkok dangdutnya kentara sekali, meski yang dinyanyikan lagu bergenre keroncong.
Namanya Narman, selain nyanyi, ia jago pukul meja. Dari pukulan meja yang dilakukan, bisa mengiringi lagu yang dinyanyikan di dalam kelas. Sekarang ia bergabung sebagai salah satu grup musik dangdut. Dalam tiap konser, ia ditugasi sebagai MC, biasanya dalam grup dangdut, MC punya kesempatan untuk mendendangkan 1 atau 2 lagu.
Meski saya dan kedua teman itu sering bermain bersama, tetapi menggambar dan bernyanyi tak juga mampu saya lakukan. Sekarang disekolah tempat saya mengajar ada banyak alat musik. Ada kyboard, kecapi, marawis, angklung dan gamelan. Tersimpan rapi, ingin rasanya untuk membunyikan dan memainkannya, tetapi apa daya tangan ini tak bisa melakukannya.
Jika ada kesempatan, beberapa teman suka berkaroke dengan kyboard. Menyanyikan lagu hits dimasanya. Begitupun saya, tapi menyanyinya jarang sekali hingga tuntas, hanya beberapa bait saja. Ada raut kurang menikmati dari beberapa teman yang mendengarkan lagu yang saya bawakan. Begitupun menggambar, saya selalu menghindar dari kegiatan yang satu ini. Sebagai guru kita sering dihadapkan dengan menjelaskan, gambar adalah salah satu cara yang dilakukan agar siswa kita mengerti materi yang disampaikan.
Sering merasa sangat tak nyaman dengan bidang yang tidak kita kuasai. Banyak orang merasa minder atas ketidak mampuannya dalam sebuah bidang aktifitas. Padahal jika diamati, kita punya banyak kelebihan, tetapi kita tak menganggap itu bakat
kita.
Terus saja mengeksplor diri, dari eksplorasi itu, akan kita temukan talenta yang mungkin tak ada pada orang lain.
Ali Asman teman SD saya yang jago gambar itu. Dari kepiawaian menggambarnya menghantarkan ia sebagai animator sukses. Mobil, rumah dua lantai, dan sebidang tanah diperoleh dari keterampilannya menggambar dikomputer.
Untuk urusan nyanyi, ada juga teman yang hari ini bekerja sebagai pemusik dangdut. Sejak SD juaranya nyanyi, suaranya merdu, cengkok dangdutnya kentara sekali, meski yang dinyanyikan lagu bergenre keroncong.
Namanya Narman, selain nyanyi, ia jago pukul meja. Dari pukulan meja yang dilakukan, bisa mengiringi lagu yang dinyanyikan di dalam kelas. Sekarang ia bergabung sebagai salah satu grup musik dangdut. Dalam tiap konser, ia ditugasi sebagai MC, biasanya dalam grup dangdut, MC punya kesempatan untuk mendendangkan 1 atau 2 lagu.
Meski saya dan kedua teman itu sering bermain bersama, tetapi menggambar dan bernyanyi tak juga mampu saya lakukan. Sekarang disekolah tempat saya mengajar ada banyak alat musik. Ada kyboard, kecapi, marawis, angklung dan gamelan. Tersimpan rapi, ingin rasanya untuk membunyikan dan memainkannya, tetapi apa daya tangan ini tak bisa melakukannya.
Jika ada kesempatan, beberapa teman suka berkaroke dengan kyboard. Menyanyikan lagu hits dimasanya. Begitupun saya, tapi menyanyinya jarang sekali hingga tuntas, hanya beberapa bait saja. Ada raut kurang menikmati dari beberapa teman yang mendengarkan lagu yang saya bawakan. Begitupun menggambar, saya selalu menghindar dari kegiatan yang satu ini. Sebagai guru kita sering dihadapkan dengan menjelaskan, gambar adalah salah satu cara yang dilakukan agar siswa kita mengerti materi yang disampaikan.
Sering merasa sangat tak nyaman dengan bidang yang tidak kita kuasai. Banyak orang merasa minder atas ketidak mampuannya dalam sebuah bidang aktifitas. Padahal jika diamati, kita punya banyak kelebihan, tetapi kita tak menganggap itu bakat
kita.
Terus saja mengeksplor diri, dari eksplorasi itu, akan kita temukan talenta yang mungkin tak ada pada orang lain.
Komentar
Posting Komentar