Ameer Azzikra
Innalillahi wainnailaihi rojiuun. Telah menghadap Illahirobbi Ameer Azzikra, hari Senin pukul 01.20 WIB. Dalam usia 20 tahun.
Usia yang muda untuk sebuah kehidupan. Tetapi Allah berkehendak lain. Ia dipanggil oleh-Nya untuk menghadap. Ketika sudah waktunya, maka tak ada lagi yang bisa menunda, meski sesaat saja. Semua ditinggal Ameer, pondok pesantren besar amanat dari sang Ayah, ibu, saudara, dan istri yang cantik.
Yang saya tahu, hanya 2 orang purtra Ust. Arifin Ilham. Keduanya, putra dari istri pertama sang ustadz. Alvin dan Ameer. Meski mengenal hanya sekilas lewat media, saya menilai keduanya pemuda yang shalih. Keduanya dibesarkan oleh ayah dan ibu yang shalih dan shalihah.
Meski keduanya shalih, tetapi masing-masing punya perjalanan hidup yang berbeda. Alvin dengan takdirnya yang menikah muda, kemudian bercerai setelah beberapa tahun saja menjalani biduk rumahtangga. Begitupun dengan Ameer, ia pun hurus berpisah dengan sang istri tercinta, meski dengan cara yang berbeda dari Alvin kakanya.
Sekilas melihat Ameer lebih siap melanjutkan estafet kepemimpinan dari sang ayah. Gaya berpakaian yang lebih berwibawa, tutur kata yang santun, dan keilmuan yang lebih mumpuni. Kata bijak yang terucap kala awak media memintanya berpendapat atas perpisahan kakanya Alvin dengan Clarissa Chau, terdengar menyejukan semua.
Ada hikmah dari tiap peristiwa, kepergian Ameer pasti sangat memukul Alvin. Jika kemarin amanat sang Ayah di pikul bersama dengan Adiknya Ameer, kini beben itu hanya bertumpu padanya. Ummat berharap, cita-cita besar Ust. Arifin Ilham, bisa dilanjutkan oleh Alvin putranya.
Semoga Alvin bisa melanjutkan harapan alm. Ayah dan ibunya, jamaah, dan ummat pada umumnya.
Allahummagfirlahu, warhamhu, waafihi wafuanhu.
Selamat jalan Ameer....
Komentar
Posting Komentar