Back to School

Sejak dini hari saya sudah terjaga. Begitupun dengan si sulung, si bungsu, dan bundanya. Kami berempat bersiap untukmelakukan perjalanan menuju kota Garut. Ke pondok pesantren tempat si sulung berguru menuntut ilmu.

Jam 02.00 alarm berbunyi keras, saya langsung bangun. Kemudian membangunkan istri, dan kedua putri cantik saya. Mandi, setelah itu mengenakan pakaian terbaik yang tersimpan dilemari. Istri dan si sulung tak  lantas mandi. Ia merapihkan bawaan yang akan dibawa. Memastikan tak ada barang penting yang tertinggal.


Si bungsu yang masih terlihat kantuk, masih malas untuk segera masuk ke kamar mandi. Saya coba meminta agar ia agar segera mandi, saya sampaikan bahwa 30 menit lagi kita akan berangkat mengantar kakanya kembali ke pondok pesantren. Mendengar itu, ia langsung bergehas ke kamar mandi.

Kendaraan sudah dipanaskan, barang-barang sudah dimasukan ke dalam mobil. Semua sudah berada didalam mobil, kami semua siap untuk berangkat. Mobil mulai berjalan, kmudian keluar dari halaman, dan menuju jalan raya.

Jalan masih sangat sepi, saya langsung tancap gas. Kami harus samapi jam 09.00 di pondok pesantren. mobil terus bergerak, biasanya tak bisa secepat ini, pagi ini jalan begitu lengang.

Tak lama, mobil masuk jalan toll. Jalan bebas hambatan yang mulus, rambu dan marka jalannya jelas terlihat. Sisi kiri dan kanannya banyak ditanami pohon dengan tertata, indah dilihat. Meski masih gelap, lampu penerang bisa menyinari taman-taman sepanjang jalan.

Jalan toll BORR, sudah dilewati. Mobil menuju toll Jagorawi. Jalan bebas hambatan ini lebih indah, dari jalan toll BORR. Sisi kiri dan kanannya lebih luas, dan banyak ditanami pepohonan. Taman dengan bunga-bunga warna warni, serta rumput hijaunya, semakin menambah keindahan.

Dipersimpangan mobil mengambil jalur kiri. Jalur yang menuju kota Bandung, melewati jalur puncak. Jalur puncak pun sepi dari lalu-lalang kendaraan. Mungkin karena bukan hari libur. Memasuki perkebunan teh, kabut tipis masih menyelimuti. Rencana sholat subuh di masjid At-Taawun urung, karena waktu subuh belum masuk. Masih sekitar 20 menit lagi.

Puncak Pass telah dilewati, memasuki wilayah kab. Cianjur. Jalan mulai menurun setelah melewati tugu perbatasan Kab. Bogor dengan Cianjur, sehingga pedal rem harus terus dikontrol untuk mengatur laju kendaraan. Lampu penerangan disisi jalan kurang memadai, sehingg jalan terasa gelap.

Mobil melaju kencang, azan subuh sudah berkumandang. Saya memutuskan menepi di pompa bensin yang buka 24 jam. Tempat yang biasa saya gunakan isyirahat, ketika melintas dikawasan ini. Setelah mobil diparkir, saya dan keluarga bergegas menuju musholla. Kami melaksanakan ibadah shalat subuh. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ke Leuwidamar

Mengapa Harus Berbuat Baik

Bandel dan Cita-cita