Bercengkrama
Siang itu saya meminta siswa pulang lebih awal, karena selepas juhur, kami akan mengadakan trip. Pesertanya seluruh siswa, dan juga kami gurunya. Hampir setiap bulan, satu kali kami melaksanakan ini. Tujuannya, agar kami guru, dan siswa bisa lebih dekat.
Dipedalaman, karena faktor rendahnya pendidikan orangtua siswa, hingga kurang faham dengan kondisi anaknya, terutama secara psikologis. Orang tua yang hanya berfikir bahwa tugasnya hanya memenuhi kebutuhan pangan, sandang, dan papan saja. Sehingga komunikasi anak dengan orangtuanya, terutama bapak, tdak dapat porsi yang cukup.
Terlebih, mereka yang orangtuanya bekerja dikota, atau bekerja sebagai buruh di negara Malaysia. Komunikasi dengan orangtua yang terbatas, atau tidak bisa dilakukan sama sekali, hingga kami para guru sebagai orangtua kedua disekolah mengambil peran.
Kami sudah sampai di sisi sungai ciminyak, sebagian menyiapkan tungku untuk memasak. Perempuan menyiapkan bahan makanan yang akan dimasak, yang laki-laki mencari kayu bakar disekitar sisi sungai. Siap memasak, siswa perempuan sibuk, menjaga api agar panasnya stabil. Juga memastikan agar kematangan masakan sempurna.
Sambil menunggu masakan siap disantap, siswa laki-laki asyik mandi disungai. Sungai jernih sangat asyik untuk mandi dan berenang. Bahagaia sekali sepertinya mereka. Tak semua yang laki-laki ikut mandi, ada juga yang lebih memilih bercengkrama dengan kami gurunya. Begitu pula dengan siswa perempuan, tak semua sibuk memasak. Diantara mereka memilih bercengkrama.
Tema bercengkrama kami lebih sering pada cerita inspirasi. Saya sering menceritakan tokoh-tokoh nasional dan internasional yang sukses dan ternama. Para pahlawan kemerdekaan juga diceritakan, agar mereka terinspirasi.
Mereka miskin motivasi, letak geografis, pekerjaan orang tua, dan kurangnya informasi positif, hingga didapat membuat mereka putus harapan.
Nasi liwet sudah siap, daun pisang yang baru saja diambil dan masih hijau segar, sudah disusun memanjang. Menggunakan sendok kayu besar, nasi ditata sepanjang daun. Ikan asin, lalab, dan sambal juga diletakan mengikuti panjangnya daun. Saya memberi komando untuk berdoa. Selesai berdoa, semua menyerbu, mereka terlihat sangat lapar. Menu sederhana menggugah selera, nikmat tak tertandingi.
"Bapak, kangen" pesan singkat yang dikirim lewat WA pribadi. Saya coba mencari tau siapa yang mengirim pesan itu. Karena nomor pengirim pesan tidak di tersimpan di memori smartphone. Setelah di cek, ternyata ia berada satu grup dengan saya, di grup WA alumni. Ia sudah dua tahun lalu lulus dari SMP.
Kami berbincang lewat tulisan, ia menceritakan saat kami makan bersama di sisi sungai, meski dengan lauk sederhana, tetapi hingga kini nikmatnya masih terasa.
Dipedalaman, karena faktor rendahnya pendidikan orangtua siswa, hingga kurang faham dengan kondisi anaknya, terutama secara psikologis. Orang tua yang hanya berfikir bahwa tugasnya hanya memenuhi kebutuhan pangan, sandang, dan papan saja. Sehingga komunikasi anak dengan orangtuanya, terutama bapak, tdak dapat porsi yang cukup.
Terlebih, mereka yang orangtuanya bekerja dikota, atau bekerja sebagai buruh di negara Malaysia. Komunikasi dengan orangtua yang terbatas, atau tidak bisa dilakukan sama sekali, hingga kami para guru sebagai orangtua kedua disekolah mengambil peran.
Kami sudah sampai di sisi sungai ciminyak, sebagian menyiapkan tungku untuk memasak. Perempuan menyiapkan bahan makanan yang akan dimasak, yang laki-laki mencari kayu bakar disekitar sisi sungai. Siap memasak, siswa perempuan sibuk, menjaga api agar panasnya stabil. Juga memastikan agar kematangan masakan sempurna.
Sambil menunggu masakan siap disantap, siswa laki-laki asyik mandi disungai. Sungai jernih sangat asyik untuk mandi dan berenang. Bahagaia sekali sepertinya mereka. Tak semua yang laki-laki ikut mandi, ada juga yang lebih memilih bercengkrama dengan kami gurunya. Begitu pula dengan siswa perempuan, tak semua sibuk memasak. Diantara mereka memilih bercengkrama.
Tema bercengkrama kami lebih sering pada cerita inspirasi. Saya sering menceritakan tokoh-tokoh nasional dan internasional yang sukses dan ternama. Para pahlawan kemerdekaan juga diceritakan, agar mereka terinspirasi.
Mereka miskin motivasi, letak geografis, pekerjaan orang tua, dan kurangnya informasi positif, hingga didapat membuat mereka putus harapan.
Nasi liwet sudah siap, daun pisang yang baru saja diambil dan masih hijau segar, sudah disusun memanjang. Menggunakan sendok kayu besar, nasi ditata sepanjang daun. Ikan asin, lalab, dan sambal juga diletakan mengikuti panjangnya daun. Saya memberi komando untuk berdoa. Selesai berdoa, semua menyerbu, mereka terlihat sangat lapar. Menu sederhana menggugah selera, nikmat tak tertandingi.
"Bapak, kangen" pesan singkat yang dikirim lewat WA pribadi. Saya coba mencari tau siapa yang mengirim pesan itu. Karena nomor pengirim pesan tidak di tersimpan di memori smartphone. Setelah di cek, ternyata ia berada satu grup dengan saya, di grup WA alumni. Ia sudah dua tahun lalu lulus dari SMP.
Kami berbincang lewat tulisan, ia menceritakan saat kami makan bersama di sisi sungai, meski dengan lauk sederhana, tetapi hingga kini nikmatnya masih terasa.
Masya Allah, seorang guru yang benar-benar hidup dan abadi dalam sanubari setiap anak didik. Aku bangga dan cinta padamu Cik Gu
BalasHapusSemoga kita selalu jadi guru yang terus menginspirasi
HapusGuru hebat... Betul Pak .kita sebagai orang tua kedua di sekolah hrs pandai2 mngambil peran untuk perkmbngan psikologi mrk.
BalasHapusJadi orang tua, mereka bisa bicara apa saja dengan gurunya
HapusInspiratif. Keren, Pak. Kesan yang mendalam dari seorang guru, melekat sepanjang hayat dam jiwa anak didik.
BalasHapusAlhamdulillah, terus diingat, meski mereka sudah di tempat lain.
HapusKegiatan yang merekatkan siswa dan guru. Dan pastinya akan selalu dirindukan.
BalasHapusMerekatkan, saling medoakan.
HapusHmmm.. terbayang kebahagiaan anak2 di sana. Kenangan yg terukir terus dlm memori..
BalasHapusAamiin ambu.
HapusMenjadi guru di pedalaman, di kota, di manapun sama baik dan mulianya.
BalasHapusSehat dan menulis selalu, Pak Guru 👍
Siap ibu Pipit..
BalasHapusSeru nih jalan2. Ngaliwet di alam. Pengen diajak
BalasHapus