dua

Dua

Pagi itu, ada undangan dari pemda untuk penyerahan SK. Jauh sebelum subuh, saya sudah terjaga. Bertahajud, memohon keridhoan Allah, agar diampuni dosa dan kesalahan yang pernah dibuat. Mandi, lalu sarapan, kemudian melaksanakan shalat subuh. Selesai shalat, langsung berangkat, menuju lokasi acara.

Jarak yang jauh, mengharuskan saya berangkat lebih awal. Jarak antara rumah saya dengan lokasi acara sekitar 70 Km. 3 jam perjalanan dibutuhkan untuk bisa samapi kesana. Itupun jika perjalanan mulus yanpa hambatan. Biasanya, ada saja halangan. Beberpa titik ada kemacetan. Pasar dan lintasan kereta api yang dilalui, suka terhambat dan macet.

Beberapa belas menit jelang acara, saya sampai dilokasi. Berdiri dan berbaris ditengah lapangan, bersama CPNS lain. Upacara dimulai, meaki terik, kami harus mengikuti dengan khidmat. Upacara dipimpin oleh bapak bupati. Beliau berdiri tegak di podium. Suaranya lantang, dan berwibawa. Semua kgidmat mendengarkan amanatnya. Meski melihat beliau dari kejauhan, aura beliau sebagai pemimpin jelas dirasakan.

Selesai upacara, dilakukan penyerahan SK dikantor BKD diseberang alun-alun tempat kami melaksanakan upacara. Kami berbaris berdasarkan formasi. Saya berbaris dikelompok guru bersama ratusan lainnya. Sepertinya, profesi ini yang terbanyak, hingga jumlahnyapun ratusan orang. Antri satu persatu menunggu panggilan, untuk menandatangani berkas serah terima SK itu.

Akhirnya nama saya disebut oleh petugas. Dipanggil dua kali, langsung saya datang, berdiri, laulu dipersilagkan duduk di bangku yang ada dihadapan petugas itu. Beberapa pertanyaan dilontarkan, untuk memastkan saya sebagai penerima SK. Setelah ok, saya diminta untuk menandatangani berkas, lalu map berisi SK Pengangkatanpun diserahkan. Lega rasanya, akhirnya bisa menjadi CPNS, dan selangkah lagi, akan menerima SK PNS.

Saya diminta untuk mengcoppy SK untuk diarsipkan. Saya bergegas menuju kios poto copy, mencati kios terdekat, bertanya kesana kemari kepada orang yang ada disekitar. Akhirnya, saya ditunjukan oleh seseorang yang juga selesai memfoto copy SK. Samapi di kios itu berkas saya serahka, penjaga kios yang juga oprator mesin foto copi memnerima berkas map dan membukanya. Sekilas ia membaca lembar SK yang akan difoto copi.
"Selamat ya aa... semoga betah di Sobang"
Saya mengangguk, senyum lebar, kemudian mengucapkan terimakasih atas ucapan selamat yang ia lontarkan. Ini ucapan selamat pertama yang saya terima, sampai dirumah nanti, pasti banyak yang mengucapkan itu. Istri, kakak, adik, orangtua, dan juga para tetangga, akan mengucapkan itu.

Selesai mefoto coppy SK, saya mengingat ucapan selamat yang diucapkan sang oprator mesin foto coppy. Meski ramah, ada yang jangal dari gestur dan senyumnya. Saya kembali berfkir positif saja, meski kejanggalan senyum yang ia lempar kepada saya, dirasa ada kejanggalan. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ke Leuwidamar

Mengapa Harus Berbuat Baik

Bandel dan Cita-cita