Lagerunal

Grop WA yang selalu ramai dengan tulisan. Tema sama, tetapi kreasi berbeda. Disana ada puisi, dan juga ada cerita. Saya masuk digrup ini bisa dibilang telat. Karena ketika saya dimasukan, sudah ada rarusan peaerta didalamnya. Jika tak salah, nama sebelumnya adalah grup Cakrawala.

Saya ikut saja, karena konten yang dikirim dalam grup ini bagus-bagus, sementara konten yang saya buat masih jauh dari kriteri bagus. Saya bisa menimba ilmu di grup ini. Saya belum pernah mengirim puisi, karena belum bisa menyusun kata menjadi kalimat yang penuh makna dan indah.

Tulisan yang saya buat, hanya coretan peristiwa yang biasa saja. Tidak seperti tulisan Ambu yang selalu menggugah rasa dengan teleletnya. Atau tulisan bu Aam, yang renyah, juga tulisan bu Pipit yang mengandung seribu makna.

Grup bagus ini sudah genap satu tahun. Artinya sudah banyak coretan yang bisa dijadikan pelajaran dalam menulis. Sayapun merasakan itu, tulisan saya bisa lebih banyak sekarang. Jika dulu, hanya bisa lima pargraf dalam sekali duduk, sekarang bisa hingga 7 paragraf. Ada progres, meski bisa dianggap tak signifikan.

Satu lagi yang belum saya fahami dari grup ini, yaitu kata Lagerunal. Kata ini baru saya dapatkan disini.  Saya belum tau arti dari kata tersebut. Baik menurut bahasa, terlebih menurut istilah. Sangat berterima kasih jika ada kawan di grup ini yang sudi menjelaskan. Seperti kata Telelet, dulu tak faham, sekarang saya sudah mengerti, meski belum bisa membuat itu.

Ingin bisa membuat telelet, tapi sulit sepertinya. Kagum saya sama ambu, hasil teleletnya bagus. Kata dan makna sudah sangat menyatu. Beberapa yang saya baca, membuat saya larut kedalam suasana.

Sebagai orang baru, saya masih perlu banyak belajar dari kawan-kawan digrup ini. Belajar hingga menjadi peserta yang mampu menulis kata hingga kalimat yang penuh makna, dan indah.

Semoga kita tetap disatukan disini, di grup yang banyak membawa manfaat, grup yang kompak, dan saling berbagi.

Oh ya, saya menulis ini, dalam perjalnan menuju sekolah. Hujan yang turun memaksa saya untuk menepi. Mengisi waktu kosong ini saya gunakan untuk menulis dan mengisi blog saya. 

Komentar

  1. Pak Dadang sadar nggak kalau tulisan Pak Dadang mengalir, kayak Iklan Pipa Rucika, mengalirkan kebahagiaan, hahaha....

    terimakasih catatannya ya :)

    BalasHapus
  2. Rasanya baru membaca mukaddimah. Penasaran ingin melanjutkan membaca isinya. Begitu indahnya tulisan, hingga berasa belum selesai. Energinya positif sekali. Tulisan yang dibuat secara darurat saja sebegini kerennya, gimana kalau beneran, ya?

    BalasHapus
  3. Keren sudah bisa menulis kapan pun dan di mana pun. Ide mengalir.

    BalasHapus
  4. Terima kasih pak sudah mengulas Lagerunal. Lagerunal merupakan akronim dari Cakrawala Blogger Guru Nasional

    BalasHapus
  5. Tulisannya bagus pak. Sudah mengalir mengikuti isi hati penulisnya

    BalasHapus
  6. Tulisannya ngalir. Seneng banget baca artikel Pak Dadang. Hehe

    BalasHapus
  7. Lagi asyik baca tahu-tahu sudah habis. Semangat berbagi peristiwa lewat tulisan, Pak Dadang

    BalasHapus
  8. Pokoknya di grup Lagerunal gak ada sepinya deh. banyak ilmu yang diberikan oleh semua blogger guru di Lagerunal

    BalasHapus
  9. Pak Dadang menulisnya dalam pejalanan saja sudah bagus begini. Apalagi kalau menulisnya di ruang khusus.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pahlawan Ku

sepuluh

Menunggu Rasa Ngantuk Datang