Pasti sudah lelah semua
Sejak pagi grup ini ramai sekali, ada yang mengirim puisi, ada juga yang mengirim cerita. Saya lebih memilih tiarap, dan hanya menyimak. Sejak saya berolahraga di pagi hari, grup sudah ramai. Sampai sekitar jam 9, waktu saya nyabu, grup semakin ramai.
Setelah berolahraga dan sarapan segera mandi, tak lama saya bergegas memenuhi undangan teman untuk bersilaturahmi. Tempat pertemuan kami di sebuah kedai bakso. Acara ini sudah direncanakan dua pekan yang lalu. Karena, kesibukan masing-masing, hingga harus memilih waktu yang tepat bagi semua.
Sebetulnya acara ini tidak formal, sekedar ingin aha... ihi.. bersama. Hanya fan saja. Merajut pertemanan yang terjalin, agar tetap terjaga. Ketika perbincangan semakin seru, menu yang dipesan pun datang. Obrolan terjeda, karena semua gagal fokus pada topik pembicaraan. Es campur, lebih menarik dilihat dari pada fokus pada tema pembicaraan. Terlebih ketika mangkuk bakso datang dan diletakan didepan masing-masing, buyar semua konsentrasi hadirin dan hadiroh.
Teman-teman yang datang sangat disayangkan. Tak ada satupun yang melakukan 5 M. Hanya 1 M saja, itu pun M nya hanya digantung dileher, tidak digunakan menutup hidung dan mulut. Sepertinya mereka tak sadar jika kewajiban ber 5 M belum dicabut.
Memang hari ini sudah terlihat ramai, masyarakat sudah tidak lagi merasa pandemi masih ada. Jalan, rumah makan, warung jajan terlihat berjejal. Rumah makan "Nambah Donk" yang berada disisi jalan ramai sekali pengunjungnya. Parkir yang dapat memuat puluhan kendaraan roda empat, penuh terisi. Begitupun warung bakso "teh yani", puluhan sepedah motor pelanggan setianya, berjejer rapih tepat didepan kios bakso itu.
Semoga pandemi segera berlalu, sudah lelah menunggunya agar segera pergi.
Setelah berolahraga dan sarapan segera mandi, tak lama saya bergegas memenuhi undangan teman untuk bersilaturahmi. Tempat pertemuan kami di sebuah kedai bakso. Acara ini sudah direncanakan dua pekan yang lalu. Karena, kesibukan masing-masing, hingga harus memilih waktu yang tepat bagi semua.
Sebetulnya acara ini tidak formal, sekedar ingin aha... ihi.. bersama. Hanya fan saja. Merajut pertemanan yang terjalin, agar tetap terjaga. Ketika perbincangan semakin seru, menu yang dipesan pun datang. Obrolan terjeda, karena semua gagal fokus pada topik pembicaraan. Es campur, lebih menarik dilihat dari pada fokus pada tema pembicaraan. Terlebih ketika mangkuk bakso datang dan diletakan didepan masing-masing, buyar semua konsentrasi hadirin dan hadiroh.
Teman-teman yang datang sangat disayangkan. Tak ada satupun yang melakukan 5 M. Hanya 1 M saja, itu pun M nya hanya digantung dileher, tidak digunakan menutup hidung dan mulut. Sepertinya mereka tak sadar jika kewajiban ber 5 M belum dicabut.
Memang hari ini sudah terlihat ramai, masyarakat sudah tidak lagi merasa pandemi masih ada. Jalan, rumah makan, warung jajan terlihat berjejal. Rumah makan "Nambah Donk" yang berada disisi jalan ramai sekali pengunjungnya. Parkir yang dapat memuat puluhan kendaraan roda empat, penuh terisi. Begitupun warung bakso "teh yani", puluhan sepedah motor pelanggan setianya, berjejer rapih tepat didepan kios bakso itu.
Semoga pandemi segera berlalu, sudah lelah menunggunya agar segera pergi.
Komentar
Posting Komentar