Pemain Belakang
Dalam sepak bola, memerlukan kerjasama tim yang solid. 11 pemain yang ada dilapangan hijau, harus satu irama, ritme, dan gerakan dibawah seorang pelatih.
Tiap pemain harus punya kontribusi dalam pertandingan. Penjaga gawang, pemain bertahan, gelandang, dan pemain depan, harus memainkan peran masing-masing dengan baik. Menjalankan fungsi dan tugasnya dengan baik akan membawa kemenangan untuk tim.
Menurut saya, tugas berat tim itu ada pada pemain belakang. Kesalahan pemain belakang sedikit saja, akan berakibat fatal bagi tim. Kalah, dan akhirnya akan tersingkir dari kompetisi yang berlangsung. Meski posisinya sangat menentukan, tetapi keberadaannya tak pernah disanjung melebihi pemain depan. Justru jadi bulan-bulanan para pendukungnya jika dianggap melakukan kesalahan, meski hanya kesalahan kecil yang tak ada dampak bagi tim.
Berbeda dengan pemain depan, meski kegagalnnya sering di cemooh, tetapi tak melebihi cacian untuk pemain belakang. Tugas pemain depan adalah memanfaatkan umpan dari pemain tengah. Jika gol tak kunjung tercipta, bisa jadi karena suplay bola yang kurang. Karena tugas pemain depan adalah memanfaatkan umpan, maka ketergantungan terhadap pemain tengah sangat tinggi. Gagal dan suksesnya tergantung pada kerja keras pemain tengah. Straiker tak bisa disalahkan.
Gol yang tercipta sangat menghibur pemonton. Menyaksikan gol indah, rasanya seperti mendengar kalimat "I love you to" dari seseorang yang baru saja kita tembak. Hal ini menjadikan penggemar semakin suka pada sang straiker pencetak gol. Meski gol tercipta hasil kerjasama apaik tim, tetapi papan skor tak mau tahu, dia hanya mencatat satu nama pencetak gol.
Serunya menonton sepakbola adalah dari terciptanya gol indah. Pemain dengan kemapuan memanfaatkan umpan menjadi gol akan diminati banyak klub. Gaji fantastis akan ditawarkan. Fasilitas mewah juga diberikan.
Meski kita sepakat sepak bola adalah kerjasama tim, tetapi faktanya pemain depan dianggap lebih berjasa terhadap kesebelasan. Lebih sering dielu-elukan pendukungnya.
Tiap pemain harus punya kontribusi dalam pertandingan. Penjaga gawang, pemain bertahan, gelandang, dan pemain depan, harus memainkan peran masing-masing dengan baik. Menjalankan fungsi dan tugasnya dengan baik akan membawa kemenangan untuk tim.
Menurut saya, tugas berat tim itu ada pada pemain belakang. Kesalahan pemain belakang sedikit saja, akan berakibat fatal bagi tim. Kalah, dan akhirnya akan tersingkir dari kompetisi yang berlangsung. Meski posisinya sangat menentukan, tetapi keberadaannya tak pernah disanjung melebihi pemain depan. Justru jadi bulan-bulanan para pendukungnya jika dianggap melakukan kesalahan, meski hanya kesalahan kecil yang tak ada dampak bagi tim.
Berbeda dengan pemain depan, meski kegagalnnya sering di cemooh, tetapi tak melebihi cacian untuk pemain belakang. Tugas pemain depan adalah memanfaatkan umpan dari pemain tengah. Jika gol tak kunjung tercipta, bisa jadi karena suplay bola yang kurang. Karena tugas pemain depan adalah memanfaatkan umpan, maka ketergantungan terhadap pemain tengah sangat tinggi. Gagal dan suksesnya tergantung pada kerja keras pemain tengah. Straiker tak bisa disalahkan.
Gol yang tercipta sangat menghibur pemonton. Menyaksikan gol indah, rasanya seperti mendengar kalimat "I love you to" dari seseorang yang baru saja kita tembak. Hal ini menjadikan penggemar semakin suka pada sang straiker pencetak gol. Meski gol tercipta hasil kerjasama apaik tim, tetapi papan skor tak mau tahu, dia hanya mencatat satu nama pencetak gol.
Serunya menonton sepakbola adalah dari terciptanya gol indah. Pemain dengan kemapuan memanfaatkan umpan menjadi gol akan diminati banyak klub. Gaji fantastis akan ditawarkan. Fasilitas mewah juga diberikan.
Meski kita sepakat sepak bola adalah kerjasama tim, tetapi faktanya pemain depan dianggap lebih berjasa terhadap kesebelasan. Lebih sering dielu-elukan pendukungnya.
Komentar
Posting Komentar