Sore Itu
Hujan kembali membasahi bumi, kala kajian sore sedang berlangsung. Tak lebat, tetapi cukup membasahi halaman masjid, hujan juga menyejukan suasana hati jamaah. Pemateri kajian sore, terus menyampaikan pesan-pesan kebaikan. Agar jamaah yang hadir bisa menjadi umat terbaik, yang menjalankan perintah, dan menjauhi larangan-Nya.
Nasihat yang disampaikan, sangat menyentuh. Hingga pendengar tertunduk, merenungi kealfaan, juga kehilafan yang pernah dilakukan. Bagaimana jika kesalahan itu masih diperbuat, hingga kelak ajal menjemput, pasti akan celaka. Yah, tak ada pilihan lain, kecuali bertobat, memohon ampun, dan tak mengulangi kesalahan yang dulu dilakukan.
Tak hanya tentang hal itu, dalil tentang kehidupan akhirat juga dikupas. Hari akhir adalah peristiwa yang harus diimani dan pasti terjadi. Posisi kita diakhirat kelak, ditentukan hari ini. Bagaimana laku langkah yang diperbuat, akan dibalas dihari itu.
Merenungi, bermuhasabah atas langkah yang telah dilakukan. Kebaikan yang dikerjakan, lebih sedikit dibanding keburukan yang diperbuat.
Tak perlu berkecil hati, Allah Maha Pengasih, Allah maha Penyayang, Allah Maha Penerima Taubat. Meski hambanya berlumur dosa, pasti Dia akan mengasihi, menyangi, dan menerima taubatnya, dengan syarat, dilakukan dengan penuh kesungguhan.
Bukan perkara mudah, godaan pasca bertaubat sangat besar sekali. Bisikan saithon semakin kencang. Ia tak akan rela ada hamba yang mengambil jalan pintas untuk bertaubat. Meski demikian, kendali ada ditangan manusia. Ketika kuat dengan tobatnya, pasti bisa menahan bisikan itu.
Meski, manusia disediakan dua jalan, yaitu jalan kebaikan dan keburukan. Pada hakekatnya kita hanya boleh memilih satu jalan, yaitu jalan yang penuh dengan ridho-Nya, dan Jalan yang penuh nikmat. Jalan kedua, adalah jalan yang penuh dengan kesulitan. Jalan yang dimurkai, yang akan membawa pada bencana berkepanjangan di yaumil akhir.
Bahagia didunia, juga diakhirat adalah harapan semua manusia, tetapi memilih keduanya dalam satu jalan tidak lah mudah. Sifat kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat berlawanan arah. Menyatukannya butuh sentuhan bijak, salah satu untuk itu, dengan meredefinisi pengertian bahagia didunia.
Bahagia itu, bukan dari apa yang dimiliki, akan tetapi bahagia itu datang dari rasa syukur atas apa yang dimiliki.
Syukur adalah ungkapan rasa bahagia, orang yang kurang bersyukur biasanya masih kurang bahagia
BalasHapusBetul sekali... Bahagia kalau kita bersyukur atas nikmat yg Allah berikan. Sampai kapanpun manusia tdk akan bahagia kalau kita tdk bersyukur
BalasHapussyukur adalah kunci dalam mengarungi hidup agar selamat di dunia dan akhirat
BalasHapusRefleksi diri, terimakasih
BalasHapusBersyukur dan bertawakkal adalah kuncinya, semoga kita mampu untuk senantiasa menjadi insan yg bersyukur aamiin
BalasHapusKesyukuran menjadi kunci kebahagiaan.
BalasHapusBehagianya. Terima kasih atas perpanjangan tausiahya.
BalasHapusTerima kasih. Mensyukuri setiap hal kecil akan memberi kebahagiaan besar.
BalasHapusBenar sekali, bahagia itu, bukan dari apa yang dimiliki, akan tetapi bahagia itu datang dari rasa syukur atas apa yang dimiliki.
BalasHapusKeren nih materinya. Bermanfaat banget Pak tulisan Pak Dadang. Jadi inget hidup harus seimbang.
BalasHapusSore ini yg sebentar lagi menjadi sore itu, saya mendapat teguran.
BalasHapusTerima kasih, cerita penulis sangat menyentuh.
Pak Dadang tulisanya bagus banget. penulis yang sesungguhnya
BalasHapus