tiga

Tiga

Pagi cerah, beraktifitas seperti biasa. Saya kembali datang ke kantor, meski tidak untuk bekerja. Merapihkan beberpa barang pribadi yang ada dimeja kerja untuk dibawa pulang. Saya juga menyerahkan bundel berkas laporan keuangan, karena harus diserahkan kepada pimpinan, juga kepada pengganti, yang akan meneruskan tugas-tugas saya.

Beberpa teman datang dan membantu untuk merapikan meja kerja. Beberpa menghampiri sekedar mengucapkan selamat, atas keberhasilan saya diangkat menjadi CPNS. Senang rasanya, banyak sahabat yang mendoakan, juga mengucapkan selamat. Satu sisi bersedih, karena berpisah dengan teman yang baik dan selalu mensupport, sisi lain bahagia, karena mendapat pekerjaan, yang jutaan orang di negeri ini menginginkannya.

Kenangan banyak terukir disini, sekolah yang sudah membuat saya menjadi seorang sarjana. Jika saya bekerja ditempat lain, mungkin saya tak ada kesempatan utuk itu. Dari sarjana itu, saya berkesempatan mengikuti seleksi CPNS dan berhasil lolos.

Dimana kita berada, pasti meninggalkan kesan. Kesan baik yang menyenangkan, atau kesan tidak baik yang tidak menyenangkan. Sekolah dengan banyak personil sarat akan konflik. Berbeda kepala, maka keinginan, ambisi, dan yarget masing-masing undividu akan berbeda pula. Masih terlintas, ketika meja kerja saya digebrak keras. Itu dolakukan seorang teman,  karena tidak puas, dengan kebijakan pimpinan yang berkaitan dengan nominal. Yah, kadang urusan mominal, membuat gelap mata, tak ada kompromi untuk itu.

Ada agenda yang harus dilakukan hari ini. Yaitu mencari peta kabupaten Lebak di toko buku. Saya belum tau dimana lokasi tempat tugas yang baru. Dengan peta, ada gambaran trek yang akan saya lalui, menuju sekolah baru.

Jelang waktu zuhur saya sampai di toko buku. Toko itu berada didalam mall yang lumayan besar di kawasan BSD, Tangerang Selatan. Setelah sampai, lalu memarkir kendaraan, sayapun menuju lift. Menunggu sebentar setelah menekan tombol arah menuju lantai atas yang ada disamping pintu lift itu. Tak lama pintu lift terbuka, bebepa orang keluar dari pintu lift, setelah semua keluar, barulah saya menaiki dan menekan tombol angka tujuan. Tak lama, pintu lift terbuka, saya keluar, bergegas menuju toko buku.

Toko buku yang besar, tak terlalu ramai pengunjung siang itu. AC berhembus, dingin terasa sekali. Saya menyusuri rak yang berjajar untuk mencari peta itu. Kesana kemari berjalan, tapi belum menemukan. Akhirnya terpaksa meminta banruan SPG yang bertugas disalah satu sudut toko. Tak lama ia menemukan dan menunjukannya. Saya mengambilnya satu, lalu dibawa menuju kasir. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ke Leuwidamar

Mengapa Harus Berbuat Baik

Bandel dan Cita-cita