Bung Karno

Bung Karno

Selang sehari ia memposting poto di depan angkutan umum Maumere - Atambua, Beni kembali beraksi. Ia kembali memposting  poto dalam perjalanan dinasnya. Dalam gambar yang diunggah pada akun media sosial miliknya, ia sedang berdiri santai disamping sebuah papan nama. Kali ini, ia berada di Ende, Nusa Tenggara Timur.

Latar pose Beni kali ini adalah, papan nama rumah Soekarno di Ende. Rumah yang pernah ditinggali Soekarno selama dipengasingan. Sekarang, rumah itu jadi cagar budaya. Banyak orang yang ingin berkunjung ke sana. Soekarno pernah diasingkan ke sana dizaman penjajahan dulu. Ende sangat jauh dari Jakarta, dibuang ke sana agar Soekarno tak lagi melakukan pergerakan untuk kedaulatan negerinya tercinta.

Dipoto itu ada dua objek, Beni dan papan nama. Sayang sekali, saya lebih tertarik membahas Soekarno sang proklamator. Soekarno pejuang yang dengan kegigihannya menghantarkan Indonesia kedepan pintu gerbang kemerdekaan.

Bukan hanya Ende, Soekano juga pernah diasingkan ke Bengkulu, Digul dan diculik oleh pemuda ke Rengasdengklok. Sangat berat perjuangannya untuk membebaskan bangsanya dari cengkraman penjajah.

Keikhlasan Soekarno dalam berjuang, hingga mengantarkan beliau duduk dalam pucuk kekuasaan tertinggi di negeri ini. Soekarno pantas pendapatkan posisi itu karena perjuangannya yang tak kenal lelah. Perjuangan untuk membebaskan bangsanya dari belenggu para penjajah. Sejarah mencatat, bagaimana peran beliau dalam sidang BPUPKI yang pertama dan kedua. Usulan dasar negara yang ia cetuskan, diperingati sebagai hari lahirnya Pancasila. Kemudian,  dari kegigihannya dalam berjuang,  ia memetik buah manis, hingga pada tanggal 18 Agustus 1945, ia ditetapak sebagi Presiden Republik indnesia. Keikhlasan yang menghantar ia pada kesuksesan.

Setelah Soekarno berkuasa, ada perubahan sikap pada dirinya. Terlihat ia ingin terus berada dipucuk pimpinan negeri ini. Dari keinginan itu ia berusaha mengawetkan kekuasaannya atas bangsa ini. Satu dua mulai ada keputusan yang menyimpang dari konstitusi negara, UUD 1945. Puncaknya, ia diangkat menjadi presidan seumur hidup pada akhir masa kekuasaanbya.

Soekarno jatuh, ia diberhentikan dari jabatannya. Soekarno dianggap orang paling bersalah atas kisruh yang terjadi pada akhir kekuasaannya.

Dulu, Soekarno ikhlas berjuang demi bangsanya. Harta mungkin juga nyawa jadi taruhannya. Dari sana, jabatan datang dengan sendirinya. Tetapi setelah ia ingin jabatan itu terus ada padanya, jabatan itu malah pergi meninggalkannya. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ke Leuwidamar

Mengapa Harus Berbuat Baik

Bandel dan Cita-cita