delapan
Delapan
Personil lengkap, kami siap mengajar para siswa pedalaman ilmu yang sesuai dengan kempuan kami. Kami para guru siap melaksanakan sebagian dari amanat pembukaan Undang-undang Dasar 1945, yaitu dalam rangka untuk mencerdaskan bangsa.
Karena jumlah kelas yang sedikit, hingga kewajiban kami masuk dan bertatap muka dikelas sedikit pula. Kami banyak menggunakan waktu luang, dikegiatan ekstrakurikuler para siswa. Saya pegang ekskul sepakbola dan tenis meja. Yang lain ada yang pegang catur, pramuka, menulis, english club, dan lain-lain.
Siswa sedikit, membuat kami mudah berinteraksi dengan mereka, hingga nama mereka cepat saya hafal. Bukan hanya itu, di kampung itu, hampir semua anggota masyarakat, ada kaitan family, sehingga sayapun bisa hafal kakek dan nenek mereka. Sebuah pengalaman yang baru, mengajar disekolah dengan lingkungan yang berbeda dengan lingkungan sekolah pada umumnya.
Masyarakat disini sangat wellcome pada kami guru-guru. Mereka menyambut kami dengan hangat. Masyarakat menaruh harapan besar kepada kami guru baru disekolah ini untuk mendidik anak-anak mereka supaya sukses. Saling tegur sapa, dengan senyum renyahnya. Memberi apa yang mereka punya, buah, sayuran, juga beras, yang diantar ke sekolah. Sering kami diundang untuk datang kerumah masyarakat sekitar. Ubdangan disampaikan oleh siswa, biasanya mereka punya sesuatu yang sepesial yang ingin disuguhkan kepada kami. Buah, atau menu sepesial yang mereka masak untuk orang spesial yang diundangnya.
Kehidupan dikmpung yang sederhana,
Personil lengkap, kami siap mengajar para siswa pedalaman ilmu yang sesuai dengan kempuan kami. Kami para guru siap melaksanakan sebagian dari amanat pembukaan Undang-undang Dasar 1945, yaitu dalam rangka untuk mencerdaskan bangsa.
Karena jumlah kelas yang sedikit, hingga kewajiban kami masuk dan bertatap muka dikelas sedikit pula. Kami banyak menggunakan waktu luang, dikegiatan ekstrakurikuler para siswa. Saya pegang ekskul sepakbola dan tenis meja. Yang lain ada yang pegang catur, pramuka, menulis, english club, dan lain-lain.
Siswa sedikit, membuat kami mudah berinteraksi dengan mereka, hingga nama mereka cepat saya hafal. Bukan hanya itu, di kampung itu, hampir semua anggota masyarakat, ada kaitan family, sehingga sayapun bisa hafal kakek dan nenek mereka. Sebuah pengalaman yang baru, mengajar disekolah dengan lingkungan yang berbeda dengan lingkungan sekolah pada umumnya.
Masyarakat disini sangat wellcome pada kami guru-guru. Mereka menyambut kami dengan hangat. Masyarakat menaruh harapan besar kepada kami guru baru disekolah ini untuk mendidik anak-anak mereka supaya sukses. Saling tegur sapa, dengan senyum renyahnya. Memberi apa yang mereka punya, buah, sayuran, juga beras, yang diantar ke sekolah. Sering kami diundang untuk datang kerumah masyarakat sekitar. Ubdangan disampaikan oleh siswa, biasanya mereka punya sesuatu yang sepesial yang ingin disuguhkan kepada kami. Buah, atau menu sepesial yang mereka masak untuk orang spesial yang diundangnya.
Kehidupan dikmpung yang sederhana,
Komentar
Posting Komentar