enam

Enam

Pekan berikutnya setelah rapat perdana, saya muali bertugas sebagai abdi negara. Sebagai guru yang bertugas mengajar di pedalaman Banten, tepatnya di Kecamatan Sobang Kabupaten Lebak.

Lebak adalah kabupaten dengan wilayah pegunungan dan hutan lebat. Disana ada Taman Nasional Gunung Halimun salak yang terbentang di mulai dari kabupaten Bogor, Lebak, hingga Sukabumi. Selain alamnya sangat kaya dengan keindahan, Lebak juga kaya dengan budaya. Di wilayah ini, banyak sekali kampung adat yang biasa disebut kasepuhan.  Kasepuhan sarat dengan budaya. Di kecamatan ini banyak sekali kasepuhan, disini, hampir tiap desa, memiliki kampung adat.

Infrastruktur yang belum menjamah Kampung Cigaclung, tempat SMP diamana saya mengajar, membuat saya tak menyertakan keluarga untuk ikut tinggal disana. Hal ini juga yang dilakukan oleh teman-teman saya. Kami menyewa rumaah penduduk yang dibayar dengan urunan bersama teman lainnya.

Untuk urusan perut, kami ada jadual memasak, tiap penghuni dihari tertentu harus bisa menjadi koki untuk menyiapkan menu untuk sore hari. Sarapan pagi dan makan siang, lebih sering dilakukan disekolah.

Kala itu kampung Cigaclung belum terhubung listrik, sehingga ketika memasak nasi, masih menggunakan cara tradisional. Menggunakan tungku kayu, dan wajan diatasnya. Tak bisa ditinggal, karena api yang menyala, hatus dijaga kesetabilannya. Ketika didepan tungku, mata sering terasa perih, terlebih jika kayu bakar yang digunakan tida terlalu kering. Pebgalaman hidup yang sangat berkesan. Hidup dengan kesederhanaan, meski jaman sudah serba digital.

Harus beradaptasi dengan kondisi ditempat tugas yang baru. Diawal memang terasa sebagai masalah. Tetapi, setelah beberapa waktu, menjadi biasa. Ciri makhluk hidup asalah mampu beradapyasi, begitupun saya, harus bisa beradaptasi dengan kondisi ini.









Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ke Leuwidamar

Mengapa Harus Berbuat Baik

Bandel dan Cita-cita