Hidayah
Hindun perempuan jahat, dan berperangai buruk, tetapi akhirnya, ia bersyahadat dihadapan baginda Rosulullah.
Hindun adalah orang yang telah merobek perut Hamzah, mengambil lalu mengunyah jantungnya dalam perang Uhud. Hingga Rosulullah sangat terpukul oleh perlakuan Hindun itu.
Hamzah bukan hanya sekedar sahabat. Ia adalah paman nabi. Hingga syahidnya ia, sangat membuat Rosulullah bersedih. Perang dibukit Uhud yang telah membuat luka hati baginda Rosulullah hingga sangat menyayatnya.
Hingga jika Nabi berjumpa dengan Hindun, bayangan sang paman masih saja terlintas. Kecintaan Nabi terhadap Hamzah pamannya begitu dalam, hingga luka itu terus membekas.
Ketika futuh Mekah, Hindun bersyahadat. Ia menyanggupi segala syarat yang harus dilakukan pasca syahadat diucapkan. Begitupun Abu Sofyan suaminya, mengakui bahwa Allah Tuhannya, dan Muhammad adalah rosul-Nya.
Jika Muhammmad SAW., hanya manusia biasa, yakin ia tak akan bisa memaafkan Hindun. Seorang ustadz, yang pernah mengisahkan cerita tentang Hindun menjelaskan, bahwa Nabi, selalu menjaga jarak pertemuan dengan Hindun. Kita semua yakin, keluhuran akhlak nabi, pasti memaafkan Hindun. Tetapi disisi lain, Hindun telah melakukan kejahatan luar biasa terhadap Hamzah, paman Nabi.
Hindun dengan dosa, dan kesalahannya sangat melampaui batas. Tetapi Allah berkehendak lain. Ia mendapat hidayah, lalu bersyahadat. Dalam kisah ia menjadi ahli ibadah. Shalat dan puasa tak pernah ditinggal, baik wajib atau sunah.
Hidayah itu takdir, Allah punya kuasa kepada siapa hidayah itu ia berikan. Tidak jarang seorang pendosa, dipenghujung hidupnya bertobat, lalu wafat dengan husnul khotiamah. Pun sebaliknya, orang yang diakhir hayatnya suul khotimah, padahal sebelumnya orang tersebut, tergolong manusia yang taat.
Sebagai orang beriman, kita wajib berusaha, dengan tak lupa terus berdoa. Agar kita selalu dalam petunjuk-Nya. Agar kita berada dalam hidayah-Nya.
Teringat ucapan Viky Prasetio. Ketika mengucapkan ini, ia mengacungkan kedua tangannya keatas, kemudian menghadapkan wajahnya juga ke atas. "Orang baik punya masa lalu, dan pendosa punya masa depan."
Memang begitu adanya.
Juga syair dari grup acapella, Raihan. Dalam lirik lagu yang dibawakan, "Tuhan, dosaku menggunung tinggi, tapi rahmat-Mu melangit luas..."
Teruslah berjuang mengharap ridho Allah, karena hidup hakekatnya perjuangan.
Hindun adalah orang yang telah merobek perut Hamzah, mengambil lalu mengunyah jantungnya dalam perang Uhud. Hingga Rosulullah sangat terpukul oleh perlakuan Hindun itu.
Hamzah bukan hanya sekedar sahabat. Ia adalah paman nabi. Hingga syahidnya ia, sangat membuat Rosulullah bersedih. Perang dibukit Uhud yang telah membuat luka hati baginda Rosulullah hingga sangat menyayatnya.
Hingga jika Nabi berjumpa dengan Hindun, bayangan sang paman masih saja terlintas. Kecintaan Nabi terhadap Hamzah pamannya begitu dalam, hingga luka itu terus membekas.
Ketika futuh Mekah, Hindun bersyahadat. Ia menyanggupi segala syarat yang harus dilakukan pasca syahadat diucapkan. Begitupun Abu Sofyan suaminya, mengakui bahwa Allah Tuhannya, dan Muhammad adalah rosul-Nya.
Jika Muhammmad SAW., hanya manusia biasa, yakin ia tak akan bisa memaafkan Hindun. Seorang ustadz, yang pernah mengisahkan cerita tentang Hindun menjelaskan, bahwa Nabi, selalu menjaga jarak pertemuan dengan Hindun. Kita semua yakin, keluhuran akhlak nabi, pasti memaafkan Hindun. Tetapi disisi lain, Hindun telah melakukan kejahatan luar biasa terhadap Hamzah, paman Nabi.
Hindun dengan dosa, dan kesalahannya sangat melampaui batas. Tetapi Allah berkehendak lain. Ia mendapat hidayah, lalu bersyahadat. Dalam kisah ia menjadi ahli ibadah. Shalat dan puasa tak pernah ditinggal, baik wajib atau sunah.
Hidayah itu takdir, Allah punya kuasa kepada siapa hidayah itu ia berikan. Tidak jarang seorang pendosa, dipenghujung hidupnya bertobat, lalu wafat dengan husnul khotiamah. Pun sebaliknya, orang yang diakhir hayatnya suul khotimah, padahal sebelumnya orang tersebut, tergolong manusia yang taat.
Sebagai orang beriman, kita wajib berusaha, dengan tak lupa terus berdoa. Agar kita selalu dalam petunjuk-Nya. Agar kita berada dalam hidayah-Nya.
Teringat ucapan Viky Prasetio. Ketika mengucapkan ini, ia mengacungkan kedua tangannya keatas, kemudian menghadapkan wajahnya juga ke atas. "Orang baik punya masa lalu, dan pendosa punya masa depan."
Memang begitu adanya.
Juga syair dari grup acapella, Raihan. Dalam lirik lagu yang dibawakan, "Tuhan, dosaku menggunung tinggi, tapi rahmat-Mu melangit luas..."
Teruslah berjuang mengharap ridho Allah, karena hidup hakekatnya perjuangan.
Komentar
Posting Komentar