Kla Project
Sejak pagi, sibuk dengan penampilan. Setelah subuh, sudah bersiap dengan stelan batik, yang beberapa hari lalu dikirim kerumah. Batik seragam panitia akad, dan resepsi pernikahan. Batik coklat motif bunga, bahan yang sederhana, tapi nyaman dikenakan.
Beberapa kali bolak-balik untuk bercermin, memastikan penampilan terlihat rapi. Karena hari ini di daulat jadi master of ceremony di pernikahan itu. Mempelai pria, Rolly Pramudia, dan mempelai wanita, Lia Rulianti. Bagi Rolly Pramudia, ini adalah pernikahan ketiga, sedangkan untuk Lia, ini adalah pernikahan yang ke dua kali.
Pernikahan adalah moment sakral bagi tiap pasangan pengantin. Karena didalam pernikahan, ada janji hidup bersama, suka duka, hingga maut memisahkan. Meski kadang janji-janji yang terucap didepan penghulu lupa seketika, kala badai menyapu biduk yang sedang mengarungi samudra rumahtangga.
Usai acara ijab dan kabul, dilanjutkan dengan resepsi. Sepasang pengantin yang sudah resmi menjadi suami istri, berpindah dari ruang utama mesjid, menuju pelaminan. Pelaminan yang sederhana, dihiasi bunga-bunga dibeberapa titik, hingga nampak indah. Lampu biasa, ditata, hingga terangnya mempercantik taman pengantin.
Tamu berdatangan, berbaris mengantri menuju pelaminan, untuk mengucapkan selamat kepada pengantin. Setelah itu, giliran mengantri menuju meja prasmanan. Meriah sekali, tamu yang datang bukan hanya makan bersama. Tetapi digunakan untuk temu kangen. Pesta pernikahan, sering digunakan untuk reuni kecil. Para sahabat, sering janji untuk datang pada waktu yang sama, di pesta resepsi. Hingga keseruan dan bahagia terpancar dari wajah-wajah mereka.
Selain disuguhi makanan lezat, tamu yang datang dihibur oleh grup musik. Iringan musik mengalun ditengah tamu yang sedang menikmati hidangan. Lagu yang dinyanyikan, mengikuti keinginan tamu yang datang. Jika tamu yang datang meminta lagu kesukaannya dinyanyikan, maka ia harus memberi saweran. Saweran tidak wajib, meski kita meminta lagu, dan lagu tersebut dinyanyikan. Tetapi ada beban moral, jika itu tak dilakukan.
Hari semakin siang, musik pun berhenti, karena akan memasuki waktu zuhur, tak lama, azanpun berkumandang, terdengar bersahutan, dari masjid dan beberap mushollah disekitar kampung. Beberapa tamu, bergegas menuju mesjid untuk shalat berjamaah.
Jam 13.00. Tembang lagu, kembali dinyanyikan. Lagu lama asal Malaysia, minta untuk dinyanyikan. "Buih menjadi permadani", lagu pertama disesi setelah zuhur. Lagu lama yang ketenarannya, merangkak naik. Sekarang, hampir semua orang suka dengan lagu ini.
Di sajian musik kali ini, seorang biduan menyanyikan lagu Kla Project. Kla Project adalah grup musik yang tersohor, ditahun 90an. Grup musik ini digawangi oleh musisi Katon Bagaskara, Lilo, dan Adi.
Masa naik daunya grup musik Kla Project, bertepatan dengan masa remaja saya. Sehingga ketika hari ini mendengar alunan musik, yang mendendangkan lagu Kla Project, fikiran ini menerawang ke masa lampau. Masa dimana kegairahan hidup. Masa dimana ada keseruan hidup. Nongkrong, jalan kesan kemari, mencari keseruan, dan kegembiraan.
Masa merasakan bahagianya jatuh cinta, kemudian rasa itu diungkapkan dengan kata-kata. Pernyataan suka, yang langsung diucapkan dihadapan gadis pujaan hati. Laki-laki harus berani, mengambil keputusan, dan menerima resiko atas keputusannya. Gayung bersambut, atau penolakan tak masalah. Karena tujuan mengungkapkan rasa kala itu, lebih kepada uji nyali. Karena tetap sadar, andai memiliki pujaan hati di usia itu, tak mungkin segera menuju ke jenjang yang serius.
Menjalani masa indah itu, kala mas Katon Bagaskara cs sering muncul di tv, membawakan lagu "Jogja", "Terpuruk ku disini", "Tak bisa Kelain hati" dan lain-lain. Lagu berkesan yang mengingatkan peristiwa di masa lampau....
Beberapa kali bolak-balik untuk bercermin, memastikan penampilan terlihat rapi. Karena hari ini di daulat jadi master of ceremony di pernikahan itu. Mempelai pria, Rolly Pramudia, dan mempelai wanita, Lia Rulianti. Bagi Rolly Pramudia, ini adalah pernikahan ketiga, sedangkan untuk Lia, ini adalah pernikahan yang ke dua kali.
Pernikahan adalah moment sakral bagi tiap pasangan pengantin. Karena didalam pernikahan, ada janji hidup bersama, suka duka, hingga maut memisahkan. Meski kadang janji-janji yang terucap didepan penghulu lupa seketika, kala badai menyapu biduk yang sedang mengarungi samudra rumahtangga.
Usai acara ijab dan kabul, dilanjutkan dengan resepsi. Sepasang pengantin yang sudah resmi menjadi suami istri, berpindah dari ruang utama mesjid, menuju pelaminan. Pelaminan yang sederhana, dihiasi bunga-bunga dibeberapa titik, hingga nampak indah. Lampu biasa, ditata, hingga terangnya mempercantik taman pengantin.
Tamu berdatangan, berbaris mengantri menuju pelaminan, untuk mengucapkan selamat kepada pengantin. Setelah itu, giliran mengantri menuju meja prasmanan. Meriah sekali, tamu yang datang bukan hanya makan bersama. Tetapi digunakan untuk temu kangen. Pesta pernikahan, sering digunakan untuk reuni kecil. Para sahabat, sering janji untuk datang pada waktu yang sama, di pesta resepsi. Hingga keseruan dan bahagia terpancar dari wajah-wajah mereka.
Selain disuguhi makanan lezat, tamu yang datang dihibur oleh grup musik. Iringan musik mengalun ditengah tamu yang sedang menikmati hidangan. Lagu yang dinyanyikan, mengikuti keinginan tamu yang datang. Jika tamu yang datang meminta lagu kesukaannya dinyanyikan, maka ia harus memberi saweran. Saweran tidak wajib, meski kita meminta lagu, dan lagu tersebut dinyanyikan. Tetapi ada beban moral, jika itu tak dilakukan.
Hari semakin siang, musik pun berhenti, karena akan memasuki waktu zuhur, tak lama, azanpun berkumandang, terdengar bersahutan, dari masjid dan beberap mushollah disekitar kampung. Beberapa tamu, bergegas menuju mesjid untuk shalat berjamaah.
Jam 13.00. Tembang lagu, kembali dinyanyikan. Lagu lama asal Malaysia, minta untuk dinyanyikan. "Buih menjadi permadani", lagu pertama disesi setelah zuhur. Lagu lama yang ketenarannya, merangkak naik. Sekarang, hampir semua orang suka dengan lagu ini.
Di sajian musik kali ini, seorang biduan menyanyikan lagu Kla Project. Kla Project adalah grup musik yang tersohor, ditahun 90an. Grup musik ini digawangi oleh musisi Katon Bagaskara, Lilo, dan Adi.
Masa naik daunya grup musik Kla Project, bertepatan dengan masa remaja saya. Sehingga ketika hari ini mendengar alunan musik, yang mendendangkan lagu Kla Project, fikiran ini menerawang ke masa lampau. Masa dimana kegairahan hidup. Masa dimana ada keseruan hidup. Nongkrong, jalan kesan kemari, mencari keseruan, dan kegembiraan.
Masa merasakan bahagianya jatuh cinta, kemudian rasa itu diungkapkan dengan kata-kata. Pernyataan suka, yang langsung diucapkan dihadapan gadis pujaan hati. Laki-laki harus berani, mengambil keputusan, dan menerima resiko atas keputusannya. Gayung bersambut, atau penolakan tak masalah. Karena tujuan mengungkapkan rasa kala itu, lebih kepada uji nyali. Karena tetap sadar, andai memiliki pujaan hati di usia itu, tak mungkin segera menuju ke jenjang yang serius.
Menjalani masa indah itu, kala mas Katon Bagaskara cs sering muncul di tv, membawakan lagu "Jogja", "Terpuruk ku disini", "Tak bisa Kelain hati" dan lain-lain. Lagu berkesan yang mengingatkan peristiwa di masa lampau....
Komentar
Posting Komentar