Monde nikmat
Monde
Biskuit dengan cita rasa yang nikmat. Bentuknya juga menarik, hingga hampir semua orang suka menikmatinya. Di mini market, makanan ini selalu ada. Memang harganya lebih tinggi dari biskuit sejenis produksi perusahaan lain. Karena memang rasanya lebih nikmat dari merk lain.
Saya sudah merasakan biskuit ini sejak kecil ditahun 80an. Kala itu jelang hari raya, para suplayer toko bahan bangunan bapak selalu membawa bingkisan. Salah satu isi bingkisan biasanya terselip biskuit monde. Sejak itu, saya jatuh hati dengan biskuit ini.
Sebagai anak bungsu, saya kecil diberi kesempatan untuk memilih isi bingkisan yang saya suka. Tak ada yang protes, jika ada yang berani, maka almh. Ibu pasti ada dibelakang membela saya. Tapi saya juga punya belas kasihan, keenam saudara saya yang lain juga ingin atas bingiksan itu. Maka sisa pilihan saya, diberikan kepada mereka. Senang sekali melihat mereka berebut bingkisan sisa pilihan saya.
Awalanya biskuit ini diproduksi oleh sebuah pabrik di kota Kopenhagen, Denmark. Sebuah negara Eropa yang dingin, karena letaknya menghadap ke Kutub Utara. Saya suka dengan monde maka itu saya juga jatuh hati juga dengan negara Denmark. Tiap mendengar nama negara ini disebut, saya langsung fokus.
Saya suka dengan negeri Denmark, tapi saat kecil dulu sulit mencari literatur tentang ini. Jadi sangat terbatas info tentang negara Eropa itu. Koran bekas atau majalah adalah sumber informasi, tapi tak mudah nendapatkannya. Membuka setumpuk majalah bekas, belum tentu dapat artikel yang diharapkan. Salah satu yang membantu saya mengetahui posisi negeri itu adalah Atlas. Saya membeli atlas dipasar, disalah satu toko buku yang ada di pasar Parung.
Dari atlas pula saya tau bahwa Greenland di Kutub Utara berada dibawah kekuasaan Denmark. Padahal letaknya dekat dengan Kanada. Posisi Greenland, sebagai sebuah wilayah dibawah kekuasaan Denmark pernah saya Tanyakan. Ibu Rosita guru SD yang mengajar saat itu. Beliau menyampaikan bahwa negara-negara di Eropa adalan penjajah kala itu, termasuk kerajaan Denmark. Dari sana Denmark, ikut menguasai wilayah jajahan, dan Greenland jatuh ketangan Denmark.
Tahun 1992 adalah tahun yang membahagiakan bagi saya, karena ditahun itu negara yang saya suka, jadi pemenang Euro 1992. Sebetulnya saya tak menjagokan tim ini, saya lebih menjagokan Italy. Karena waktu itu, RCTI sudah menyiarkan liga Italy, saya suka menonton.
Denmark masuk putaran final piala eropa tahun 1992 menggantikan posisi Yugoslavia. Negara itu pecah dan berperang, hari ini negara Yugoslavia sudah tak ditemukan lagi dipeta. Yang ada sekarang adalah Serbia, Kroasia, dan Bosnia-Herzegovina sebagai negara pecahannya.
Sebagai tim pengganti, posisinya tak diperhitungkan, hingga kesebelasan Denmark dijuluki tim kuda hitam. Posisinya dibabak penyisihan yang hampir tak lolos ke putaran selanjutnya, membuat para pengamat tak yakin Denmark bisa masuk ke babak knock out. Berbagi poin melawan Inggris dan dikalahkan Swedia 1-0 membuat posisinya tak menguntungkan. Untunglah dalam laga akhir di penyisihan grup, bisa mengalahkan Prancis 1-2 hingga berkesempatan masuk ke fase gugur.
Satu persatu lawan tersungkur, berlutut menyerah ditangan tim yang dijuluki dinamit ini. Daya ledaknya ditiap pertandingan mampu merobek jala gawang lawan. Perjuangan tim Dinamit ini sampailah pada puncaknya, memenangkan final piala Eropa tahun 1992 melawan Jerman. Kala itu tim Panser mampu dipecundangi tim Dinamit 2-0.
Membawa piala pulang, menyandang juara Eropa, hingga penyambutan dinegaranya kala itu sungguh meriah. Para pemain disambut bak pahlawan yang pulang dari medan perang. Tim pengganti yang dengan kekompakannya mampu menjadi juara.
Euro tahun ini Denmark gagal. Saya sempat kecewa mendengarnya. Saya membayangkan penyambutan tim oleh warga Denmark 29 tahun lalu di bandara kala itu terulang ditahun ini. Tapi mau dikata apa, takdir bebicara lain.
Saya sudah move-on atas kekalahan Denmark, sekarang saya mendukung Harry Kane. Semoga kali ini tak kecewa lagi.
Biskuit dengan cita rasa yang nikmat. Bentuknya juga menarik, hingga hampir semua orang suka menikmatinya. Di mini market, makanan ini selalu ada. Memang harganya lebih tinggi dari biskuit sejenis produksi perusahaan lain. Karena memang rasanya lebih nikmat dari merk lain.
Saya sudah merasakan biskuit ini sejak kecil ditahun 80an. Kala itu jelang hari raya, para suplayer toko bahan bangunan bapak selalu membawa bingkisan. Salah satu isi bingkisan biasanya terselip biskuit monde. Sejak itu, saya jatuh hati dengan biskuit ini.
Sebagai anak bungsu, saya kecil diberi kesempatan untuk memilih isi bingkisan yang saya suka. Tak ada yang protes, jika ada yang berani, maka almh. Ibu pasti ada dibelakang membela saya. Tapi saya juga punya belas kasihan, keenam saudara saya yang lain juga ingin atas bingiksan itu. Maka sisa pilihan saya, diberikan kepada mereka. Senang sekali melihat mereka berebut bingkisan sisa pilihan saya.
Awalanya biskuit ini diproduksi oleh sebuah pabrik di kota Kopenhagen, Denmark. Sebuah negara Eropa yang dingin, karena letaknya menghadap ke Kutub Utara. Saya suka dengan monde maka itu saya juga jatuh hati juga dengan negara Denmark. Tiap mendengar nama negara ini disebut, saya langsung fokus.
Saya suka dengan negeri Denmark, tapi saat kecil dulu sulit mencari literatur tentang ini. Jadi sangat terbatas info tentang negara Eropa itu. Koran bekas atau majalah adalah sumber informasi, tapi tak mudah nendapatkannya. Membuka setumpuk majalah bekas, belum tentu dapat artikel yang diharapkan. Salah satu yang membantu saya mengetahui posisi negeri itu adalah Atlas. Saya membeli atlas dipasar, disalah satu toko buku yang ada di pasar Parung.
Dari atlas pula saya tau bahwa Greenland di Kutub Utara berada dibawah kekuasaan Denmark. Padahal letaknya dekat dengan Kanada. Posisi Greenland, sebagai sebuah wilayah dibawah kekuasaan Denmark pernah saya Tanyakan. Ibu Rosita guru SD yang mengajar saat itu. Beliau menyampaikan bahwa negara-negara di Eropa adalan penjajah kala itu, termasuk kerajaan Denmark. Dari sana Denmark, ikut menguasai wilayah jajahan, dan Greenland jatuh ketangan Denmark.
Tahun 1992 adalah tahun yang membahagiakan bagi saya, karena ditahun itu negara yang saya suka, jadi pemenang Euro 1992. Sebetulnya saya tak menjagokan tim ini, saya lebih menjagokan Italy. Karena waktu itu, RCTI sudah menyiarkan liga Italy, saya suka menonton.
Denmark masuk putaran final piala eropa tahun 1992 menggantikan posisi Yugoslavia. Negara itu pecah dan berperang, hari ini negara Yugoslavia sudah tak ditemukan lagi dipeta. Yang ada sekarang adalah Serbia, Kroasia, dan Bosnia-Herzegovina sebagai negara pecahannya.
Sebagai tim pengganti, posisinya tak diperhitungkan, hingga kesebelasan Denmark dijuluki tim kuda hitam. Posisinya dibabak penyisihan yang hampir tak lolos ke putaran selanjutnya, membuat para pengamat tak yakin Denmark bisa masuk ke babak knock out. Berbagi poin melawan Inggris dan dikalahkan Swedia 1-0 membuat posisinya tak menguntungkan. Untunglah dalam laga akhir di penyisihan grup, bisa mengalahkan Prancis 1-2 hingga berkesempatan masuk ke fase gugur.
Satu persatu lawan tersungkur, berlutut menyerah ditangan tim yang dijuluki dinamit ini. Daya ledaknya ditiap pertandingan mampu merobek jala gawang lawan. Perjuangan tim Dinamit ini sampailah pada puncaknya, memenangkan final piala Eropa tahun 1992 melawan Jerman. Kala itu tim Panser mampu dipecundangi tim Dinamit 2-0.
Membawa piala pulang, menyandang juara Eropa, hingga penyambutan dinegaranya kala itu sungguh meriah. Para pemain disambut bak pahlawan yang pulang dari medan perang. Tim pengganti yang dengan kekompakannya mampu menjadi juara.
Euro tahun ini Denmark gagal. Saya sempat kecewa mendengarnya. Saya membayangkan penyambutan tim oleh warga Denmark 29 tahun lalu di bandara kala itu terulang ditahun ini. Tapi mau dikata apa, takdir bebicara lain.
Saya sudah move-on atas kekalahan Denmark, sekarang saya mendukung Harry Kane. Semoga kali ini tak kecewa lagi.
Komentar
Posting Komentar