Tamu Hebat


Pa Ihin kembali datang mengunjungi, kali ini, ia sendiri datang ke sekolah kami. Katanya, ini adalah kunjungan terakhirnya sebagai Pengajar Praktik Calon Guru Penggerak, ke SMPN 3 Sobang.

Beliau datang lebih siang dari biasanya. Jam 10.30 ia baru sampai. Saya tak tau bahwa beliau akan datang. Hingga tak menyiapkan acara penyambutan. Hidangan pun tak disiapkan. Hanya ada pisang emas, yang ukurannya kecil, tetapi rasanya manis sekali. Pisang yang disuguhkan itu pemberian dari warga, yang baru saja di antar ke sekolah.

Biasanya, jika ada kabar akan kedatangan tamu, saya minta pesuruh disekolah ke warung membawa catatan. Catatan berisi daftar makanan ringan, dan bahan-bahan yang akan dimasak untuk makan siang. Empunya warung sudah faham, jika pak pesuruh membawa catatan. Ia tak menanyakan uang, langsung memberikan apa saja yang tertulis di kertas pesanan.

Kebetulan, hari ini pa Kepala Sekolah, hadir. Hingga pa Ihin bisa berbincang banyak tentang tugasnya kepada bapak kepala. Pendampingan terhadap Calon Guru Penggerak dari SMPN Satap 3 Sobang, Pak Dian Muharomi berjalan lancar. Hingga perbincangan yang berlangsung lebih kepada tema umum, dan bebas diluar tupoksi masing-masing.

Ketika perbincangan berlangsung, pesan di WA grup masuk. Isi pesan adalah edaran tentang perubahan waktu pembagian raport, dan hari libur akhir semester ganjil. Pesan WAG itu jadi tema diskusi. Meski diskusinya tak terlalu serius, lebih kepada kritik terhadap kebijakan yang dianggap tak konsisten.

Yang berbeda dari kunjungan pa Ihin kali ini, ia membawa setengah lusin donat. Donat didalam doz, dengan bebrapa varian. Ada toping coklat, keju, strowberry, dan misis. Donat dibeli dari toko Superkue yang ada di Pasar Gajrug, terlihat dari kantung dan tulisan pada kotak. Toko kue ini memiliki banyak cabang. Ketika awal saya bertugas, toko ini hanya ada di Cibatok, dekat Lewiliang. Tapi sekarang ada banyak cabang. Di Gajrug, Jasinga, Cigudeg Lewiliang, dan Ciampea, sudah berdiri toko kue ini.

Perbincangan selesai, waktu makan siang sudah tiba. Kami bersama menuju rumah dinas untuk makan bersama. Menu kampung yang sederhana, dimasak dengan hati oleh ka Marin, juru masak disekolah kami. Meski sederhana, nikmatnya tak terkira.

Sejak program Guru Penggerak, pa Ihin sering berkunjung ke sekolah kami. Kedatangannya hingga kami sering berdiskusi dan menyerap ilmu darinya. Selain itu, kami juga sering bernostalgia, karena beliau teman seangkatan saya dalam seleksi CPNS 2009.


Penulis:
Dadang H. Rahman, S.Pd.
Peserta Belajar Menulis bersama PGRI ang. 17







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pahlawan Ku

sepuluh

Menunggu Rasa Ngantuk Datang