Berpisah

Sejak jauh hari, kami sudah merencanakan rapat dinas di hari ini. Rapat untuk mempersiapkan pembelajaran yang lebih baik di semester genap yang akan dihadapi. Dalam rapat kali ini, berbarengan dengan acara tasyakuran teman guru yang baru saja selesai dan lulus mengikuti program guru penggerak. Program unggulan yang diselenggarakan oleh kementrian pendidikan.

Selain itu, ada acara perpisahan salah satu guru yang akan pindah tugas. Acara biasa saja, relatif tak ada yang sepesial. Hanya makan bersama dengan menu yang sedikit berbeda. Biasanya kami makan dengan nasi, ikan asin, dan kerupuk. Kali ini makan siang kami dengan menu sepesial. Ada sate yang di pesan dari RM haji Ohim, sate maranggi yang empuk, dan lezat. Sate ini adalah menu andalan di rumah makan H. Ohim yang letaknya tepat bersebrangan dengan kantor Polsek Muncang.

Makan siang dimulai kala jeda rapat, pas diwaktunya ishoma. Makan siang yang nikmat. Seperti yang sudah-sudah, daun pisang yang disusun memanjang, menjadi alas nasi dan lauk pada acara makan siang kali ini.

Disela makan kali ini, ada saja candaan dan keseruan. Sehingga makan siang semakin terasa nikmat. Terlihat lahap sekali kami menyantap hidangan ini. Rasa lapar, hingga porsi jumbo yang ada dihadapan kami, ludes tanpa sisa.

Makan selesai, kami istirahat. Shalat, kemudian menyeruput kopi. Nikmat sekali, tak usah ke Coppadocia untuk sebuah kesenangan dan kebahagiaan. Kenikmatan kopi cap kupu-kupu setelah makan siang, semakin menambah hangatnya suasana.

Bu Sipah harus pindah. Karena ada dua guru mapel yang sama disekolah ini. Jumlah kelas yang sedikit, mengharuskan salah satu dari dua guru IPA yang ada untuk pergi. Jangankan untuk dua orang guru dengan mata pelajaran yang sama, untuk satu orang guru pun masih tak mencukupi jumlah jam mengajar, karena kelas yang sedikit.

Hari ini ia pamit untuk pergi, mengucapkan untaian kata perpisahan dihadapan kami. Nampak sekali terlihat raut sedih diwajahnya. Matanya mulai berkaca-kaca, tak lama berlinang, dan akhirnya air matapun menetes. Ia berjanji suatu saat, ketika panen durian, akan datang kembali untuk berkunjung ke sini, ke Cigaclung.

Perpisahan selalu meninggalkan kesedihan. Kebersamaan kami dua tahun bersama bu Sipah, pastilah banyak suka, dan duka yang dilalui. Sekolah yang jauh dengan akses yang sulit, mengharuskan kami selalu kompak dan berada dalam satu komando. Satu dengan yang lain, sangat ketergantungan. Bukan hanya masalah pekerjaan, kebutuhan makan dan transportasi menuju sekolahpun, harus dikomunikasikan dengan baik. Disanalah hingga diantara kami harus ada kesepahaman dalam banyak hal, disanalah rasa persaudaraan diantara para guru yang terjalin semakin erat.

Diantara kami yang paling nampak sedih adalah bu Rayi Purbayanti. Ia adalah teman sekamar bu Sipah, dihari-hari ia bertugas. Meski hanya delapan bulan kebersamaan itu terjalin, tetapi kedekatan keduanya, sudah tertanam. Setelah bu Sipah melambaikan tangan, dan pergi, kami kembali ke ruang rapat. Sebelum rapat kembali dimulai, bu Rayi bercerita, masa kebersamaan mereka. Salah satu peristiwa yang terucap, adalah ketika bu Sipah harus membuang ASInya. ASI yang harusnya diberikan kepada sang buah hati, terpaksa dibuang karena ibu dan anak bayinya, tinggal berjarak disebabkan tugas negara yang diemban. Saya terenyuh mendengar cerita ini, banyak yang harus dikorbankan demi sebuah tugas.

Selamat jalan bu Sipah Solihatudiniah. Semoga ditempat yang baru, bisa setiap hari jumpa dengan keluarga, dan kariernya semakin cemerlang. 

Komentar

  1. Perpisahan tak dapat kita hindari...

    BalasHapus
  2. Walapun harus pergi dg rela, namun pastinya di hati rasakan lara...

    BalasHapus
  3. Ada pertemuan selalu ada perpisahan

    BalasHapus
  4. Sehat dan sukses busipah ditempat ygbaru. Selamat dan sukses pa Dian SBG guru penggeraknya..

    BalasHapus
  5. Terimakasih pak Dadang untuk tulisannya, selain sebagai partner kerja bapak juga seperti orangtua untuk sy, terimakasih atas segala nasehat dan bimbingan selama di cigaclung..🙏😭

    BalasHapus
  6. Ada siang ada malam, ada suka ada duka begitu juga setiap ada pertemuan ada perpisahan,

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pahlawan Ku

sepuluh

Menunggu Rasa Ngantuk Datang