Alam Sobaang

Hari ini menuju kampung Bongkok, desa Sukaresmi Kec. Sobang. Ditemani Ka Marinudin, untuk menemui Wardah, anak pak Abdul Malik juragan sembako dari Gunung Kapur. Wardah mengikuti kegiatan Sobat Mengajar di Desa itu. Ia adalah Mahasiswa UIN Jakarta jurusan Pendidikan Bahasa Inggris.

Ini adalah kunjungan kedua saya, kunjungan pertama dilakukan dua pekan lalu. Kedatangan saya yang pertama dan kedua masih dalam keperluan yang sama, yaitu menghantarkan bingkisan yang dititip ayahnya Wardah, pak Abdul Malik.

Harusnya saya menghantarkan bingkisan itu kemarin, karena hujan yang tak henti-hentinya turun, maka baru siang ini bisa mengantarkannya. Alam yang sungguh indah, sampai di kampung itu, saya disuguhi pemandangan yang hijau. Sejauh mata memandang gunung dengan hutan lebat, dan sawah hijau, luas, dan berundak.

Saya duduk disaung, sambil sejenak beristirahat. Menghilangkan lelah, karena melalui medan jalan yang sulit. Saung kokoh, yang digunakan untuk menunggu murid PAUD oleh orangtuanya. Sore itu hanya saya, ka Marinudin, Wardah, dan dua siswi Diniyah yang duduk disana. Saya berbincang bersama, tema yang di bahas mengenai wilayah Sobang yang pegunungan dan suhu udara yang dingin.

Saya juga menceritakan bahwa disini, sulit mendapatkan sayuran jika ingin memasak. Sayuran yang ada hanya sayuran hasil tanaman warga sekitar. Timun, kacang panjang, dan terong. Jika menginginkan kol, sawi, dan brokoli, harus ke pasar yang jaraknya hampir 20 Km. Jarak yang sama harus ditempuh jika hendak belanja ke mini market.

Hari sudah sore, saya harus kembali ke rumah dinas di kampung Cigaclung. Awan hitam yang menggelayut, membuat saya harus menyudahi perbincangan, lalu bergegas pulang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ke Leuwidamar

Mengapa Harus Berbuat Baik

Bandel dan Cita-cita