Jagung Rebus

Makanan yang satu ini mudah sekali membuatnya. Tinggalkan letakan panci berisi air, kemudian nyalakn kompor. Setelah air mendidih masukan jagung kedalam panci. Rebus 20 menit, jagung siap dihidangkan.

Makanan tradisional ini pernah mengalami masa kejayaan pada era 80an. Makanan ini selalu dijajakan ketika ada hiburan layar tancap, orkes melayu, atau wayang golek. Dulu jagung rebus juga selalu ditawarkan penjualnya ketika kompetisi sepak bola antar kampung dalam rangka memeriahkan HUT RI.

Sebelum ada KRL, dan masih KRD, para pengasong banyak yang menjual makanan ini didalam kereta. Bersama kacang rebus, diletakan dinampan, kemudian ditawarkan kepada para penumpang.

Makanan ini sangat bagus, kandungan zatnya baik untuk kesehatan. Makanan ini tak mengandung pengawet, perasa, dan pewarna. Jadi aman dikonsumsi siapa saja, dan kapan saja. Makanan ini juga murah, karena memang, hasil pertanian lokal selalu dihargai murah.

Peminat jagung rebus semakin berkurang. Makanan sehat ini kalah dengan junk food, yang tak baik untuk kesehatan. Saat ini makanan yang mengandung perasa, pewarna, dan pengawet lebih disukai, meski resikonya berat. Makanan yang mengandung zat seperti diatas dapat menimbulkan penyakit. Yang miris adalah, penikmat makanan itu tau, dampak yang akan timbul jika mengkonsumsinya.

Banyak cara agar jagung kembali dinikmati para pemburu kuliner. Memodifikasi makanan dengan bahan dasar jagung sebuah keharusan. Mix antara jagung + susu + keju yang disingkat menjadi Jasuke dapat mendongkrak jumlah penikmat jagung.

Bisnis kreatif dibutuhkan untuk meningkatkan omset produk lokal. Komuditas jagung yang sehat dan nikmat modal yang bagus untuk dikembangkan. Semoga produk lokal bisa kembali dinikmati dan merajai di negeri sendiri..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ke Leuwidamar

Mengapa Harus Berbuat Baik

Bandel dan Cita-cita